Menikmati Masjid Agung Bandung


Hidup adalah sebuah perjalanan. Hidup juga merupakan suatu pengelanaan. Dalam sebuah perjalanan pengelanaan, kita mendapatkan banyak pengalaman. Mengenal sebuah tempat baru, bertemu dengan orang-orang baru, mengetahui tradisi dan adat-istiadat masyarakat setempat, dan lain sebagainya.

Salah satu ikon sebuah kota yang menjadi menu wajib untuk kami kunjungi pada saat bertandang ke sebuah kota, wilayah, atau daerah, adalah masjid. Bagi ummat muslim, masjid tidak hanya sekedar menjadi tempat ibadah. Masjid adalah pusat hidup manusia muslim. Dari tempat mulia inilah semestinya setiap pribadi muslim meletakkan pondasi nurani yang selanjutnya menjadi alas bagi pola pikir, sikap, dan tindakan atau perilakunya sehari-hari. Bagaimana dengan Bandung? Baca lebih lanjut

Iklan
Dipublikasi di Jagad Religi | Tag , , , | Meninggalkan komentar

Kenduri Cinta Edisi Mei 2019


Monggo dihadiri bersama-sama. Datang, duduk, lesehan, gratis dan barokah. Insya Allah. Mukadimah lengkap, segera rilis.

Dipublikasi di Jagad Maiyyah | Tag , , , , | Meninggalkan komentar

Butir-butir Mutiara Kemuliaan Ramadhan


Alkisah pada suatu ketika di masa Kekaisaran Iskandar Zulkarnain. Saat pasukannya dalam masa peperangan yang sungguh berat dan ditimpa dalam keletihan yang mendera, suatu ketika pasukannya harus menyeberangi sebuah sungai di malam yang sungguh gelap gulita. Sebelum menuruni lembah dan menyeberangi sungai, ia mengamanatkan sebuah perintah penting untuk segenap pasukannya.

“Wahai pasukanku yang gagah berani. Sebentar lagi kita harus menyeberangi sungai di depan. Malam akan semakin gelap dan kita suka tidak suka harus menyeberanginya dalam gelap gulita tanpa lentera. Saat kalian nanti menginjak dasar sungai, rasakan apa yang terinjak di kaki. Ambillah dan bawalah. Masukkan ke dalam tas atau apapun untuk dapat membawanya,” perintah Zulkarnain jelas. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Religi | Tag , , | Meninggalkan komentar

Bersih Diri, Bersih Jiwa Bersih Raga Sambut Bulan Mulia


Ramadhan adalah bulan mulia. Berbagai pahala dan kemulian digelar sebulan penuh. Ramadhan sekaligus menjadi bulan suci. Tidak saja bulannya yang suci, Ramadhan juga hadir untuk mensucikan bagi siapapun insan beriman. Ramadhan menjadi bulan ujian sebagai batu pijakan untuk meraih tingkatan ketaqwaan yang lebih tinggi lagi dibandingkan tahun-tahun lalu.

Ramadhan bulan suci. Bagi jiwa insan beriman yang ingin memasuki bulan suci, sudah sepantasnya dan semestinya bila setiap pribadi muslim juga mempersiapkan diri dengan kondisi yang lebih suci, baik suci raga maupun suci jiwa. Kondisi penyiapan diri dalam kesucian ini dalam rangka memuliakan kedatangan Ramadhan dan yang lebih penting lagi dalam rangka kesiapan mental, psikis, dan psikologis agar nantinya kita dapat mempergunakan waktu di bulan Ramadhan dalam rangka sebaik-baiknya ibadah guna mencapai derajat taqwa yang lebih tinggi. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Budaya | Tag , , , , | Meninggalkan komentar

Tangkuban Perahu di Benak Para Bocah


Sangkuriang tersenyum lebar. Danau luas dengan taman air dan perahu-perahu pelancongan sudah mendekati selesai. Pekerjaannya begitu rapi dan paripurna. Siapapun, bahkan Dayang Sumbi pasti akan berdecak kagum atas karyanya. Sementara hari baru beranjak melewati puncak malam untuk berganti dengan dini hari. Pagi masih akan sejenak menjelang. Sangkuriang berhasil memenuhi permintaan Dayang Sumbi kekasih hati. Ia memang pemuda sakti dengan segala prewangannya.

Dengan segala daya upaya tentu Dayang Sumbi tidak membiarkan Sangkuriang untuk berhasil memenuhi permintaan yang ia persyaratkan. Bagaimanapun Sangkuriang adalah darah dagingnya sendiri. Ia adalah putranya yang hilang di tengah rimba. Singkat cerita ia berhasil mendatangkan bayang pijar sinar fajar. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Wisata | Tag , , , , | Meninggalkan komentar

Maribayar di Lodge Woodland Maribaya


Maribaya, sebuah wilayah bergunung jurang di utara Bandung. Wilayah ini masih merupakan bagian dari Lembang, sebuah kawasan destinasi wisata yang sangat favorit.

 

Sebuah keuntungan tersendiri ketika kami menginap di sekitar jalur Dago atas. Untuk menuju Lembang, kami tidak perlu melalui jalur Setiabudi atau Ledeng yang di kesehariannya senantiasa padat dan penuh kemacetan. Dari Dago atas, Lembang justru lebih dekat dicapai melalui Maribaya. Jalur ini tergolong sebagai jalur pintas yang lebih pendek. Di pagi hari selepas menikmati sarapan, pukul 07.30 kami meluncur menuju Maribaya. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Wisata | Tag , , , , | Meninggalkan komentar

Santai Sore di Pelataran Gedung Sate


Kota ini berjuluk Kota Kembang. Pun dulu para ningrat kolonial menyebutnya sebagai Paris van Java. Peuyem dan wajit menjadi makanan khas yang menjadi sajiannya. Tidak pernah masyarakat di kota ini maupun tamu yang mengunjunginya menemukan sajian sate bandung. Namun sungguh ada satu hal yang aneh berkenan dengan kota ini. Tetiba saja ia memiliki Gedung Sate. Saya dulu berpikir yang paling cocok memiliki gedung sate, ya Pulau Madura. Secara sate Madura lebih tenar semenjak Bu Bariyah jualan di serial si Unyil. Kok justru Gedung Sate ada di Bandung ya? Hanya karena enam tusukan buah jambu air di puncak gedung terus tersebutlah Gedung Sate. It’s just simple like that!

 

Ah, bagaimanapun sejarah asal-usul nama Gedung Sate, tokh siapapun yang bertandang ke pelatarannya akan disuguhi dengan landmark unik berlatar penampakan gunung Tangkupan Perahu yang sungguh menawan. Keindahan dan keelokan panorama inilah yang menjadikan pemerintah kolonial saat itu memilih lokasi pembangunan sebuah gedung yang sempat digadang-gadang sebagai pengganti kantor gubernur jenderal yang akan dipindahkan dari Buitenzorg setelah sebelumnya beralih dari Batavia.  Gedung megah berarsitektur indah itulah yang kini dikenal sebagai Gedung Sate. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Wisata | Tag , , , | Meninggalkan komentar

Berkunjung ke Bandung


Bandung merupakan salah satu kota yang pernah menjadi tempat persinggahan perjalanan hidup saya. Setidaknya 2,5 tahun menuntut ilmu di salah satu perguruan tinggi yang ada di Kota Kembang tersebut telah menerbitkan banyak kisah dan kenangan. Tidak berlebihan jika kemudian pada momentum tertentu, saya berkeinginan untuk berbagi kisah dan kenangan tersebut dengan keluarga, terutama anak-anak.

Meskipun Bandung hanya berjarak 3 jam perjalanan kereta api dari Jakarta, namun keterbatasan pilihan akses angkutan umum yang nyaman bin cepat (tepat waktu) membatasi bahkan menunda setiap rencana kepergian kami ke Bandung. Nah, secara kebetulan libur hari Pemilu minggu lalu berderetan dengan tanggal merah Hari Raya Paskah. Kamipun secara kompak kemudian meliburkan diri untuk secara khusus tetirah alias berkunjung ke kota yang juga berjuluk Paris van Java tersebut. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Nusantara | Tag , , , | Meninggalkan komentar

Dimensi Kebarokahan dalam Hidup


Meskipun tidak selalu, dalam setiap ungkapan doa pengharapan kita mendambakan kebarokahan. Kebarokahan atau keberkahan seolah menjadi pelengkap atau bahkan penyempurna sesuatu yang diungkapkan melalui doa tersebut. Ketika mengenangkan umur, kita berharap umur panjang yang barokah. Apabila kita tengah ataupun telah selesai menuntut ilmu di bangku pendidikan, kita sudah pasti mengharapkan ilmu yang bermanfaat dan barokah. Saat memohon rejeki halal, kitapun melengkapinya dengan rejeki yang halal dan barokah. Sejatinya apakah makna di balik kata barokah atau berkah tersebut?

Dalam sebuah uraian tausiah pada acara haflah attasyakkur lil ikhtitam di Pondok Pesantren Nurul Falah, Tegalrandu, Magelang pekan lalu, Gus Yusuf mengungkapkan, “ Para santri didik untuk menjadi manusia utama yang memiliki kecerdasan dan ilmu yang barokah. Ilmu yang barokah adalah ilmu yang mendorong pemiliknya untuk lebih taat dalam bertakarub kepada Allah. Dengan ilmu yang dimiliki, orang jadi lebih ringan untuk beribadah, lebih ringan dalam sholatnya, lebih enteng dalam berjamaah, dan lain sebagainya. Intinya ilmu yang barokah mendorong untuk lebih beriman, lebih bertakwa, lebi ikhsan, dan lebih dekat dengan Gusti Allah.” Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Religi | Tag , , | Meninggalkan komentar

Korupsi Candu Kehidupan: Ungkapan Seorang Novel Baswedan


Korupsi kita yakini sebagai penghancur utama sendi peradaban. Krisis moralitas yang tak berkesudahan di negeri ini sangat erat keitannya dengan mentalitas koruptif. Tidak hanya di kalangan pejabat tinggi, pejabatan rendahan, pengusaha, hingga warga biasa tidak sedikit yang melakukan tindakan korupsi. Tindakan korupsi bisa berkaitan dengan suap-menyuap, sogok-menyogok, mark-up anggaran, nyunat dana yang turun, penggelapan. Intinya berpangkal dari tindakan ketidakjujuran.

Pemilu merupakan kesempatan warga negara untuk menggunakan hak guna mendapatkan pemimpin dan wakil rakyat yang bersih, jujur, dan bebas dari tindakan korupsi. Dalam beberapa kesempatan kampanye, beberapa calon ataupun partai politik tentu ada yang mengangkat dan memberikan janji-janji untuk memberantas korupsi di negeri ini. Namun demikian, secara tampak nyata bin wela-wela ketok mencolok mata, ada pula tidak sedikit partai yang mencalonkan tokoh-tokoh kotor yang bahkan pernah secara nyata dan terbukti secara hukum pernah melakukan tindakan rasuah. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Maiyyah | Tag , , , , | Meninggalkan komentar