Indonesian Lantern Festival 2017


“The Largest Cultural Exchange”

Malam adalah hitam. Hitam adalah gelap. Demikianlah kodrat yang berlaku di alam fana ini. Namun jika warna-warni pelangi menyingkap gelap gulitanya malam, apakah yang dapat kita persaksikan? Sungguh sebuah perpaduan supe kontras yang mengundang decak kekaguman tiada terkira. Hal inilah yang kami rasakan pada saat menyambangi Indonesian Lantern Festival 2017 di Tangerang mala mini.

21150254_10210752536471725_5837441053664831158_n

21231728_10210752538391773_481008938214396433_n

Dalam rangka memperingati dan mempererat hubungan sosial budaya antara bangsa kita dengan bangsa Tiongkok, digelarlah acara festival yang menampilkan warna-warni lampu lampion yang berpadu dengan bentuk kreasi seni yang unik dan sungguh luar biasa. Dikarenakan acara ini dikonsep dalam rangka mempererat tali persahabatan dengan bangsa tirai bambu, tentu saja kebanyakan lampion yang ditampilkan merupakan karya seni instalasi bercorak serba-serbi gaya budaya China. Ada bentuk Chinese mask, lumba-lumba, lion alias naga langit, Sam Pho Kong, jamur, aneka serangga, burung merak, boneka panda, masjid, onta, boneka rusia, kereta Cinderella, dan lain sebagainya. Baca lebih lanjut

Iklan
Sampingan | Posted on by | Meninggalkan komentar

Tips Mudah Menjatuhkan Sapi Hewan Kurban


Menyembelih hewan kurban harus dilakukan dengan kelembutan. Adalah tuntunan Kanjeng Nabi Muhammad agar kita sebagai manusia senantiasa mengasihi semua makhluk ciptaanNya. Berkaitan dengan hewan kurban, sudah tente proses penyembelihannya harus mengikuti kaidah dasar tersebut. Dengan demikian pada saat persiapan penyembelihan, kita harus memperhatikan adab dan tata cara penyembelihan hewan kurban dengan baik. Pisau harus benar-benar sangat tajam, sehingga hewan kurban tidak mengalami kesakitan pada saat menjelang ajalnya.

Berkenaan dengan hewan kurban berupa sapi, seringkali kali pada saat persiapan diperlukan usaha keras untuk dapat menjegal atau merobohkan sapi. Secara tradisional, beberapa orang berbagi tugas untuk menarik tali yang diikatkan pada kedua kaki sisi depan dan belakang. Tidak jarang pada proses tersebut, sapi gusar, stress, bahkan mengalami kesakitan. Hal ini harus dihindarkan.

Pada kesempatan ini kami ingin berbagi tips bagaimana cara merobohkan atau menjegal sapi dengan lemah lembut, penuh kasih saying, sehingga sama sekali tidak menyakiti hewan kurban tersebut. Di samping itu cara ini tidak memerlukan tenaga banyak orang karena bias dilakukan setidaknya oleh dua orang, atau bahkan cukup satu orang saja. Metode ini dikenal sebagai teknik Barley. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Religi | Tag , , , , | Meninggalkan komentar

Festival Tlatah Bocah XI Hadir Kembali


“TEPA SLIRA”. Saling menghormati. Saling menjaga perasaan. Saling bertoleransi. Saling asah, asih, dan asuh. Monggo Sedoyo!

Dusun Ngandong, Desa Ngargomulyo, Kec Dukun, Kab. Magelang.

Sabtu-Minggu, 10-11 September 2017

Dari Anak untuk Anak. Dari Orang Tua untuk Anak. Dari semua untuk Anak-anak tercinta. Anak harus bermain. Anak bukan mainan.

Dipublikasi di Jagad Budaya | Meninggalkan komentar

Kebersamaan Karnaval dan Jalan Santai Desa Polengan


Puncak Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-72 Desa Polengan MAGELANG

Bagi kami masyarakat dusun, peringatan Hari Kemerdekaan negara kita pada setiap 17 Agustus adalah hari raya. Bahkan untuk setiap kegiatan keramaian yang ditujukan untuk peringatan tersebut kami biasa menyebutnya sebagai “perayaan”. Berbeda dengan hari raya keagamaan sebagaimana Idul Fitri ataupun Idul Adha, perayaan tersebut adalah bukti kecintaan kami terhadap Republik Indonesia. Tanpa hari menjagorkan NKRI harga mati, kami sebenarnya sudah sangat paham arti mencintai Republik ini sepenuh jiwa dan raga kami.

Di masa kecil kami, perayaan senantiasa berpusat di pusat kecamatan. Tentu saja acara inti dari Perayaan Agustusan adalah upacara bendera yang dipimpin langsung oleh Pak Camat. Upacara bukan semata-mata urusan anak sekolah, pegawai pemerintah, para pramuka, para polisi, para tentara, para pamong, ataupun guru-guru. Upacara adalah milik kami semua. Maka pada upacara bendera tersebut berbondong-bondonglah warga masyarakat dari segenap kampung dan dusun memenuhi lapangan kecamatan. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Nusantara | Tag , , , , | Meninggalkan komentar

Angon Bocah ke Candi Gedong Songo


Mudik ke Magelang via Semarang pada Lebaran kemarin memang bukan hanya sebuah kebetulan. Dikarenakan setiap musim mudik Lebaran selalu susah mendapatkan tiket kereta api arah Jogja,  maka pilihan kami selalu mudik lewat Semarang. Dengan demikian, sekaligus mendayung satu-dua pulau terlampaui, maka kamipun sekaligus membuat rencana perjalanan. Salah satunya adalah menyambangi komplek percandian Gedong Songo di lereng Gunung Ungaran.

Demi efektivitas perjalanan bersama keluarga, maka untuk perjalanan lanjutan dari Semarang ke Magelang kami memilih menggunakan mobil sewaan. Berkenaan dengan mobil yang kami sewa sistemnya sewa harian, sekaliguslah sambil menuju arah Magelang kami meminta mampir ke Gedong Songo. Bukan tanpa sebuah alasan kenapa Gedong Songo. Meskipun saya pernah mengunjunginya, namun kami sekeluarga belum berkunjung secara bersama-sama.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Wisata | Tag , , | Meninggalkan komentar

Dilema Sepeda Motor untuk Sekolah Anak


Sebut saja tetangga samping rumah kami tersebut Pakde dan Bude. Mereka tinggal pada salah satu rumah petak yang ada di kampung kediaman kami. Tentu saja kondisi tersebut sangat berkaitan dengan mata pencarian keduanya di sektor informal dengan pendapatan yang hanya cukup untuk kehidupan sehari-hari.

Dari ketiga putra-putrinya, dua diantara yang terbesar sudah berumah tangga dan memiliki pekerjaan masing-masing. Adapun si Ragil, pada saat ini baru memulai pendidikan di bangku SLTA. Berkenaan dengan nilai kelulusan pada saat SMP serba pas-pasan, maka sekolah negeri yang semula diincar tidak dapat dimasukinya. Jadilah ia kemudian sekolah pada sebuah sekolah swasta.

Dari sisi lokasi, sekolah si Ragil tersebut sebenarnya hanya berada di kecamatan sebelah. Dari segi jarak tempuhpun sebenarnya juga tidak sebegitu jauh, mungkin tidak lebih dari jarak 5 km. Meskipun tidak berada tepat di pinggiran jalan, namun ada satu jalur angkot yang dapat mengakses mulut gang dari sekolah tersebut. Namun demikian, keluarga kecil tersebut pada saat ini tengah menghadapi dilema berkaitan pulang-perginya si Ragil ke sekolah. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Bubrah | Tag , | Meninggalkan komentar

Reportase dari Pameran Alutsista di Kecamatan Pinang ala Si Ponang


Pada hari Sabtu, tanggal 19 Agustus 2017, saya bangun lebih pagi. Saya bangun lebih awal karena saya masuk sekolah lebih pagi. Setelah saya bangun, saya makan. Selepas makan, saya mandi dan tidak lupa menggosok gigi.

Selesai mandi, saya berganti baju Pramuka. Tidak lupa saya menggunakan priwitan, tambang, dan hashduk. Setelah itu saya menonton tivi acara kartun Boboboy the movi

Akhirnya Bang Arman datang. Ia yang mengantar saya ke sekolah. Setibanya saya di sekolah, saya langsung meletakkan tas di sekolah. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Kenyung | Tag , | 2 Komentar

Dunia Terbalik Bendera Terbalik


Sehari dua hari ini, sebagaian dari masyarakat kita terlibat diskusi bahkan perdebatan yang seru mengenai merah-putih yang terbalik putih-merah dalam even pesta olah raga persabahatan di negara tetangga, SEA Games XIX. Ada yang bersikap moderat dengan memakluminya sebagai sebuah kekhilafan yang tidak disengaja. Namun ada meresponnya dengan membawa harga diri yang tinggi. Untuk yang kedua ini ada yang dilandasi rasa kecintaan dan nasionalisme yang menggelora, tetapi tidak sedikit diantaranya yang terbawa arus emosi sesaat.

Secarik bendera memang hanyalah sebuah kain. Secarik kain itupun kebetulan memiliki warna merah dan putih. Namun terlepas dari hanya sekedar secarik kain, sekedar warna merah dan putih, kitapun tentu paham akan makna sebuah simbol. Sebagai human symbolicum, manusia memaknai benda maupun karakteristik yang melekat kepadanya lebih dalam daripada sekedar perwujudan atau penampakan fisiknya. Sebagaimana manusia yang memiliki dimensi jiwa dan raga, fisik dan psikis, demikian halnya sebuah benda sebagai simbol. Demikian halnya dengan Sang Merah Putih kita! Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Bubrah | Tag , , , , | 2 Komentar