Shopping Murah Meriah di Pasar Chatuchak Bangkok


By si “Ponang” Radya

Di hari Sabtu pagi, kami menyempatkan diri untuk berbelanja di Chatuchak market. Chatuchak market merupakan surga belanja di kota Bangkok. Pasar Chatuchak juga dikenal sebagai pasar JJ. Pasar Chatuchak buka pada hari weekand saja. Oleh karena itu, kita hanya dapat mengunjungi Pasar Chatuchak pada hari Sabtu dan Minggu saja.

Pada hari biasa pasar juga buka, tetapi pasarnya hanya beberapa toko saja yang buka. Pasar Chatuchak terletak di sebelah utara Kota Bangkok, tepatnya di distrik Chatuchak. Pasar Chatuchak juga berdekatan dengan Chatuchak Park, Bang Sue station, dan juga terminal bus Mo Chit.

Untuk menuju pasar Chatuchak, kita dapat naik BTS lalu turun di Stasiun Mo Chit. Kita juga dapat naik MRT, kemudian turun di stasiun Kampaeng Phet ataupun Chatuchak Park. Dari Ratchatewi menuju ke Chatuchak kita dapat naik BTS, lalu turun di Stasiun Mo Chit.

Saat ke Chatuchak, kami naik BTS melalui Stasiun Ratchatewi. Setibanya di Stasiun Ratchatewi, kami langsung membeli tiket BTS. Dari Ratchatewi menuju ke Stasiun Mo Chit biayanya sekitar THB 40 untuk 1 orangnya.

Selepas membeli tiket, kamipun langsung naik menuju peron Stasiun Ratchatewi. Setibanya di peron, kamipun menunggu kereta terlebih dahulu. Beberapa menit kemudian keretapun datang. Kami langsung naik ke kereta dan mencari tempat duduk yang masih kosong.

Perjalanan dari Ratchatewi menuju ke Chatuchak memakan waktu sekitar 20 menit. Kereta tersebut berhenti di beberapa stasiun. Di antaranya adalah Stasiun Phaya Thai, Victory Monument, dan juga Ari. Keretanya juga lumayan cepat, oleh karena itu kami tiba di tujuan lebih cepat dari perkiraan.

Beberapa menit kemudian,  kamipun tiba di Stasiun Mo Chit. Kami langsung menuju pintu keluar yang dekat dengan Pasar Chatuchak. Beberapa menit kemudian, kami tiba di pintu masuk Chatuchak Market. Kamipun langsung masuk dan segera menjelajahi Pasar Chatuchak. Pasar Chatuchak sangatlah besar, oleh karena itu saya sarankan bagi Anda yang tidak tahu lorong, dan jalan di Pasar Chatuchak untuk selalu melihat ke peta.

Beberapa saat kemudian ketika baru beberapa langkah dari pintu masuk, kami langsung berbelanja. Pertama-tama, kami membeli topi seharga 120 Baht untuk 1 topinya. Saya membeli topi yang memiliki tulisan Thailand. Sementara Nadya membeli topi bulat berwarna pink dan kuning.

Selepas membeli topi, kami langsung melanjutkan perjalanan untuk mengeksplore lebih dalam Pasar Chatuchak. Saat kami melewati gang-gang di Pasar Chatuchak, saya melihat reklame yang bertuliskan ‘’Beware Pickpokets’’ yang artinya hati-hati pencuri. Itu berarti kita harus berhati-hati saat berada di Pasar Chatuchak.

Beberapa saat kemudian kami membeli souvenir khas Negeri Gajah Putih di salah satu toko. Kami membeli tempelan kulkas, dan juga gantungan kunci. Tempelan kulkasnya juga bermacam-macam gambarnya. Salah satunya adalah gambar pantai, dan juga Grand Palace.

Selepas berbelanja souvenir, kamipun melanjutkan perjalanan untuk berkeliling Chatuchak. Tak terasa, ternyata kami sudah sampai bagian belakang Chatuchak Market. Kamipun lanjut berbelanja makanan. Di toko yang menjual makanan, kami membeli keripik ikan rasa original dan pedas. Kami membeli untuk oleh-oleh teman saya. Setelah itu, di toko yang sama bapak membeli Counterpain seharga 80 Baht.

Kemudian, kamipun lanjut berkeliling Chatuchak Market. Lepas itu, kami menelusuri bagian dalam Pasar Chatuchak. Ternyata di dalam, kami menemukan sandal ikan yang sangat unik dan lucu. Kamipun membeli dua. Akan tetapi ukuran untuk saya tidak ada, jadi kami hanya membeli satu untuk Nadya saja. Padahal saya juga ingin sandal ikan tersebut. Oh iya, sandal ikan tersebut harganya sekitar 190 Baht.

Selepas membeli sandal berbentuk ikan, kamipun melanjutkan perjalanan ke pintu keluar Chatuchak Market. Setibanya di pintu keluar Chatuchak Market, bapak memilih untuk berkeliling taman Chatuchak daripada berbelanja. Setelah itu tinggal saya, mama, dan  Nadya yang berbelanja di Pasar Chatuchak.

Pertama-tama kami mencari baju terlebih dahulu. Setibanya di toko baju, kamipun segera memilih baju yang ingin dibeli. Mama ingin membeli daster, dan juga kain semacam sarung. Namun sarung tersebut berbeda dengan sarung yang ada di Indonesia. Yang membedakannya adalah cara memakainya dan motif gambar sarung tersebut. Sementara saya ingin membeli celana khas bergambar gajah.

Setelah membeli baju dan celana, kamipun melanjutkan perjalanan berkeliling Chatuchak Market. Beberapa saat kemudian kami tiba di tengah pasar Chatuchak. Ternyata di tengah-tengah pasar Chatuchak terdapat sebuah menara jam yang ukurannya lumayan tinggi. Di dekat menara jam tersebut juga terdapat banyak orang yang sedang beristirahat karena penat mengelilingi pasar Chatuchak. Kamipun juga beristirahat sejenak di dekat menara jam tersebut.

Setelah tidak terlalu penat, kamipun melanjutkan perjalanan untuk membeli kaos. Ternyata di dekat menara jam tersebut terdapat beberapa toko baju dan kaos. Setibanya di toko baju, kamipun langsung memilih baju yang gambarnya bagus dan murah. Saya memilih baju bergambar tuk-tuk dan di belakang gambar tuk-tuk juga terdapat gambar Grand Palace. Ternyata kaos tersebut, selain memiliki ukuran anak-anak juga memiliki, ukuran dewasa. Jadinya baju kaos saya dengan bapak kembaran.

Selepas membeli kaos tuk-tuk, kami melanjutkan perjalanan untuk membeli tas kecil di dekat toko barusan. Tas tersebut untuk Nadya. Ternyata Nadya memilih untuk membeli tas ikan yang dapat berubah warna bila digeser. Tas tersebut harganya sekitar 30 Baht.

Di toko tersebut pedangangnya ialah seorang bapak dengan anaknya yang sepertinya masih SD. Dan yang paling unik adalah toko tersebut menyetel music DJ. Naah selepas mendapatkan tas ikan, kamipun segera keluar Pasar Chatuchak. Selepas melewati beberapa gang dan lorong, akhirnya kamipun tiba di pintu keluar Pasar Chatuchak. Ternyata di dekat pintu keluar Pasar Chatuchak terdapat sebuah tenda yang menjual sandal ikan. Kamipun melihat-lihat terlebih dahulu. Ternyata ada ukuran kaki saya dan warna yang sangat saya inginkan. Saya membeli sandal ikan dengan warna merah menyala. Dengan warna tersebut ikan tersebut tampak seperti ikan yang asli. Oh iya untuk harganya sekitar 140 Baht.

Karena sudah jam 11 kamipun segera menuju gerbang Chatuchak Park untuk bertemu dengan bapak. Sambil menunggu bapak, mama membeli dompet di dekat pintu Chatuchak Park. Setibanya di toko tersebut ternyata, sangat ramai pembeli. Mungkin karena harganya sangat murah. Yaitu harganya 100 Baht untuk 5 buah. Waaaaaah murah sekali ya. Mamapun langsung membelinya.

Selepas membeli dompet kecil dan besar, kamipun bertemu bapak. Dan kemudian Nadya ikut bapak ke taman, sementara kami pergi membeli mango rice dan juga Thai tea. Setibanya di warung yang menjual mango rice, kamipun mengantri untuk membeli 1 porsi mango rice. Untuk 1 porsinya dibandrol dengan harga 70 Baht. Walaupun namanya mango rice akan tetapi makanan ini tidak dihidangkan dengan nasi melainkan dengan ketan putih. Mango rice terdiri dari mangga, susu, dan juga ketan putih.

Selepas membeli mango rice, kami juga membeli kuliner Thailand yang sudah ada di Indonesia. Kuliner tersebut antara lain ialah Thai tea. Untuk Thai tea tersebut dihargai dengan harga 360 Baht. Beberapa saat kemudian Thai teapun jadi. Saya langsung mencobanya terlebih dahulu. Ternyata rasanya sangat enak. Selepas mencoba, kamipun segera menuju ke tempat Nadya dan bapak berada.

Tangerang,  01-03-2019

Ngarep TV, Kampung Kosong

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang rakyat kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Wisata dan tag , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s