Chatuchak Park dan Queen Sirikit Park Bangkok


ENAM HARI LIMA MALAM BERTUALANG KELUARGA KE BANGKOK (20)

Di tengah metropolitan Bangkok ada beberapa taman yang luas. Keberadaan taman-taman kota sebagai ruang publik dan ruang terbuka hijau menunjukkan komitmen yang kuat dari pemerintah setempat untuk menghadirkan sebuah kota yang asri, kota yang tetap memperhatikan kelestarian lingkungan hidup di sekitarnya. Jika beberapa kesempatan lalu kami tuliskan pengalaman beranjang sana ke Taman Lumphini, kali ini kami ingin bercerita tentang taman yang lain di Bangkok.

 

Taman ini lebih luas dibandingkan Lumphini Park, kawasan taman yang satu ini jauh lebih luas. Konon sebenarnya taman ini merupakan gabungan dari tiga buah taman yang berdekatan. Letak taman ini tepat berada di sisi utara Chatuchak Weekend Market, sisi utara kota Bangkok. Chatuchak Park, Queen Sirikit Park, dan Wachirabenchathat Park menghadirkan kawasan taman kota yang membentang luas dan membuat kaki super duper gembor jika kita ingin benar-benar menyusurinya. Dengan beragam koleksi vegetasi tanaman tanaman pepohonan yang lengkap, tiga taman ini hadir sebagai botanical gardennya Bangkok.

Saat bersama dengan keluarga mengunjungi Chatuchak Market, sebagai anggota kaum pria sejati tentu tugas utama saya hanya mengantar anak dan istri sampai gerbang pasar. Memang dikarenakan sedikit kebaikan hati, saya sempat turut menemani menjelajah beberapa sudut dan blok pasar. Tapi, ya karena lelaki sejati yang kurang suka dengan aktivitas belanja-belanji ala emak-emak, sayapun memutuskan untuk undur diri dari barisan. Pilihan paling logis ya nyantai diri di taman terdekat.

Selepas keluar dari gerbang pasar  sisi utara, dengan melintasi jalan, melewati beberapa tenda penjual mie Bangkok ala tongyam dan sajian sayur lalap ala asinan, sampailah saya pada sebuah gerbang penghubung  taman. Dari akses pintu “butulan” ini, selain langsung ke area Taman Chatuchak, kita juga bisa menuju ke halte bus juga stasiun BTS Mo Chit maupun stasiun MRT bawah tanah. Stasiun yang terakhir ini memang berada tepat di bawah area Taman Chatuchak.

Saat memasuki taman dari sisi gerbang Chatuchak Market, kita langsung dapat menapaki track utama yang membelah tengah taman. Di kanan dan kiri jalur utama tersebut, aneka pepohonan palem tinggi menjulang berjajar rapi dan sangat terawat. Koleksi tamanan palem-paleman di taman ini tergolong lengkap. Mulai dari pohon palem botol, palem ekor ikan, palem rotan, palem bambu, palem kuning gading, palem merah lengkap menghiasi taman. Jenis tanaman kelapa dan kurmapun ada.

Di tepian taman sisi barat, terhampar sebuah taman bermain anak. Ada kolam pasir dengan hamparan pasir putih dari pantai. Ada plosotan, jungkat-jungkit, dan tentunya ayunan. Ada lagi terowongan dan arena panjat dinding anak-anak. Bagi anak-anak yang ingin ingin berlatih keseimbangan tubuh ada papan jalan dan jaring-jaring laba-laba. Arena bermain anak ini seolah dapat dijadikan sebagai tempat penitipan anak ataupun untuk mengalihkan perhatian anak-anak di tengah kesibukan ibu-ibunya yang berbelanja ria di dalam Pasar Chatuchak.

Selain dengan deretan tanaman palem-palemannya, Taman Chatuchak juga menyajikan danau buatan yang merupakan area serapan air yang sangat berguna bagi tata keseimbangan lingkungan sekitar. Beberapa danau di tengah taman memanjang dari sisi selatan hingga utara menjadi sebuah oase kesegaran di tengah hiruk-pikuknya kota Bangkok. Untuk berlintas dari sisi timur-barat atau sebaliknya di beberapa ruas danau buatan yang membentang terdapat jembatan penghubung dengan gaya klasik yang membuat pelintas asyik melintas.

Di samping menampung dan meresapkan air, keberadaan danau buatan yang ada juga kaya dengan beragam koleksi ikan air tawar. Untuk sekedar mengamati, menikmati, dan memberi makan ikan-ikan tersebut tentu diperkenankan. Hanya saja untuk mancing dan menjala ikan di danau taman, jangan berharap ya! Jangan-jangan malah jadi urusan dengan yang berwajib nantinya.

Area keseluruhan gabungan tiga taman yang hampir satu kilo meter persegi menawarkan pemandangan ataupun kesejukan bagi setiap pengunjung taman. Sekedar jalan-jalan berkeliling, duduk lesehan di tepian hamparan rumput, ngglesot santai di bibir danau, ataupun mengumbar anak-anak untuk bermain ria di arena bermain merupakan sebuah keumuman di taman ini. Sesekali kita dapat mencicipi sekedar jajanan kecil yang ditawarkan para pedangan asongan. Tentu semua harus dilakukan dengan tetap menjaga ketertiban dan kebersihan taman. Pasti demi menjaga keasrian area dan taman, serta kenyamanan dari setiap pengunjung.

Kulon Balairung, 27 Februari 2020

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang rakyat kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Wisata dan tag , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s