Arsip Tag: Kampung Kosong

Semarak Pawai Hari Santri ala Kampung Kami


Hari kemarin masih Hari Ahad alias Minggu. Hiruk-pikuk dan desas-desus dari para bocah di kampung kami riuh-rendah memperbincangkan akan adanya sebuah pawai. Tak kalah semangat anak-anak kami yang sekedar “numpang” ngaji setiap sore di pesantren sebelah turut kasak-kusuk. Sedari pagi … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Ngisor Blimbing | Tag , , | Meninggalkan komentar

Hidup Tanpa Hutang. Mungkinkah?


Sejak masih usia sekolah dasar saya senantiasa tergiang ungkapan Dai Sejuta Ummat KH Zainuddin MZ. “Hutang membuat hidup orang tidak tenang. Di siang hari hutang membuat seseorang yang berhutang takut ketemu orang. Adapun ketika malam tiba, hutang membuat orang tidak … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Bubrah | Tag | Meninggalkan komentar

Demokrasi ala Kampung Kami


Demokrasi biasa dipahami dengan berbagai versi dan persepsi. Di tingkat kelompok masyarakat tertetu, sebagaimana di kampong kami, pemilihan pemimpin lingkungan adalah wujud sebuah demokrasi. Tidak dengan musyawarah mufakat untuk mencari sosok pimpinan RT, di lingkungan kami diadakan pemilihan Ketua RT … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Ngisor Blimbing | Tag , | Meninggalkan komentar

Sebuah Tantangan Mengharu Biru


Selepas alunan kalimah Yasin, di rumah kami masih terkumandang beberapa surat suci yang lain. Malam itu memang malam Jum’at. Sebagaimana tradisi di rumah Ngisor Blimbing, maka menu kalimah thoyyibah diikhtiarkan untuk dilantunkan agar menghadirkan para malaikat Tuhan dan gelombang-gelombang keberkahan. … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Ngisor Blimbing | Tag , , , | Meninggalkan komentar

Hujan Nisfu Sya’ban


Senja itu petang segera menjelang. Ketika saja tiba di Ndalem Ngisor Blimbing, rupa-rupa dua bedhes sudah riuh dengan isu nipsu sya’ban. Entah mendengar wejangan dari siapan, entah menerima pengajian dari ustadz mana, lha ini kok tiba-tiba saja anak-anak seumuran satu … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Budaya | Tag , , | Meninggalkan komentar

Randa Royal


Dalam khasanah bahasa Jawa, kata randa berbeda makna dengan ronda. Memang sangat kebetulan jika kata randa berarti janda. Berbeda satu huruf awal, berbeda bahasa, namun memiliki arti yang sama. Randa, ya janda itu tadi. Seorang perempuan yang pernah berumah tangga … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Bubrah | Tag , , , | Meninggalkan komentar