The Royal Grand Palace of Bangkok


ENAM HARI LIMA MALAM BERTUALANG KELUARGA KE BANGKOK (14)

Tempat tinggal seorang ratu adalah keraton, dari asal kata ke-ratu-an. Keraton inilah yang secara umum kita sebut sebagai istana. Setiap kerajaan tentu memiliki istana sebagai kawasan resmi raja yang sedang bertahta dengan keluarganya. Jika raja Inggris tinggal di Istana Buckingham, Sultan Brunei di Istana Nurul Iman, maka Raja Maha  Vajiralongkorn atau Raja Rama X yang saat ini bertahta di Kerajaan Thailand memiliki the Royal Grand Palace of Bangkok sebagai tempat pusat pemerintahan.

The Royal Grand Palace meskipun merupakan tempat tinggal resmi raja dan keluarga kerajaan namun faktanya raja yang saat ini bertakhta ternyata tinggal di Istana Sukhothai. Raja sebelumnya, Bhumibol Adulyadej (Rama IX) yang telah mengkat beberapa tahun silam juga memilih tinggal di Istana Chitralada. The Royal Grand Palace terakhir ditinggali secara resmi oleh Raja Mahidol (Rama VIII) yang meninggal secara misterius di dalam salah satu bagian bangunan yang ada di dalam istana.

 

The Royal Grand Palace alias Istana Bangkok telah berdiri lebih dari 2,5 abad. Saat Raja Rama I bertakhta, ia memerintahkan pemindahan istana raja dari Thonburi di bagian barat Bangkok ke sisi timur sungai Chai Phraya ke wilayah istana yang sekarang pada tahun 1782. Kawasan istana yang membentang sejajar sungai sepanjang tak kurang dari 1,5 km ini di dalamnya terdapat berbagai bagian bangunan. Di samping bangunan resmi untuk berbagai kegiatan resmi kerajaan, bangunan lain yang penting adalah Wat Phra Kaew alias Pagoda Buddha Zamrud di sisi dalam sebelah timur dari kompleks istana. Hal ini menjadikan kawasan Istana Bangkok selain dianggap bersejarah dan kharismatik, juga dianggap suci oleh penganut Buddha.

Istana Bangkok merupakan ikon wisata utama di Bangkok. Setiap hari, utamanya di akhir pekan, kawasan ini dikunjungi ribuan wisatawan dalam dan luar negeri. Bagian luar dari sisi dalam kawasan benteng terbuka untuk pengunjung secara gratis. Adapun bagian dalam atau utama dari istana sisi dalam dikenakan tiket sebesar THB 500 untuk memasukinya. Ketentuan ini hanya berlaku bagi pengunjung asing.

Kawasan yang begitu luas di dalam benteng Istana Bangkok membutuhkan stamina yang ekstra bagi pengunjung untuk menjelajahi setiap sudutnya. Di waktu siang hingga sore hari cuaca saat hari cerah demikian panas. Alokasikan waktu yang cukup untuk berkunjung ke istana ini. Persiapkan persediaan air minum yang cukup. Pergunakan topi penutup kepala dan kaca mata hitam untuk melindungi diri dari cahaya matahari yang terang benderang.

Berkenaan dengan kehormatan dan kesucian setiap bangunan dan bagian kawasan Istana Bangkok maka setiap pengunjung juga harus mematuhi beberapa ketentuan, khususnya berkaitan dengan pakaian yang dipakai. Gunakan pakaian yang sopan. Celana panjang, rok panjang atau bawahan panjang sangat dianjurkan. Perihal pakaian, gunakan pakaian yang berlengan. Sekiranya pengunjung memakai celana pendek ataupun pakaian tanpa lengan maka yang bersangkutan diwajibkan mengenakan kain penutup yang telah disediakan. Namun untuk mengenakan, setiap pengunjung dikenakan tarif sewa tertentu.

The Grand Palace of Thailand atau Istana Bangkok dapat diakses dari seluruh sudut kota Bangkok. Wisatawan dapat naik moda kereta layang (BTS) melalui Stasiun Saphan Taksin. Dari stasiun ini perjalanan disambung dengan naik kapal penyeberangan sungai Chao Phraya melalui dermaga di bawah stasiun menuju dermaga N9 (Tha Cang). Untuk penyeberangan paling ekonomis antrilah di dermaga sisi kiri. Pengunjung dapat naik kapal dengan tarif THB 20 dengan kapal berbendera kuning atau orange. Harap cermat dan berhati-hati karena di area dermaga banyak tawaran untuk naik kapal khusus dengan tarif yang lebih mahal. Ada kapal dengan tarif THB 40-100. Jadikan kunjungan ke istana ini sebagai tujuan utama saat berkunjung ke Bangkok.

Ngisor Blimbing, 2 Februari 2020

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang rakyat kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Tokoh dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s