Dongeng Gerhana Rembulan


Sambil berjalan menuju mushola petang ini si Noni bertanya, “Emang kenapa bulan dipangan raksasa¿“. Sayapun sekedar menimpali singkat, ”Dikirane onde onde!

Memang semenjak pemberitaan yang gencar akan adanya peristiwa gerhana bulan pada Sabtu dini hari ini si Noni memang turut menyimak melalui tivi. Namanya juga anak anak, gerhana bulan tentu sangat mengundang rasa ingin tahunya. Dari beberapa versi dongeng ataupun mitos, rupanya bocah saya tersebut mendengar cerita tentang dimakannya bulan oleh Betara Kala, saat terjadi gerhana bulan. Baca lebih lanjut

Iklan
Dipublikasi di Jagad Alam | Tag , , | Meninggalkan komentar

Harapan Kepada Anak Zaman


Nak, jauh sebelum dirimu dihadirkan menjadi amanat Tuhan di keluarga kecil kita, bahkan sebelum Bapakmu yang lemah ini dipertemukan dengan Ibumu, terngiang di bawah kesadaran alam pikiran Bapakmu ini tentang sebuah harapan jauh di masa depan. Bumi akan terus berotasi dan berevolusi menjalani takdir atas penciptaannya. Roda zaman akan berputar, dan generasi akan terus berganti. Muda menjadi tua. Tua menjadi renta. Daun layu berguguran, dan tunas-tunas muda tumbuh bersemi.

Kesadaran bahwa hidup harus berjalan, estafet tegaknya peradaban manusia harus dipersiapkan untuk diberikan kepada generasi penerus, maka Bapak tanamkan benih kehidupan. Bapak sirami benih tersebut dengan doa, berharap akan kemurahan limpahan berkah dari Tuhan. Tumbuhlah tumbuh pohon kehidupan. Mekar-mekarlah bunga harapan masa depan. Itulah gambaran anak di mata seorang Bapak. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Kenyung | Tag , , , , | Meninggalkan komentar

Tidak Tahu Yang Harus Ditahunya


Ruang lingkup tugas pengamanan seorang security tentu mengharuskan ia mengerti, paham, dan hapal seluk-beluk suatu fiasilitas yang dijaganya. Nah kalua seorang petugas keamanan ditanya tamu dari luar tentang suatu tempat di fasilitas yang dijaganya dan alhasil si tamu justru berputar-putar tidak karuan dan tidak berhasil menemukan tempat tujuan sesuai arahan sang petugas. Si tamu semakin nyasar dan mutar-mutar! Apakah gerangan sebab kejadian demikian dapat terjadi?

Gambar hanya ilustrasi (sumber dari sini)

Hari itu kebetulan mendapatkan tugas mengajar di salah universitas di bilangan Salemba. Meskipun kelas dimulai jam 09.00, saya sengaja dating lebih awal karena gedung dan ruangan kelas belum saya ketahui lokasinya. Pukul 08.30 saya memasuki halaman kampus. Keadaan di halaman luar penuh dengan kendaraan yang diparkir rapi. Di samping sebagai kampus untuk perkuliahan, berdampingan dengan gedung-gedung kampus merupakan bagian dari layanan rumah sakit. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Bubrah | Tag , | Meninggalkan komentar

Tari dan Sandal Berserakan


Sandal berserakan bukannya di depan masjid. Sandal berserakan juga bukan ditinggal para pemiliknya among-among atau kendurian. Bukan pula karena yang punya sedang pesta hajat sunatan massal. Apalagi sandal itu milik para penonton tivi yang rela numpang nonton bareng tivi tetangga sebagaimana era tahun 80-an dulu. Lalu sandal-sandal berserakan itu milik siapa? Lalu pemilik sandal-sandal berserakan itu sudah melakukan apa?

Usut punya usut, pemandangan sandal berserakan di depan pintu samping rumah kami tersebut memang sedang menjadi pemandangan sehari-hari. Selepas Maghrib, para bocah tetangga kanan-kiri kami memang kini tengah gentur-genturnya gladhen alias berlatih menari.  Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Budaya | Tag , , | Meninggalkan komentar

Eksotika Celosia di Taman Bunga Ramadanu


Bunga. Dengan warna-warninya, dengan harum semerbak aromanya. Ah gerangan siapa manusia yang tidak senantiasa terpesona dengan keindahan suatu bunga? Bunga adalah salah satu puncak simbolisasi keindahan dari Yang Maha Indah. Diantara bebungaan nan indah itu adalah bunga celosia yang kini tengah hits di Taman Bunga Ramadanu, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Taman Ramadanu digagas oleh pemuda-pemudi dan warga Dusun Danurojo, Kecamatan Ngluwar, Kabupaten Magelang. Bunga celosia, atau yang dikenal luas sebagai bunga jengger ayam jago aneka warna-warni sengaja di tanam pada suatu area persawahan dengan tatanan yang sungguh artistik. Lingkaran jalur simetris melingkar penuh warna-warni yang berselang-seling mirip deretan warna pelangi di atas daratan. Puncak dari eksotisme lingkaran pelangi celosia itu adalah sebuah menara kincir angin khas negeri Holand. Menara inilah yang telah mengundang salah persepsi seolah-olah Taman Ramadanu berada di Negeri Kincir Angin, Belanda. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Magelangan | Tag , , , | Meninggalkan komentar

Estafet Ngebis Trans Sumatera-Java


Pagaralam? Selintas saya ingat Pagaruyung. Rupanya Pagaralam berada di Sumatera Selatan. Saya menjadi ingat Gunung Dempo. Nama sebuah gunung yang turut tersebut di dalam novel Perawan di Sarang Penyamun karya Sutan Takdir Alisyahbana. Ketika seorang rekan penumpang seperjalanan saya tanyakan dari mana dan hendak kemanakah, saya begitu terkejut mendengar jawaban Pagaralam. Terang saja, bus malam yang kami tumpangi tersebut rutenya Tangerang-Temanggung-Jogja-Wonosari. Bagaimana ada penumpang dari Pagaralam naik bus tersebut?

Begini kisahnya! Rekan penumpang seperjalanan tersebut kira-kira seumuran dengan saya. Ia bepergian bersama dengan istri dan dua orang anaknya. Si Sulung kira-kira berusia 9 tahun. Adapun adiknya masih sekitar 2 tahun dan senantiasai tidak lepas dari gendongan ibunya. Rekan tersebut bersama keluarganya baru saja mengunjungi mertuanya, orang tua dari istrinya, dan sekaligus kakek-nenek dari anak-anaknya tersebut yang tinggal di Pagaralam. Lalu bagaimana bias dari Pagaralam kok naik bus yang start dari Tangerang? Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Nusantara | Tag , | Meninggalkan komentar

Kenapa Dengan Huruf P


Bicara tentang huruf alphabet dari A sampai Z, tentu kita tidak bisa melupakan huruf P. Kita menulis kata pak, pakai huruf p. Nama Paijo juga dimulai huruf p. Perancis, sang juara Piala Dunia tahun ini juga berawal dengan huruf p. Kata presiden, pesinden, preman, polisi, pamong, pembantu, pelajar, bahkan pelacurpun diawali huruf p. Itu baru kata-kata yang menggunakan huruf p di bagian awalnya. Masih banyak  lagi kata-kata dengan huruf p yang tersisip di tengah, maupun huruf p yang mengekor di akhir sebuah kata.

Apa jadinya jika huruf p hilang dari tuts keybord kita. Banyak hal tentunya yang menjadi penyebabnya. Tombol yang tidak normal ataupun rusak secara fisik. Kondisi gangguan kelistrikan mikro sebagai catu daya bekerjanya sebuah tuts yang sedang ngadat. Dan macam-macam sebab lainnya. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Bubrah | Tag , | Meninggalkan komentar

Renungan Sekarung Kantong Kresek


Sekarung plastik kresek. Bayangkan tradisi nyamah kita sehari hari dengan kantong kresek. Dikali sekian orang, sekian keluarga, sekian RT, sekian RW, sekian desa atau kelurahan, sekian kecamatan, sekian kabuaten, sekian provinsi, sekian negara, sekian hari, sekian minggu, bulan, tahun? Itu baru plastik kresek. Monggo dipikirkan kembali!

Istri beli beras, pulang bawa sekantong plastik beras. Suami pulang dari toko bangunan, bawa sekantong plastik belanjaan. Kakak beli buku di toko buku, pulang juga bawa kantong plastik. Adik beli jajanan di warung tetangga, pulang juga membawa kantong plastik. Hampir bisa dipastikan setiap hari tidak kurang dari satu kantong plastik masuk ke rumah kita. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Bubrah | Tag , , | Meninggalkan komentar