Dongeng Virus untuk Anak-anak


Seri Belajar di Rumah Belajar di mana Ajah (1)

Corona telah melanda dunia. Anak-anakpun tidak lagi bisa sekolah sebagaimana biasanya. Anak-anak harus menjalani belajar dan sekolah di rumah ajah. Anak-anak tentu kebanyakan tidak paham kenapa harus demikian. Apa yang tengah terjadi? Kenapa dengan corona? Apa itu corona? Tentu saja anak-anak selintas telah kenal dengan corona dalam situasi seperti ini. Momentum ini tentu juga bisa menjadi pembelajaran dan pengalaman berarti bagi anak-anak.

Akan sangat lebih baik jika ayah-bunda di rumah dalam situasi saat ini dapat memberikan pengenalan sedikit lebih dalam tentang makhluk bernama virus kepada anak-anak. Obrolan ringan, bahkan gaya bercerita ala dongeng, akan sangat mudah dipahami. Hal ini tentu akan menjadi stimulus terhadap rasa ingin tahun anak-anak yang tinggi mengenai apa itu virus. Dongengan tentang virus akan menjadi pengetahuan baru bagi anak-anak yang tentu akan berguna bagi masa depannya.

Lalu darimana ayah-bunda akan mulai memperkenalkan virus kepada putra-putri tercinta. Banyak cara dan gaya cerita yang dapat dipilih untuk memulai pengenalan virus. Ayah-bunda bisa memulai dari Sang Maha Pencipta, Allah SWT. Tuhan sebagai Maha Pencipta disebut sebagai khalik. Adapun ciptaanNya disebut sebagai makhluk. Bumi, langit, bintang, bulan, matahari, tanah, pasir, batuan, gunung, lautan, sungai dan lain sebagainya adalah ciptaan Tuhan. Ciptaan Tuhan juga termasuk tumbuhan, hewan, dan tentu saja manusia.

Makhluk ciptaan Tuhan tadi dapat digolongkan menjadi makhluk yang mati dan ada pula makhluk hidup. Tanah, pasir, batu, gunung, lautan, sungai, bumi, bintang, bulan, matahari tadi termasuk makhuk tak hidup, makhluk mati alias makhluk tidak bernyawa. Adapun contoh makhluk hidup ya ada tumbuhan, hewan, dan manusia.

Dalam proses penciptaannya, makhluk tak hidup diciptakan terlebih dahulu daripada makhluk hidup. Hal ini sangat logis karena makhluk hidup akan sangat bergantung dengan keberadaan makhluk tak hidup untuk menunjang kehidupannya. Pohon memerlukan tanah sebagai tempat tumbuh kembang. Hewan memerlukan udara untuk bernafas. Manusia memerlukan tanah sebagai pijakan rumah tinggalnya. Manusia membutuhkan tumbuhan dan hewan untuk bahan makannya. Demikian seterusnya.

Masih dalam proses penciptaan Tuhan, keberadaan makhuk hidup bertingkat-tingkat kesempurnaannya. Kesatuan makhluk hidup paling kecil atau paling sederhana disebut sebagai sel. Makhluk hidup paling sederhana kebanyakan merupakan makhluk hidup bersel satu. Namanya juga makhluk bersel satu, tentu wujudnya sangat kecil dan tidak dapat dilihat langsung dengan mata kita. Mikroskop dapat membantu kita untuk melihat makhluk kecil ini teman. Karena kecilnya tadi, makhluk ini disebut juga sebagai mikroorganisme. Mikroorganisme ada yang bernama bakteri, kuman, termasuk juga virus.

Virus lebih unik dibandingkan dengan mikroorganisme yang lain. Virus sebenarnya tidak bisa digolongkan sebagai makhluk bersel satu secara sempurna. Bagian-bagian sel tidak sepenuhnya dimiliki virus. Virus hanya sejenis asam amino atau protein yang merupakan salah satu bagian penyusun sel hidup. Oleh karena itu, virus dapat dikatakan sebagai makhluk peralihan antara makhluk mati dan makhluk hidup. Ilmu yang mempelajari virus disebut virologi.

Gimana ayah bunda, gimana teman-teman? Cukup menarik bukan dongeng perkenalana kita dengan makhluk Tuhan yang bernama virus ini. Dongeng sederhana ini tentu bisa menjadi tambahan pengetahuan anak-anak untuk pada saatnya belajar tentang biologi. Ilmu apapun sebenarnya sangat berkaitan erat dengan makhluk yang ada di sekitar kita. Gimana? Meskipun belajar di rumah ajah namun jangan menghalangi untuk selalu menambah pengetahuan ya teman. Tetap semangat ya kawan.

Ngisor Blimbing, 21 April 2020

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang rakyat kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Kenyung dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s