Chatuchak: Pasar Oleh-oleh Murah-meriah ala Bangkok


ENAM HARI LIMA MALAM BERTUALANG KELUARGA KE BANGKOK (19)

Berkunjung ke suatu negara tanpa oleh-oleh? Bepergian dan pulang tak membawa buah tangan? Berwisata ke mancanegara tanpa cinderamata?  Tidak umum kali ya? Bahkan dalam konsep Sapta Pesona, pemerintah kita menempatkan cindera mata sebagai gongnya sebuah aktivitas pariwisata. Dapat dipastikan ketika kita mengunjungi suatu daerah, terlebih di manca negara, salah satu yang sering ditunggu-tunggu keluarga atau kolega dekat adalah oleh-oleh. Sebuah kelaziman pula saat kita berada di negara lain, kita juga merasa ada sesuatu yang ingin kita bawa pulang sebagai buah tangan untuk orang-orang tercinta dan terdekat.

Adalah sebuah kenyataan bahwasanya mata uang rupiah yang kita gunakan sehari-hari senantiasa memiliki perbandingan yang lemah terhadap mata uang asing. Kondisi ini menjadikan nilai tukar mata uang kita senantiasa kecil di mata mata uang negara lain. Nilai kurs yang tidak berimbang ini senantiasa menghadirkan rasa serba tidak murah (bahkan mahal) untuk membelanjakan uang di negeri orang. Tentu saja pasal ini lebih khusus bagi kalangan dengan kantong terbatas, sebagaimana keluarga kami. Oleh karena itu dalam memilih dan kemudian membeli oleh-oleh menjadi persoalan tersendiri. Tentu saja dengan keuangan yang terbatas kita tetap ingin membeli buah tangan yang unik, khas, menyimpan kenangan, dan pastinya yang murah asal meriah.

Jika kebetulan kita berkesempatan bertandang ke Bangkok di Negeri Gajah Putih, adakah tempat belanja yang menjajakan cindera mata dengan kriteria unik, khas, menyimpan kenangan, dan murah asal meriah? Jawabnya ada di “weekend market” Chatuchak. Chatuchak merupakan pasar dengan banyak pilihan aneka ragam jenis cindera mata khas Bangkok, khas Thailand. Kita bisa membayangkan Chatuchak selayaknya Pasar Bringharjo di Jogja, Pasar Klewer di Surakarta, atau setidaknya Pasar Tanah Abang dan ITC Mangga Dua di Jakarta.

Ingin kaos dengan gambar pagoda atau gajah putih, di Chatuchak melimpah ruah dengan berbagai pilihan. Ingin dompet unik, tas special ornament, Chatuchak tidak akan mengecewakan. Aneka topi dari bahan pandan, anyaman bambu, kain katun, dengan berbagai model dan warna, di sanapun ada. Ingin gantungan kunci, magnet tempel kulkas tentu ada. Ingin hiasan dinding, miniature tuktuk, berbagai barang kerajinan di Chatuchak gudangya. Piring, porselen, keramik dengan motif hias khas gajah putihpun tinggal memilih. Chatuchak tidak salah jika dikatakan sebagai pasar tradisional terbesar dan teramai di kota Bangkok.

Pasar akhir pekan Chatuchak berada di sisi utara kota Bangkok. Akses ke tempat tersebut sangat mudah dari berbagai sudut maupun pusat kota. Kita bisa menuju Chatuchak menggunakan kereta layang BTS, turun di Stasiun Mochit. Keluar stasiun kita tinggal menyusur tepian jalan kea rah selatan. Tak lebih dari 300 meter, kita sudah sampai di salah satu pintu masuk pasar. Dengan bus, pasar ini dapat dicapai dengan berbagai nomor atau jurusan bus. Tidak jauh di sisi barat daya pasar terdapat terminal terbesar di ibukota negara Thailand ini. Tak jauh dari terminal juga terdapat stasiun kereta api Bang Soon yang menghubungkan dengan stasiun lain di wilayah Bangkok, bahkan hingga ke luar ibukota. Ibarat kata lokasi Pasar Chatuchak sangat strategis diakses dari berbagai kawasan.

Sebagai icon wisata belanja tradisional terbesar di kota Bangkok, Chatuchark ditata dengan sangat rapi. Bagaimana baris, deret, hingga blok-blok kios ditata sedemikian sehingga mengesankan kerapian dan ketertiban sebuah pasar. Soal kebersihan, nomor wahid wis! Bisa dikatakan tidak ada sampah berserakan, apalagi menimbulkan bau tak sedap yang menyengat hidung. Demikian halnya dengan lantai ataupun jalanan perlintasan, terawat dengan baik dan tidak ada titik jalanan becek dan berlobang. Perihal jaminan keamanan, di beberapa sudut terdapat pos keamanan yang senantiasa bersiaga untuk memastikan keamanan dan kenyamanan pengunjung pasar.

Namanya juga weekend market alias pasar akhir pekan, Chatuchak hanya khusus buka pada hari akhir pekan, yaitu Sabtu dan Minggu. Di samping masyarakat lokal, di hari pasaran tersebut wisatawan manca negara yang berkunjung ke Bangkok tidak akan pernah menyia-nyiakan kesempatan untuk belanja ke Chatuchak. Sebagaimana pasar tradisional umumnya, calon pembeli dapat menawar harga barang yang ingin dibelinya. Meskipun dengan kemampuan Bahasa Inggris yang serba terbatas, tidak akan menjadi penghalang berarti untuk proses tawar-menawar harga barang. Tinggal pandai-pandainya kita bernegosiasi, kita akan semakin mendapatkan harga barang yang jauh lebih murah. Murmer wis pokoke belanja di Chatuchak!

Chatuchak weekend market is very recommended place for shopping. Don’t forget to visit this place. Monggo!

Tepi Merapi, 25 Februari 2020

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang rakyat kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Wisata dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s