Prasasti Karya Nan Remeh Temeh


Hal terpenting peran menusia dalam rangka menjalankan tugasnya selaku titah dari Sang Maha Pencipta dalam rangka meng-khalifatullahi alam semesta adalah berkarya. Karya merupakan perwujudan dari rasa dan cipta yang dimiliki oleh setiap insan. Spirit inilah yang semestinya menjadikan manusia aktif, dinamis, kreatif, konstruktif, dan segala hal kebaikan lainnya dalam menjalani kehidupannya. Manusia yang berperan untuk hamemayu hayuning bawana. Turut memperindah, mempercantik, membangun, menumbuhkembangkan tatanan dunia yang harmonis nan seimbang.

Dengan spirit berkarya manusia akan terdorong untuk senantiasa belajar. Mempelajari batu, pohon, air, gunung, bintang-gemintang, bahkan dirinya sendiri dan setiap fenomena yang menyertai pergerakan roda waktu. Segala benda, segala makhluk, serta hal yang berkaitannya dengannya adalah sarana bagi manusia untuk berkarya. Jika hal ini menjadi kesadaran bersama dan menjadi pengamala bagi setiap individu, kelompok masyarakat, bahkan suatu bangsa dan negara, tentu saja mereka akan menjadi sekelompok manusia yang unggul, kreatif, merdeka, dan mandiri. Baca lebih lanjut

Iklan
Dipublikasi di Jagad Nusantara | Tag , , | 1 Komentar

Milad Maneges Qudrah ke-7


Gambar | Posted on by | Tag , , , , | Meninggalkan komentar

Menguji Diri Dengan Kompetisi


Tidak hanya sekali dua kali, si Ponang belajar menulis. Menulis merupakan salah satu ketrampilan yang dapat menggali beberapa kemampuan sekaligus. Bagaimana peka terhadap sesuatu yang terjadi di sekitar kita, dapat diasah dengan menulis. Mengenai bagaimana menuangkan suatu fenomena menjadi bahasa tulisan yang menarik, tersaji runut dan runtut, ringkas namun jelas, menerapkan kaidah bahasa yang benar, semua hal tersebut dapat dipertajam dengan menulis.

 

Di samping dari sisi kecakapan menulis sebagaimana telah disinggung di atas, menurut hemat kami menulis juga dapat, menulis juga dapat melatih ketelitian dan ketelatenan seseorang. Menulis mendorong tumbuhkembangnya kemampuan literasi yang akan sangat menunjang efektivitas dan efisiensi cara komunikasi seseorang. Menulis mendorong seseorang untuk berani mengeksplisitkan pendapat, pandang, dan pemikirannya. Lebih jauh dari itu semua, menulis merupakan kerja mengabadikan diri seseorang sebagaimana ungkapan terkenal dari Pramudya Ananta Toer. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Sastra | Tag , , | Meninggalkan komentar

Pedagang Tidak Jujur dalam Bus AKAP


Anda pernah naik bus umum yang keluar Tol Cikampek melalui jalur Pantura Jawa Barat. Mungkin bus jurusan Jakarta-Cirebon, Jakarta-Tegal, Jakarta-Surabaya, Jakarta-Solo, Jakarta-Jogja, pokoke manawae lah yang melitas keluar Cikampek melalui Simpang Jomin. Setelah beberapa belokan, di kanan-kiri jalur bus yang kita lalui banyak toko penjaja oleh-oleh khas Priangan. Ada dodol garut, wajit, peuyeum, aneka kerupuk, dll.

Di daerah lintasan yang banyak toko oleh-oleh inilah biasanya ada satu atau dua orang yang menenteng karung. Mereka biasa menyetop bus untuk kemudian naik. Mereka bukan penumpang selazimnya yang memang ingin naik bus untuk menuju kota tujuan. Dan barang di dalam karung yang ditentengnyapun bukan barang bawaan biasa. Ya, mereka adalah pedagang asongan yang biasa menjajakan aneka makanan oleh-oleh untuk ditawarkan kepada para penumpang bus yang menuju kea rah timur tersebut. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Bubrah | Tag , | Meninggalkan komentar

Pesona Pantai Alam Indah Tegal


Tegal di Pantura Jawa Tengah sisi barat terbentang dari Gunung Slamet hingga sisi pantai utara Laut Jawa. Jika wisata di wilayah Kabupaten Tegal didominasi wisata alam pegunungan, maka Kota Tegal memiliki sebuah garis pantai yang mempesona. Pantai Alam Indah, demikianlah salah satu gisik segara yang ada di pinggiran Kota Tegal terebut dinamakan.

Menilik dari nama pantai yang disandangnya, Pantai Alam Indah bukanlah nama sebuah pantai yang hadir secara kebetulan. Berbeda dengan nama Parangtritis, Pelabuhan Ratu, Anyer, dan lain sebagainya, nama Alam Indah pasti bukan berasal-usul dari nama desa ataupun tempat dimana pantai tersebut berada. Pantai Alam Indah adalah nama komersil yang sengaja disematkan untuk menarik kunjungan wisatawan lokal, luar daerah, maupun dari mancanegara. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Wisata | Tag , , | Meninggalkan komentar

ALUMNI CAH DE: SOSOK#D28


Mendengar pertama kali nama teman saya sewaktu di bangku SMP 1 Muntilan yang satu ini, memang ada yang benar-benar terasa aneh. Namanya cukup unik. Sederhana namun sungguh menggelitik. Dan pastinya di luar kelaziman. Jika ada teman yang mengambil nama ikan, seperti Nila, itu biasa. Kata benda. Atau katakanlah nama edi,ning, tentrem, slamet, sugeng, arum, itu kata sifat. Puspa, melati, mawar, menik, mayang, yang ini nama-nama bunga alias kata benda pula. Tetapi khusus teman kami yang satu ini anehnya justru diambilkan dari kata kerja. Anda semua bisa menebak?

Mungkin kala itulah untuk pertama kalinya saya mendengar dan menemukan sebuah nama yang merupakan “kata kerja”. Apa iya? Nama orang kok kata kerja? Sebentar Lur, jangan dianggap saya sedang guyonan lho ya. Ini sungguhan, nama seseorang berasal dari kata kerja. Namanya adalah Sita. Ya kan? Percaya kan? Namanya Sita, kata kerja kan? Lengkapnya Sita Mutiara. Sita lho ya! Bukan Siti lho!  Nama Siti kebetulan ada juga di kelas kami. Dan baru akhir-akhir ini ketika saya nggothak-nggathuke nama-nama teman sekelas yang mirip-mirip nama kembarang, setelah nama Irwan dan Erwin, saya baru teringat ada nama Sita dan Siti. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Tokoh | Tag , , | 2 Komentar

Salah Asuhan Jaman Now


Apa yang terbayang jika Anda mendengar nama Hanafi? Bagaimana dengan Corie? Rapiah, Amak Mariyam, Sutan Batuah, Sutan Rajalelo? Bagaimana jika nama-nama tersebut dikaitkan dengan nama Abdoel Moeis? Sudah nyambung? Jika tanpa diperlukan tambahan clue-clue lebih lanjut untuk menebak konteks tema pembahasan kali ini, mungkin Anda memang termasuk generasi old. Setidaknya Anda pernah belajar atau membaca hal ihwal sastra Indonesia lama, khususnya pada Angkatan Balai Poestaka.

Bagaimana dengan anak jaman now? Mungkin juga mereka masih mendapatkan materi mengenai generasi lama sastra Indonesia, sehingga langsung klik dengan nama-nama semacam Hanafi, Cory, Rapiah dan lainnya yang telah saya sebutkan sebelumnya. Tapi mungkin juga ada kids generasi now yang kini sedang demen-demennya menyimak tayangan sinetron berjudul Salah Asuhan di salah satu stasiun televise swasta kita. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Sastra | Tag , , , | Meninggalkan komentar

Sederhana Namun Pemuh Makna


Tanpa terasa genap sepuluh tahun dirimu hadir melengkapi kehidupan keluarga kecil kita. Hadirmu pada Senin Pon dini hari membawa tubuh mungil nan prematur. Tangismu yang jarang terdengar semenjak bayi, senyummu yang menghibur kedua orang tuamu adalah merupakan tetesan kenikmatan surgawi yang tiada terkira.

Pun sebagai orang tua dan keluarga nan sederhana yang senantiasa menanamkan kesederhanaan sebagai pilihan hidup hanya apa adanya yang dapat kami berikan di hari-harimu sepanjang sepuluh tahun ini. Kemarin, tatkala hari kelahiranmu diperingati kembali bapakmu menawarkan sedikit kebebasan untukmu memilih makanan yang istimewa dan mungkin jarang-jarang kita nikmati bersama di hari istimewa,  “Ingin makan apa, ke restoran yang mana? Ayo pilih saja jangan ragu Nak! Ampera, KFC, atau apa saja boleh wis.” Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Kenyung | Tag , , | Meninggalkan komentar