Daffa dan Sepeda


Gambar di bawah ini beberapa hari lalu sempat saya posting di halaman FB. Cerita yang tertangkap dengan latar hujan yang mengiringi si Daffa saat mencuci sepedanya adalah sambil mencuci sepeda berhujan ria. Bisa juga tujuan si bocah yang sebenarnya bukan mencuci sepedanya namun justru berhujan rianya. Maklum namanya juga bocah. Hujan adalah sebuah kemewahan untuk dinikmati sebagai bagian dari dunia permainan. Berhujan ria adalah bermain ria. Bukankah demikian?

Tentu hal tersebut di atas tidak sama sekali salah. Namun demikian, di balik sebuah foto atau gambar Daffa dan sepeda sesungguhnya ada latar cerita yang tidak kalah menariknya.

Daffa, anak kelas 2 sekolah dasar. Sekolahnya memang hanya di tetangga dusun yang hanya berjarak tak lebih dari 1 km. Pulang-pergi sekolah memang ia seringkali diantar jemput. Seringnya barengan maknya yang sekaligus berangkat mengajar di sebuah Mts yang sejalur. Kadangpun diantar oleh Mbah Utinya yang seorang pensiunan guru. Dulu saat masih hidup, Mbah Kakungnya juga sering mengantar. Maklum si Daffa baru kelas 2 sekolah dasar itu tadi. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Kenyung | Tag , | Meninggalkan komentar

Thai Mango Sticky Rice


ENAM HARI LIMA MALAM BERTUALANG KELUARGA KE BANGKOK (21)

Pernah merasakan nasi ketan? Itu lho, nasi yang ditanak dari beras ketan. Beras ketan sendiri, di negeri kita pada umumnya, merupakan jenis beras yang lebih sering dibuat untuk aneka kue ataupun camilan tradisional. Jika kita tahu lemper, wajik, krasikan, atau jadah, nah jenis makanan ini merupakan contoh dari makanan tradisional yang dibuat dengan bahan dasar beras ketan tadi.

Nah jika nasi ketan yang anget bin kebul-kebul itu dipadukan dengan mangga manis untuk dimakan bersamaan, apakah gerangan Anda semua pernah merasakannya? Nasi ketan anget dengan mangga manis ini merupakan salah satu menu spesial andalan kuliner kaki lima sampai restoran di negeri Thailand lho. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Wisata | Tag , , , | Meninggalkan komentar

Chatuchak Park dan Queen Sirikit Park Bangkok


ENAM HARI LIMA MALAM BERTUALANG KELUARGA KE BANGKOK (20)

Di tengah metropolitan Bangkok ada beberapa taman yang luas. Keberadaan taman-taman kota sebagai ruang publik dan ruang terbuka hijau menunjukkan komitmen yang kuat dari pemerintah setempat untuk menghadirkan sebuah kota yang asri, kota yang tetap memperhatikan kelestarian lingkungan hidup di sekitarnya. Jika beberapa kesempatan lalu kami tuliskan pengalaman beranjang sana ke Taman Lumphini, kali ini kami ingin bercerita tentang taman yang lain di Bangkok.

 

Taman ini lebih luas dibandingkan Lumphini Park, kawasan taman yang satu ini jauh lebih luas. Konon sebenarnya taman ini merupakan gabungan dari tiga buah taman yang berdekatan. Letak taman ini tepat berada di sisi utara Chatuchak Weekend Market, sisi utara kota Bangkok. Chatuchak Park, Queen Sirikit Park, dan Wachirabenchathat Park menghadirkan kawasan taman kota yang membentang luas dan membuat kaki super duper gembor jika kita ingin benar-benar menyusurinya. Dengan beragam koleksi vegetasi tanaman tanaman pepohonan yang lengkap, tiga taman ini hadir sebagai botanical gardennya Bangkok. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Wisata | Tag , , , , , | Meninggalkan komentar

Chatuchak: Pasar Oleh-oleh Murah-meriah ala Bangkok


ENAM HARI LIMA MALAM BERTUALANG KELUARGA KE BANGKOK (19)

Berkunjung ke suatu negara tanpa oleh-oleh? Bepergian dan pulang tak membawa buah tangan? Berwisata ke mancanegara tanpa cinderamata?  Tidak umum kali ya? Bahkan dalam konsep Sapta Pesona, pemerintah kita menempatkan cindera mata sebagai gongnya sebuah aktivitas pariwisata. Dapat dipastikan ketika kita mengunjungi suatu daerah, terlebih di manca negara, salah satu yang sering ditunggu-tunggu keluarga atau kolega dekat adalah oleh-oleh. Sebuah kelaziman pula saat kita berada di negara lain, kita juga merasa ada sesuatu yang ingin kita bawa pulang sebagai buah tangan untuk orang-orang tercinta dan terdekat.

Adalah sebuah kenyataan bahwasanya mata uang rupiah yang kita gunakan sehari-hari senantiasa memiliki perbandingan yang lemah terhadap mata uang asing. Kondisi ini menjadikan nilai tukar mata uang kita senantiasa kecil di mata mata uang negara lain. Nilai kurs yang tidak berimbang ini senantiasa menghadirkan rasa serba tidak murah (bahkan mahal) untuk membelanjakan uang di negeri orang. Tentu saja pasal ini lebih khusus bagi kalangan dengan kantong terbatas, sebagaimana keluarga kami. Oleh karena itu dalam memilih dan kemudian membeli oleh-oleh menjadi persoalan tersendiri. Tentu saja dengan keuangan yang terbatas kita tetap ingin membeli buah tangan yang unik, khas, menyimpan kenangan, dan pastinya yang murah asal meriah. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Wisata | Tag , , , | Meninggalkan komentar

IconSiam: Icon Mallnya Tepian Chao Phraya Bangkok


ENAM HARI LIMA MALAM BERTUALANG KELUARGA KE BANGKOK (18)

Siam mirip pengucapannya dengan Syam. Siam ada di Asia Tenggara, sementara Syam berada di wilayah Timur Tengah tepatnya kini di wilayah Syuriah. Siam sendiri merupakan nama klasik dari Kerajaan Thailand atau yang dikenal juga sebagai Muangthai. Nama Siam kini seolah hanya tinggal tersisa sebagai nama teluk luas yang berhadapan langsung dengan garis pantai Kota Bangkok. Teluk Siam bahkan membentang sepanjang garis pantai timur Negeri Thailand, pantai selatan Kamboja hingga Vietnam. Teluk ini juga berdampingan langsung dengan Laut China Selatan yang kini kita namakan dengan Laut Natuna Utara.

Nama Siam secara sosiokultural tentu sangat mengakar di sanubari setiap warga Negeri Gajah Putih. Bahkan tidak sedikit fasilitas modern bin kosmonitan terkini di Kota Bangkok mengadopsi nama Siam, salah satunya yang terbesar adalah IconSiam. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Wisata | Tag , , , , | Meninggalkan komentar

Asyik Asiatique Bangkok


ENAM HARI LIMA MALAM BERTUALANG KELUARGA KE BANGKOK (17)

Bangkok merupakan kota yang memiliki beragam spot destinasi wisata. Ada banyak destinasi wisata berupa situs dan tempat bersejarah. Ada wisata religius dengan ribua pagoda atau kuil Budhanya. Ada banyak taman kota. Ada wisata belanja modern dengan mal megah maupun night market. Salah satu destinasi wisata belanja dengan penataan modern namun masih tetap mempertahankan sisi tradisionalnya adalah Asiatique.

Asiatique merupakan pasar malamnya Bangkok. Kekhasan wisata Bangkok tidak terlepas dari denyut aliran sungai Chao Phraya. Jika nuansa eksotika Chao Phraya siang hari identik dengan the Royal Grand Palace atau Wat Arun di sisi hulu, maka nuansa malam Chao Phraya sangat identik dengan Asiatique di sisi  yang lebih hilir. Sekalilagi Asiatique adalah pasar malamnya Bangkok. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Wisata | Tag , , , | Meninggalkan komentar

KC Edisi Februari 2020


Monggo dihadiri bersama-sama.

Datang, duduk, lesehan, gratis dan barokah. Insya Allah.

Mukadimah lengkap, masih menunggu dari redaksi.

Dipublikasi di Jagad Maiyyah | Tag , , , , | Meninggalkan komentar

Menikmati Kerindangan Taman Lumphini Bangkok


ENAM HARI LIMA MALAM BERTUALANG KELUARGA KE BANGKOK (16)

Manusia secara alami senantiasa ingin berdekatan dengan alam. Manusia berasal dari alam. Manusia tidak akan pernah dapat dipisahkan dengan alam. Saat suatu lingkungan ala dibabat dan dijadikan menjadi sebuah pemukiman, berkembang menjadi desa serta kota, manusia memiliki kecenderungan untuk tetap mempertahankan kehadiran unsur alam di lingkungan tinggalnya. Demikian halnya sebuah lingkungan modern yang semakin mengkota dengan belantara bangunan beton, senantiasa didampingkan dengan taman kota.

 

Taman kota menggambarkan kehadiran unsur alam pada sebuah kota. Beberapa kalangan mengambil sudut pandang taman kota sebagai ruang terbuka hijau. Bangkok dengan perkembangan modernitaspun tidak ingin sama sekali meninggalkan keberadaan hutan dan taman kotanya. Salah satu taman kota yang cukup luas dan menjadi ikon penting pusat kota Bangkok adalah Taman Lumphini. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Wisata | Tag , , , , | Meninggalkan komentar

Ciplukan Bangkok, Ciplukan Jumbo ala Thailand


ENAM HARI LIMA MALAM BERTUALANG KELUARGA KE BANGKOK (15)

Tahu buah ciplukan? Siapa tidak kenal dengan buah yang paling digemari para bocah desa yang satu ini? Bentuk buah ini bulat seukuran kelereng. Namun jika suatu hari kita mendapatkan buah ini tidak lagi seukuran bola kelereng, bahkan segenggaman orang dewasa, sehingga lebih mirip sebagai buah jeruk, percayakah Anda? Mudahnya kita dapat menyebut buah satu ini sebagai ceplukan Bangkok.

Ciplukan atau ceplukan memilki nama latin Pysalis minima. Buah bulat nan lunak ini senantiasa terbungkus suatu lapisan kelopak buah yang sangat khas.  Kandungan airnya lumayan tinggi, sehingga sangat cocok dinikmati pada siang hari saat kondisi cuaca panas menyengat. Kesegaran akan segera terasa di kerongkongan sesaat setelah kita menyantapnya. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Wisata | Tag , | 3 Komentar

The Royal Grand Palace of Bangkok


ENAM HARI LIMA MALAM BERTUALANG KELUARGA KE BANGKOK (14)

Tempat tinggal seorang ratu adalah keraton, dari asal kata ke-ratu-an. Keraton inilah yang secara umum kita sebut sebagai istana. Setiap kerajaan tentu memiliki istana sebagai kawasan resmi raja yang sedang bertahta dengan keluarganya. Jika raja Inggris tinggal di Istana Buckingham, Sultan Brunei di Istana Nurul Iman, maka Raja Maha  Vajiralongkorn atau Raja Rama X yang saat ini bertahta di Kerajaan Thailand memiliki the Royal Grand Palace of Bangkok sebagai tempat pusat pemerintahan.

The Royal Grand Palace meskipun merupakan tempat tinggal resmi raja dan keluarga kerajaan namun faktanya raja yang saat ini bertakhta ternyata tinggal di Istana Sukhothai. Raja sebelumnya, Bhumibol Adulyadej (Rama IX) yang telah mengkat beberapa tahun silam juga memilih tinggal di Istana Chitralada. The Royal Grand Palace terakhir ditinggali secara resmi oleh Raja Mahidol (Rama VIII) yang meninggal secara misterius di dalam salah satu bagian bangunan yang ada di dalam istana. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Tokoh | Tag , , | Meninggalkan komentar