Arsip Tag: permainan tradisional

Bocah Mbeling Nginjak Beling


Beberapa hari dalam seminggu ini memang saya sedang tidak berada di rumah. Sebagai orang tua dari anak-anak yang masih bocah, tentu saja seribu kata petuah telah kami tinggalkan untuk buah hati yang ditinggal. Dari urusan keperluan sekolah, sholat, ngaji, dolan … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Kenyung | Tag , , , , , , | Meninggalkan komentar

Keranjingan Dolanan Catur


Saya teringat sebuah peristiwa kira-kira lebih dari lima tahun silam. Saat itu usia si Ponang baru menginjak tiga tahun. Di Minggu pagi nan cerah kebetulan hari pasaran pahing, bertepatan dengan selapanan pengajian rutin di Masjid Agung Kauman Magelang. Pengajian rutin … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Kenyung | Tag , , , | Meninggalkan komentar

Dolanan Mil-milan


Dolanan mil-milan? Baru dengar kali ini? Mengacu kepada kata dolanan, tidaklah salah jika kita dengan sangat mudah menduga bahwa mil-milan merupakan sejenis permainan. Jenis permainan ini tentu bukan kelasnya game modern yang dikemas untuk dimainkan dengan peralatan elektronik semacam handphone, … Baca lebih lanjut

Sampingan | Posted on by | Tag , , , | 4 Komentar

Meriah Kumpul Bocah


Sampeyan sudah pernah mendengar tagline sakralnya Tlatah Bocah? Ya, sampeyan memang joss gandos kotos-kotos! “Bocah kudu dolanan, bocah dudu dolanan”. Tentu saja konteks dolanan yang dimaksudkan bukan sebatas “games” yang kini banyak dicekokkan kepada anak-anak kita, baik mulai melalui peralatan … Baca lebih lanjut

Sampingan | Posted on by | Tag , , | Meninggalkan komentar

Jet-jetan, Permainan Tradisi Bersendi Syahadat


Manusia adalah makhluk sosial sekaligus makhluk yang berbudaya. Sebagai makhluk sosial yang senantiasa memerlukan peran orang lain untuk saling berinteraksi dan berbagi dalam memenuhi segala kebutuhan hidup, baik jasmani maupun rohani, manusia memerlukan tata nilai atau norma untuk mengatur unggah-ungguh … Baca lebih lanjut

Sampingan | Posted on by | Tag , , | Meninggalkan komentar

Anak dan Alam


Anak lahir secara alamiah dari kandungan ibu. Sedangkan alam telah menghamparkan keindahan ibu pertiwi. Maka secara naluri alamiah, seorang anak manusia akan merasakan ketentraman dan kedamaian, termasuk kenyamanan nyata tatkala dapat bersatu padu dengan alam. Ketika semua hubungan alamiah itu … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Kenyung | Tag , , , , , , , | Meninggalkan komentar