Arsip Kategori: Jagad Kenyung

Mbah Google dan Kid Jaman Now


Anak-anak ber-gadget ria adalah suatu kelaziman di era milenial saat ini. Dua-tiga dekade lalu di masa prainternet, anak-anak masih umum bermain di tanah lapang. Belajar tentang ilmu pengetahuanpun dilakukan dengan segala keterbatasan sarana dan prasarana. Buku dan guru masih menjadi … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Kenyung | Tag , , , | 1 Komentar

Kolaborasi Melukis Pagi Bersama Noni


Jumat pagi di medio November. Sebagaimana November Rain-nya GNR, pagi itupun cuaca sedikit mendung. Dalam keremangan terbitnya sang fajar, kebetulan saya buka plastik buku berjudul Sekolah Biasa Saja karya catatan Toto Rahardjo dari Sanggar Anak Alam (Salam) Yogyakarta. Selepas membaca … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Kenyung | Tag , , | Meninggalkan komentar

Gangsingan Bambu dan Dunia Anak Merapi


Hari baru beranjak dari pagi ke siang. ­Sejumlah anak-anak yang masih berpakaian seragam Pramuka maupun batik, nampak merapat ke Pendopo Balai Desa Sumber. Di pendopo itu telah ada beberapa lingkaran kecil anak-anak yang telah datang lebih dulu. Hari itu merupakan … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Kenyung | Tag , , , , , , | Meninggalkan komentar

Back to Tradition, Back to Traditional Games


Tradisi sebenarnya mengacu kepada suatu perbuatan yang dilakukan secara sadar dan berulang ulang. Tidak saja dilakukan secara individu,  perbuatan berulang itu dilakukan dalam suatu kelompok, bahkan satu kelompok masyarakat yang lebih luas. Tradisi ataupun tradisional sama sekali tidak ada hubungannya … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Kenyung | Tag , | Meninggalkan komentar

Harapan Kepada Anak Zaman


Nak, jauh sebelum dirimu dihadirkan menjadi amanat Tuhan di keluarga kecil kita, bahkan sebelum Bapakmu yang lemah ini dipertemukan dengan Ibumu, terngiang di bawah kesadaran alam pikiran Bapakmu ini tentang sebuah harapan jauh di masa depan. Bumi akan terus berotasi … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Kenyung | Tag , , , , | Meninggalkan komentar

Surga dan Pecel Lele


Mendengar sebuah tayangan religius dari sebuah stasiun tivi bahwa kelak ketika manusia masuk surga maka segala permintaannya akan data langsung dikabulkan, si Ponang langsung nyeletuk, ”Aku mau minta pecel lele setiap hari ah…” Dipikirnya surga itu warung pecel lele apa … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Kenyung | Tag , | Meninggalkan komentar

Nonton Janthilan


Pada siang hari, selepas tiba di rumah Mbah Kakung, saya diajak Daffa menonton janthilan. Akhirnya kamipun berangkat. Saya menonton janthilan di Dusun Larangan. Saya menonton janthilan bersama Daffa, Nadya, dan Bulik. Perjalanan dari Dusun Kronggahan ke Dusun Larangan tidak begitu … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Kenyung | Tag , , , | 3 Komentar

Teh Hangat Empat Puluh Ribu


“Tidak saya sangka, ternyata harga teh hangatnya senilai Rp. 40.000 rupiah. Wah ternyata harganya mahal juga ya!” kenang si Ponang. Pada hari Minggu jam tujuh pagi, saya sudah berangkat ke bandara. Saya berangkat ke bandara karena saya ingin pergi ke … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jagad Kenyung | Tag , , | 2 Komentar