Batu Penyu Penunggu Laut Kidul


Karang dan ombak adalah satu kesatuan perjodohan. Karang simbolisasi darat, sementara ombak menjadi simbolisasi laut. Karang berpijak di atas tanah, sementara ombak menjadi teman karib sang air. Karang mewakili kekerasan dan kekakuan, sementara ombak  mewakili kelembutan dan kelenturan. Darat dan laut. Tanah dan air. Keras dan lembut. Kaku dan lentur. Semua senantiasa berpasangan. Ibarat langit dan bumi. Ibarat siang dan malam. Demikianlah sabda alam telah menautkan antara karang dan ombak.

 

Karang dengan tebing-tebing curamnya di Pantai Selatan sisi timur wilayah Yogyakarta memang senantiasa menghadirkan keistimewaaan yang beraneka ragam. Demikian halnya dengan hempasan ombak yang menerjang karang-karang tersebut. Bergulung-gulung senantiasa tiada pernah ada habisnya. Mereka adalah kesatuan pagar alam yang membentengi wilayah darat di sisi belakangnya. Baca lebih lanjut

Iklan
Dipublikasi di Jagad Alam | Tag , , | Meninggalkan komentar

Keluarga Klapaloro: Paseduluran Tanpa Batas


Pak Hadi Sularno dan ibu. Lelaki dan perempuan usia lebih dari paruh baya itu saya kenal hampir dua puluh tahun silam. Sekian lama waktu terentang dan sekian jauh jarak terbentang telah memisahkan kami. Namun demikian seolah rentangan waktu dan bentangan jarak tersebut tidak bisa memutus tali persaudaran yang terjalin. Hal ini terasa tatkala di pekan lalu, kami sekeluarga kembali menyambangi rumah asri di Klapaloro,wilayah Giripanggung, Tepus, Gunung Kidul. 

Pasangan suami istri dari wilayah Gunung Kidul Selatan tersebut nampak tidak terlalu berubah raut muka maupun perawakannya. Kebetulan ketika kami tiba, dua suami-istri tersebut sedang bersantai diri di teras rumah. Sedikit pangling sesaat dengan saya, namun sekejap kemudian ingatan mereka langsung pulih. Kamipun bersalaman. Sungguh sebuah pertemuan yang mengharu-biru. Bagaimanapun mereka berdua adalah sosok-sosok yang dekat selayaknya orang tua sendiri. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Nusantara | Tag , , , | Meninggalkan komentar

Latar: Ruang Eksplorasi dan Ekspresi Anak-anak Kita


Main, bermain, dan permainan. Dolan dan dolanan yang semakna dengan kata main dan bermain, memang identik serta tidak bisa terpisahkan dari dunia anak-anak. Anak harus bermain. Anak ya kudu dolanan. Dunia anak adalah dunia permainan. Pola pengenalan seorang anak untuk mengekplorasi lingkungan sekitarnya, bahkan dunia yang jauh lebih luas, lebih sering dilakukan dengan cara bermain dan memainkan suatu permainan. Dalam pertumbuhan dan perkembangan jiwa-raga, fisik-psikis, lahir-batinnya, dari tindakan-tindakan eploratif seorang anak muncullah berbagai ekspresi dalam rangka pembentukan mental, jati diri dan karakternya sebagai persiapan untuk menjadi manusia yang lebih dewasa.


Terkait proses eksplorasi dan ekspresi seorang anak, sesungguhnya dibutuhkan ruang-ruang eksplorasi dan ekspresi yang menunjang. Ruang tersebut tidak hanya dalam pengertian fisik, namun tentunya juga ruang-ruang psikis yang turut mendukung.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Nusantara | Tag , | Meninggalkan komentar

Opar-oper Penumpang ala PO Santosa


Santosa, armada bus yang satu ini memang telah melegenda dari jaman ke jaman. Dengan dukungan kru pengemudi yang trengginas nan berpengalaman, armada ini membranding diri sebagai bus malam cepat. Dalam beberapa dekade konon tidak ada armada bus lain yang mampu menyamai ketepatan waktu bus yang selalu lebih gasik tiba di kota tujuan. Dengan layanan jalur Wonosari, Yogyakarta, Magelang, Temanggung, hingga Jakarta, bus ini menjadi favorit perantau ibukota yang hilir mudik ke kampung halaman. Ada yang langganan mingguan, bulanan, ataupu sekedar tahunan saat mudik lebaran.

Seiring waktu tidak bisa dipungkuri adanya penuaan di dalam tubuh armada bus yang berpangkalan di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Magelang ini. Bus-bus dengan mesin dan bodi yang semakin tua masih jarang mendapatkan sentuhan peremajaan. Demikian halnya kru angkut, baik pengemudi dan para kenek, juga semakin senja dimakan usia. Meskipun dari sisi pengalaman yang tua tentu syarat dengan pengalaman dan jam terbang yang tinggi, namun ketrampilan dan ketrengginasannya dalam mengemudikan bus tentu menurun. Jarak pandang, konsentrasi, daya tahan tak data dielak tentu beda dengan saat-saat mereka masih muda. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Bubrah | Tag , , , | 2 Komentar

KC Edisi September 2018


Monggo dihadiri bersama-sama. Datang, duduk, lesehan, gratis dan barokah. Insya Allah. Mukadimah lengkap, silakan disimak di sini

Dipublikasi di Jagad Maiyyah | Tag , , , , | Meninggalkan komentar

Roda Bahagia Roda Derita


Di sela-sela kemeriahan acara closing ceremony Asian Games XVIII di televisi, mendadak beberapa baris kata bermaka muncul. “ Tidak ada derita yang abadi. Tidak ada bahagia yang abadi,” demikian tulisan itu menyampaikan pesan. Dalam konteks kehidupan di alam fana saat ini, tentu hal tersebut sangat benar dan masuk akal. Hidup ibarat roda yang berputar. Kadang bahagia menyapa. Kadang derita melanda. Itulah warna-warni hidupnya kehidupan.


Tanpa bermaksud mencocok-cocoknya ataupun anthuk-gathuk, apalagi gothak-gathik-gathuk, namun kata-kata penuh makna tersebut seolah mampu mewakili suasana hati yang melanda hari ini. Sepekan silam di hari kepulangan di kampung halaman, demikian dhok sampai di rumah, salah satu cerita yang terbagi adalah cerita yang pilu. Dua orang, kakak beradik, kebetulan juga tetangga dan masih termasuk saudara keluarga besar terbaring sakit dii rumah sakit. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Ngisor Blimbing | Tag , , | Meninggalkan komentar

Aplikasi Smartphone untuk Petani


Pernah dengar Plantix? Aplikasi cerdas pada smartphone untuk membantu kerja para petani. Lho, ada po? Ha rumangsane jadi petani itu alatnya hanya cangkul dan sabit terus? Jaman semakin modern masbro! Internet dan android juga telah merambah karang padesan. Tidak perlu heran jika petanipun sudah mahir menggunakan smartphone. Soal telpon, sms, dan kini WA-an, mereka tidak ketinggalan dengan sedulur-sedulurnya yang di kota. Dan aplikasi yang satu inipun mulai dikenal oleh petani kita di beberapa tempat.

Mendengar berita ibu saya yang semalam diundang untuk penyuluhan soal pemberantasan hama oleh para mahasiswa yang kebetulan tengah KKN di kampung halaman kami, saya jadi ikut-ikutan googling dan ketemulah dengan si Plantix ini. Plantix merupakan sebuah aplikasi berbasis android untuk mengenali jenis-jenis penyakit pada tanaman. Bagaimana penggunaannya? Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Alam | Tag , , | 3 Komentar

“Aspek-aspek” Dalam Jumátan


Demi mendengar sang khatib Jumát menyebutkan aspek spiritual dan aspek sosial sebagai dimensi dari ibadah Qurban di minggu lalu, si Noni langsung bangkit rasa ingin tahunya. “Aspek ki opo to Pak? Aspek kui lho! Opo?….Opo?” si Noni langsung memberondongkan pertanyaan. Memang tidak hanya sekali-kali si Noni turut ikut Jumatan Bersama saya dan mamasnya.

Saya yang ditanyai justru menjadi serba salah dan pekeweuh. Mau menjawab kok pas sedang Jumátan dan khatibnya sedang berkhutbah. Tidak dijawab kok sangat kasihan melihat si Noni merengek-rengek. Bahkan ketika dikode untuk diam dulu, si Noni semakin melotot dan semakin keras, “Opo Pak? Opo? Aspek kuwi lho Pak, opo?”  Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Uncategorized | Tag , , | 2 Komentar