Kondektur Menabung di Bus Kota Bangkok


ENAM HARI LIMA MALAM BERTUALANG KELUARGA KE BANGKOK (11)

Ibu-ibu menabung. Demikian saya mengistilahkan apa yang sedang dilakukan ibu pada gambar di bawah ini. Menabung? Menabung kok di dalam kendaraan yang sedag melaju. Sebenarnya apakah yang sedang dilakukannya? Percaya atau tidak, ibu di dalam gambar tersebut sebenarnya seorang kondektur alias kernet bus kota yang sehari-hari melayani warga Bangkok, termasuk juga tentunya para wisatawannya.

Jika ibu tersebut memang seorang kondektur bus kota, bukanlah tugasnya menarik ongkos kepada penumpang? Setidaknya di era digital yang sudah serba e-money ini, paling tidak tugasnya ngetap kartu atau mungkin mengecek tiket penumpang. Kenapa justru apa yang sedang ia lakukan saya istilahkan dengan menabung?

Perhatikan dengan cermat peralatan atau perlengkapan kerja yang sedang dipegang di tangannya. Benda bermotif seperti bunga-bunga tersebut sebenarnya berbentuk tabung. Alat tersebut digunakan untuk menyimpan uang, ongkos yang baru ditarik dari setiap penumpang. Uang kertas digulung dan ditempatkan pada ruas-ruas tabung sesuai dengan nilai satuannya. Di samping itu di ruas yang lain ada bagian tabung yang dikhususkan untuk menyimpan uang berbentuk logam. Adapun ruas ujung sisi bawah digunakan untuk menyimpan tiket. Setiap transaksi pembayaran ongkos jalan senantiasa diberi bukti pembayaran berupa tiket yang disobek separuhnya.

Menyimpan atau menempatkan uang di dalam sebuah tabung diistilah dengan menabung. Awal mula atau asal-usul kata menabung tentu dari kata dasar tabung ini. Hal inilah yang mendorong saya untuk megistilahkan kondektur menabung di bus kota Bangkok sebagaimana judul tulisan ini.

Ada beberapa fakta unik berkaitan dengan tata cara pembayaran ongkos di atas bus-bus kota yang beroperasi di Kota Bangkok. Yang pertama ya penggunaan tabung unik untuk menyimpan uang dan tiket ini. Seumur-umur, saya baru pertama kali ini menjumpai hal tersebut. Kondektur menabung, karena memang mereka benar-benar setiap saat membawa tabung dan menyimpan uang dari penumpang di dalam tabung tersebut. Mana ada hal serupa di belahan dunia yang lain. Hanya ada di Bangkok!

Fakta ke dua, berkenaan dengan sosok sang kondektur itu sendiri. Dari beberapa kali selama beberapa hari hilir-mudik titik-titik di Bangkok dengan bus kota, kebanyakan kami dilayani oleh ibu-ibu sebagai kondektur. Di Indonesia, seperti di Jakarta, mungkin kita juga pernah menjumpai perempuan berperan sebagai kondektur alias kernet bus kota. Namun demikian, jumlahnya bisa dikatakan dapat dihitung dengan jari tangan alias sungguh langka. Lha ini, di ibukotanya Negeri Gajah Putih, sepertinya untuk profesi kernet bus kota lebih didominasi kaum perempuan. Saya pribadi tentu tidak paham secara mendalam apa yang menjadi latar belakang hal ini.

Di samping dua fakta unik sebagaimana saya tuliskan di atas, ada hal aneh lain berkenaan dengan cara melipat uang kerta yang baru diterima dari penumpang. Setiap uang kertas tidak serta-merta langsung dimasukkan ke dalam tabung. Uang kertas biasa dilipat dua secara memanjang dan diselipkan di antara jemari dan tabung sisi luar bagian bawah. Kenapa demikian? Saya sendiri hingga saat ini masih bertanya-tanya hal tersebut.

Ibarat kata pepatah lain ladang lain belalang. Lain lubuk lain ikannya. Demikian halnya dengan tata cara seorang kondektur bus kota bekerja melayani penumpangnya. Hal yang kami temui di bus kota Bangkok ini tentu sebuah keunikan dan keistimewaan tersendiri yang mungkin hanya ada di kota yang dibelah aliran sungai Chao Phraya ini.

Ngisor Blimbing, 25 Januari 2019

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Wisata dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s