Hari Pertama Masuk Sekolah Tahun Ajaran 2020


Senin, 13 Juli 2020 hari kemarin, seharusnya menjadi hari pertama masuk sekolah di Tahun Ajaran 2020/2021. Baju baru, tas baru, sepatu baru, buku baru, sekolah baru, teman baru, guru baru biasa mewarnai hari pertama masuk sekolah. Namun pemandangan tahun ini di berbagai sekolah sungguh berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Berkenaan dengan situasi pandemi corona yang masih belum mereda, anak-anak terpaksa masih harus belajar di rumah. Sekolah sistem daring nampaknya belum akan segera berakhir.

Sistem daring pada kenyataan tidak dapat dilaksanakan sepenuhnya secara optimal. Banyak kendala dan hambatan di lapangan. Bagi keluarga yang memiliki akses jaringan internet, memiliki smartphone atau laptop, mampu menyediakan langganan paket pulsa, tentu bersekolah secara daring tidak begitu menjadi persoalan. Namun bagaimana dengan teman-teman dan keluarga yang kurang beruntung, tidak memiliki sarana dan prasarana koneksi internet, tidak memiliki kesanggupan membeli atau berlangganan paket data, atau mungkin tinggal di daerah pelosok yang sama sekali belum terjangkau jalur komunikasi. Lalu bagaimana mereka belajar ya?

Tidak perlu jauh-jauh yang tinggal di wilayah pelosok yang terisolir, kami yang tinggal di pinggiran ibu kotapun menjumpai tetangga kanan kiri yang tidak bisa memberikan sarana belajar daring kepada anak-anaknya. Menghadapi kondisi demikian, akankah kemudian anak-anak tidak belajar? Belajar bersama, satu rombongan anak-anak yang seusia kemudian menjadi pilihan kami. Bagaimanapun kondisi dan serba keterbatasan yang dihadapi, semangat dan spirit anak-anak untuk terus menuntut ilmu tidak boleh padam apalagi dipadamkan. Anak-anak harus terus belajar.

Adalah teras sempit Ranah Bocah kemudian sering menjadi tempat berkumpul, bermain, dan belajar bagi anak-anak di kanan-kiri rumah kami. Tentu saja suasana permbelajaran yang terbangun ya hanya ala kadar, mengikuti air mengalir. Tidak ada kurikulum, format, ataupun metode pembelajaran yang diacu. Spirit utama yang ingin dijalankan adalah memastikan anak-anak tetap belajar, tetap menggali ilmu, tetap mendapatkan pengetahuan baru dengan suasana santai dan menyenangkan.

Proses pembelajaran yang paling membuat anak-anak antusias justru model pengenalan obyek langsung. Kami bisa saling bercerita, menggali pengetahuan tentang tunas kelapa (kebetulan di kebun belakang rumah banyak buah kelapa jatuh berserakan yang tidak dimanfaatkan). Dari pengamatan terhadap tunas kelapa, anak-anak bisa mengamati dan mencermati apa itu buah kelapa, membayangkan pohonnya seperti apa, apa saja bagian-bagian pogonnya, beda antara kelapa muda dan kelapa tua, apa itu tunas kelapa, apa tunas pramuka, hingga nyambung tepuk pramuka.

Di lain hari kami mengamati kambing-kambing miliki Pak Ustadz di pekarangan sebelah, kebetulan saat ini menjelang Hari Raya Qurban. Anak-anak bisa mengeksplorasi rupa kambing, apa makanannya, apa kegunaan, akan diapakan kambing tersebut di Hari Raya Qurban, diapakan kemudian daging sembelihannya dan lain sebagainya.

Di kesempatan lain, anak-anak asyik bermain masak-masakan. Anak-anak, terlebih yang perempuan, sangat imajinatif memasak sebagaimana ibu mereka di dapur. Bagaimana mempersiapkan perabotan, membuat tungku sederhana dari batu bata, menyalakan api, meracik bumbu dan sayur mayur. Dalam kesempatan tersebut anak-anak bisa lebih mengetahui dan memahami apa manfaat api, apa bahayanya, bagaimana menggunakan api dengan tetap memperhatikan keselamatan diri dan sekitarnya

Akhirnya, sedikit kesimpulan yang bisa ditarik bersama. Dalam situasi apapun semangat anak-anak untuk menimba ilmu jangan sampai padam. Apapun kondisi keterbatasan harus disikapi dengan kreativitas untuk menjadikan apapun di sekitar rumah kita sebagai sarana pembelajaran. Demikian, bagaimana pendapat para pembaca. Monggo.

Ngisor Blimbing, 14 Juli 2020

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang rakyat kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Kenyung dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s