Mengenal Tunas Kelapa Bareng Ranah Bocah


Corona sudah sekian bulan melanda. Anak-anakpun selama sekian bulan tersebut tidak lagi belejar di sekolah. Dengan kondisi pandemi yang terus meningkat dan belum sepenuhnya terkendali, anak-anak belajar di rumah. Masa Ujian Nasional lewat dengan pembatalan pelaksanaannya. Masa ujian akhir semester dan kenaikan kelas juga tidak terengkuh para adik-adik para siswa. Bahkan kelulusan dengan segala ritual selebrasinya lewat begitu saja.

Sekian lama sekolah tanpa guru dan tanpa sekolahan tentu sedikit banyak membuat anak-anak merasa jenuh. Pembelajaran online yang tidak sepenuhnya berjalan baik dengan berbagai kendala yang ada, diakui atau tidak, tidak sepenuhnya berlangsung sebagaimana yang diharapkan. Setiap hari melototin hand phone atau laptop, setiap hari hanya menerima tugas dari guru untuk mengerjakan pekerjaan rumah, tentu membuat kondisi psikologis anak-anak kita membutuhkan kesegaran tersendiri.

Dalam kondisi demikian, orang tua harus menjalankan banyak peran yang melengkapi peran guru jarak jauh. Menghadapi anak sendiri maupun anak tetangga kanan-kiri yang jenuh dengan corona, yang semakin kehilangan kenyamanan bersekolah online, yang semakin tidak terjangkau penanganan yang semestinya, maka kamipun menggagas beberapa aktivitas yang bisa menjadi media pembelajaran sekaligus permainan edikatif bagi anak-anak. Dalam keadaan super jenuh menerima pembelajaran yang lebih bersifat teoritis, anak-anak tentu saja sangat merindukan pola pembelajaran yang langsung menyentuh obyek, pembelajaran yang menitikberatkan aktivitas praktik. Dari pemikiran inilah, Ranah Bocah menggagas belajar bersama dengan mempelajari lingkungan sekitar rumah. Salah satunya adalah belajar mengenal tunas kelapa.

Aktivitas pembelajaran mengenal tunas kelapa kali ini kita lakukan dengan berbincang dan diskusi santai. Untuk lebih memberikan daya tarik dan membangkitkan antusiasme anak-anak, kami sengaja merekam aktivitas untuk kemudian ditayangkan di channel youtube Ranah Bocah. Anak-anak bahkan mengistilahkan aktivitas kami tersebut sebagai chalange, melakukan sebuah tantangan bersama.

Pembahasan mengenai tunas kelapad dimulai dengan melempar pertanyaan benda apa yang tengah dihadapi bersama. Apa benda yang dilihat? Apa itu buah kelapa, kelapa muda, kelapa tua, hingga tunas kelapa. Apa saja bagian-bagian dari pohon kelapa. Apa saja kegunaan masing-masing bagian tersebut. Dari titik inilah kemudian secara berurutan meluncur pertanyaan sekaligus jawaban yang lain. Dengan cara dialogis berdialektika, anak-anak sangat bersemangat. Apabila ada pertanyaan yang tidak dapat dijawab oleh anak-anak, barulah kami memberikan penjelasan sejelas-jelas.

Pola aktivitas seperti yang sedang kita bahas kali ini sesungguhnya bisa diterapkan sebagai pola pembelajaran bidang ilmu atau mata pelajaran apapun. Pada intinya dalam setiap aktivitas pembelajaran, anak-anak harus dibawa dalam sebuah kondisi yang santai, rileks, bebas, tanpa tekanan. Sebisa mungkin nuansa bermain harus diterapkan. Dengan demikian anak-anak tidak merasakan belajar itu berat dan tidak mengenakkan. Belajar sambil bermain dan bermain sambil belajar. Dengan perasaan sedang bermain kita arahkan pikiran bawah sadar sekaligus kesadaran anak-anak benar-benar merasa sekedar bermain namun menghasilkan suatu tambahan pengetahun dan pengalaman pebelajaran yang mendalam.

Ngisor Blimbing, 12 Juli 2020

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang rakyat kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Kenyung dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s