Berkunjung ke Wat Arun Bangkok


By: si Ponang Radya

Selepas dari Wat Pho kamipun segera menuju Wat Arun. Dari Wat Pho menuju Wat Arun jaraknya tidak terlalu jauh. Setibanya di pelabuhan dekat Wat Pho, kamipun segera mengantri untuk menuju Wat Arun. Antriannya tidak terlalu panjang, jadinya kami cepat naik ke kapal. Perjalanan dari Wat Pho ke Wat Arun tidak telalu lama, karena kita cuman harus menyeberangi sungai Chao Phraya. Waktu tempuh dari Wat Pho menuju ke Wat Arun hanya sekitar 5 menit.

img_20200109_145210

Sebelum berkelana mengelilingi Wat Arun, apakah kalian tahu apa itu Wat Arun? Wat Arun ialah candi Buddha (Wat) yang terletak di distrik Bangkok Yai. Nama panjang dari Wat Arun ialah Arunratchawararam Ratchaworamahavihara. Wah susah sekali ya teman-teman. Wat Arun Rajwararam atau candi fajar diambil dari nama Dewa Fajar, yaitu Aruna. Wat Arun dianggap salah satu situs yang paling terkenal di Thailand.

Lima menit kemudian, kamipun tiba di Wat Arun. Kamipun segera keluar dari area pelabuhan. Selepas itu kamipun segera berkeliling-keliling area Wat Arun. Pertama-tama kami menuju ke sebuah kuil yang letaknya bersebelahan dengan Wat Arun. Di depan kuil tersebut terdapat 2 patung yang berukuran raksasa. Patung tersebut ialah Yaksa. Menurut agama Buddha, Yaksa adalah pengiring Vaisravana, penjaga bagian utara.

img_20200109_142216

Selepas itu kamipun masuk ke dalam area kuil dekat Wat Arun. Saat masuk kami harus melepas sandal, untuk menjaga kebersihan kuil. Di dalam kuil tersebut ada sebuah patung Buddha yang sangat besar. Dan tak jauh dari patung tersebut juga terdapat Biksu yang sedang berdoa kepada Buddha. Ternyata di dalam kuil tersebut terdapat beberapa orang yang sedang mengantri untuk didoakan oleh Biksu tadi.

Di tembok-tembok kuil tersebut, digambari kehidupan di Thailand saat zaman dahulu. Lukisan tersebut sangatlah indah. Beberapa saat kemudian kuil itupun sudah mulai sepi. Dan beberapa saat kemudian seorang biksu memanggil saya. Biksu itu bilang, “Kids, come here”. Tetapi menyadari bahwa mama, bapak, dan juga Nadya telah keluar dari kuil, sayapun langsung sigap mengambil langkah seribu menuju tempat kami meletakkan sandal.

img_20200109_143427

Selepas memakai sandal kamipun segera melanjutkan perjalanan. Sebelum melanjutkan perjalanan saya menemukan keunikan lagi di kuil ini. Yaitu di setiap pagar kuil tersebut terdapat sebuah patung yang mirip babi ataupun anjing. Di sekelilingi kuil tersebut terdapat banyak sekali patung Buddha.

Setelah saya dekati dan amati, amatlah terkejut saya ketika tahu bahwa itu ialah tempat penyimpanan abu jenazah seseorang. Bagaimana saya bisa tahu? Saya tahu karena di bawah patung Buddha terdapat nama, foto, dan juga tanggal. Selain itu di beberapa patung Buddha lainny, saya juga melihat rangkaian bunga dengan vasnya. Selepas itu kamipun langsung menuju pintu masuk Wat Arun.

Beberapa menit kemudian kamipun tiba di pintu masuk Wat Arun. Di pintu masuk tersebut terdapat loket. Jika kalian masuk ke dalam Wat Arun, kalian tidak boleh membawa makanan atau minuman. Karena kami sedang minum jus melon dan jeruk, kamipun harus menghabiskannya terlebih dahulu. Selepas habis, kamipun segera membeli tiket masuk Wat Arun.

Tiket masuk Wat Arun sekitar 50 Baht. Waktu terbaik untuk berkunjung ke Wat Arun adalah pada saat menjelang senja atau saat sore hari. Karena di saat sore hari pemandangan di Wat Arun sangatlah indah. Selepas membeli tiket, kamipun segera masuk ke Wat Arun. Kami datang ke Wat Arun saat sore hari. Saat kami masuk ternyata suasananya sangat ramai.

img_20200109_144928

Selepas itu, kamipun mulai mengelilingi area Wat Arun. Pertama kami naik ke sebuah tangga yang menuju ke lantai pertama Wat Arun. Di situ kamipun mulai berfoto ria. Wat Arun bangunannya sangatlah indah. Di dekat tempat kami duduk waktu itu, terdapat patung-patung yang seperti sedang menopang Wat Arun.

img_20200109_145029

Selepas selesai beristirahat, saya dan bapak lanjut naik menuju lantai selanjutnya. Ternyata tangga untuk naik ke lantai berikutnya sangatlah curam. Jadinya kamipun harus lebih berhati-hati lagi. Setibanya di lantai ke-2, kami masih dapat melihat tangga menuju lantai selanjutnya. Sayangnya tangga tersebut diberi pagar agar wisatawan tidak naik ke lantai paling atas Wat Arun. Selepas itu, kamipun melanjutkan perjalanan mengelilingi Wat Arun.

Saat kami melihat tembok Wat Arun, ternyata juga terdapat relief-relief kuno agama Buddha. Wat Arun juga hampir mirip dengan Borobudur yang ada di Indonesia lho. Yaaa, sebelas, dua belaslah. Di kuil Wat Arun ini terdapat menara yang menjulang tinggi ke langit. Menara tersebut bergaya Khemr.

Setelah itu, kamipun tiba di sisi lain Wat Arun. Saya dan bapakpun beristirahat di tempat tersebut. Sambil istirahat di tempat tersebut, kami juga dapat melihat lalu lalang kapal di sungai Chao Phraya. Kapal yang lalu lalang di sungai Chao Phraya sangat ramai.

img_20200109_145430

Akhirnya kamipun melanjutkan perjalanan ke tempat Nadya berada. Jalan di lantai tersebut lumayan sempit. Saat ada 2 orang yang melintas, kita harus lewat secara begiliran. Beberapa saat kemudian kamipun tiba di tempat Nadya, dan mama berada. Kamipun beristirahat lagi.

Haripun sudah mulai sore. Selepas tidak terlalu penat kamipun segera melanjutkan perjalanan menuju Toon Son Mosque.

Tangerang 14 April 2020

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang rakyat kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Wisata dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s