Menikmati Kerindangan Taman Lumphini Bangkok


ENAM HARI LIMA MALAM BERTUALANG KELUARGA KE BANGKOK (16)

Manusia secara alami senantiasa ingin berdekatan dengan alam. Manusia berasal dari alam. Manusia tidak akan pernah dapat dipisahkan dengan alam. Saat suatu lingkungan ala dibabat dan dijadikan menjadi sebuah pemukiman, berkembang menjadi desa serta kota, manusia memiliki kecenderungan untuk tetap mempertahankan kehadiran unsur alam di lingkungan tinggalnya. Demikian halnya sebuah lingkungan modern yang semakin mengkota dengan belantara bangunan beton, senantiasa didampingkan dengan taman kota.

 

Taman kota menggambarkan kehadiran unsur alam pada sebuah kota. Beberapa kalangan mengambil sudut pandang taman kota sebagai ruang terbuka hijau. Bangkok dengan perkembangan modernitaspun tidak ingin sama sekali meninggalkan keberadaan hutan dan taman kotanya. Salah satu taman kota yang cukup luas dan menjadi ikon penting pusat kota Bangkok adalah Taman Lumphini.

Nama Lumphini sekilas sangat terasa sebelas dua belas dengan lumbini. Lumbini, atau tepatnya Taman Lumbini, dalam mitohistoris penganut Budhha merupakan tempat kelahiran Sang Sidharta Gautama. Dialah nabi agung yang mendapatkan pencerahan hidup untuk membimbing manusia menuju ketentraman dan kebahagiaan sejati nan abadi. Kita tentu sangat paham bahwa masyarakat di Bangkok pada khususnya dan warga Thailand pada umumnya merupakan penganut ajaran Budhha yang taat. Maka tidak mengherankan jika nama taman yang ada di tengah kotanya diinspirasi penamaannya oleh taman suci tempat lahir Budhha.

Taman Lumphini menjadi ikon keteduhan kota Bangkok. Luasannya yang mencapai 60 ha dengan kerapatan pepohonan yang begitu menawan menjadikan udara di area taman ini sungguh sejuk. Pada sekeliling taman terdapat jalanan dan jalur tracking khusus untuk berjogging ria. Pada banyak area, taman ini difasilitasi dengan beberapa sarana olah raga pribadi. Ada perlengkapan untuk angkat beban, rengen, sepeda angin, dan sebagainya. Semenjak pagi, siang, hingga senja banyak warga mulai dari anak-anak, para remaja, orang dewasa, hingga manula yang berolah raga di taman ini.

Khusus untuk anak-anak, di samping dapat turut memanfaatkan sarana olah raga pada umumnya, di beberapa sudut taman juga dapat menikmati aneka permainan khas anak-anak. Ada ayunan, halang rintang ban, jungkat-jungkit, plosotan, bahkan dinding panjat tebing mini. Sarana prasarana tersebut sengaja disediakan untuk memfasilitas anak-anak agar terus bergerak aktif, sehat badan, dan tentunya senantiasa dekat dengan alam. Ketergantungan anak-anak jaman now terhadap game online yang individualis juga hiburan ala mal nampaknya juga menjadi perhatian tersendiri bagi pemerintah setempat.

Selain sebagai pusat olah raga massal, Taman Lumphini juga dirancang sebagai tempat rekreasi. Menikmati pepohonan, burung-burung yang berkicau riang merupakan sebuah kemewahan tersendiri di tengah rimba raya kota. Pengunjung seolah terbawa ke alam asri yang masih perawan dengan kesejukan dan kesegaran hawa udara yang sungguh menyehatkan. Sambil berjalan atau bersepeda santai keliling taman, kita sesekali akan dikejutkan oleh sosok-sosok biawak yang berkeliaran di rerumputan, semak, pinggiran danau dan juga bawah pepohonan. Mereka seoalah menjadi simbol kerahamahan dan persahabatan kota dan hutan yang hidup berdampingan dengan harmonis.

Tepat di kedua sisi tengah taman, terhampar dua buah danau yang satu sama lain saling terhubung. Danau tersebut menjadi pusat penghidupan dari binatang-binatang liar yang hidup di lingkungan sekitarnya. Ada aneka bangau, burung gagak hitam, dan tentu saja aneka satwa ikan. Di samping memandang binatang-binatang yang ada, pengunjung juga dapat mengarungi area danau dengan menyewa bebek atau sepeda air. Hanya dengan THB 40 kita dapat mengelilingi luasan danau dengan sepuasnya. Untuk keamanan pengunjung, setiap penumpang sepeda air dilengkapi dengan rompi baju pelampung.

Keunikan pemandangan dan landscape taman terasa semakin unik dan menawan dengan keberadaan beberapa bangunan gasibo dengan desain yang khusus. Ada bangunan semacam menara bertingkat yang mirip dengan pagoda yang menggapai langit. Ada pendopo terbuka dengan atap bergaya Tiongkok yang anggun. Ada pula gedung pertemuan warga senior kota yang sungguh bersejarah. Untuk berkeliling menapaki setiap sudut taman, kita mungkin memerlukan waktu setengah harian penuh. Sungguh waktu seolah tak terasa ketika kita menyelami kerindangan sebuah taman kota.

Taman Lumphini merupakan salah satu ikon wisata kota Bangkok yang murah meriah, bahkan gratisan. Gambaran keasrian yang senantiasa berusaha dipertahankan oleh sebuah kota yang tengah melaju deras dengan modernitasnya tergambar jelas di taman ini. Berkunjung ke Bangkok tentu harus benar-benar menyempatkan waktu untuk singgah sejenak di Taman Lumphini ini.

Ngisor Blimbing, 6 Februari 2020

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Wisata dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s