Hilir Mudik Taksi Air Kota Bangkok


ENAM HARI LIMA MALAM BERTUALANG KELUARGA KE BANGKOK (9)

Bangkok adalah Venesia Timur. Julukan tersebut tidak bisa dipisahkan dengan Bangkok sebagai Kota Air. Sebagai Kota Air, urat nadi transportasi air tentu menjadi bagian keseharian dari aktivitas warga Bangok. Maenam Chao Phraya sudah pasti menjadi urat nadi utama transportasi air berbasis sungai di ibukota Negara Thailand.

Tidak hanya sekedar sungai Chao Phraya, puluhan bahkan ratusan anak sungai dari hulu sesungguhnya telah turut bergabung dengan Chao Phraya untuk menghilirkan aliran airnya menuju muara di Teluk Siam. Di samping itu terdapat pula puluhan kanal air dalam kota yang membelah kawasan dan menjadi penghubung berbagai tempat di Kota Bangkok.

Sistem transportasi sungai yang utama di Bangkok tentu di Chao Phraya. Namun selain Chao Phraya, di banyak anak sungai maupun kanal buatan juga menjadi sarana angkutan air yang dihandalkan masyarakat setempat. Layanan kapal pengangku penumpang ataupun barang di sungai-sungai Kota Bangko tersebut sering dijuluki sebagai taksi air. Salah satu jalur taksi air yang senantiasa syarat dengan penumpang yang membludak adalah taksi air yang melewati Sapan Hua Chang Pier di dekat tempat kami menginap.

Dalam beberapa hari kunjungan kami ke ibukota Negeri GajahPutih, kebetulan kami menginap di Asia Hotel Bangkok di Jalan Phaya Thai, kawasan Ratchathewi. Sekitar 200 meter arah MBK, terdapat sebuah jembatan yang bernama Chaloemla 56 Bridge. Tepat di sisi kanan jembatan ini terdapat sebuah terminal pemberhentian taksi air. Itulah Sapan Hua Chang Pier.

Sebagai sarana transportasi air, taksi air yang singgah di Sapan Hua Chang Pier yang mengarah ke hulu dan ke hilir. Sebuah perahu perpendorong mesin turbo hilir mudik hampir setiap saat. Setidaknya setiap 10 menit sekali ada saja taksi air yang merapat di dermaga kecil yang terbuat dari rakitan ponton terapung tersebut. Tentu merupakan sebuah keasyikan tersendiri tatkala kami berkesempatan melihat dan mengamati dinamika transportasi taksi air di Kotanya Raja Maha Vajiralongkorn ini.

Ketika ada sebuah taksi air yang tengah melaju di badan air, seketika itu air tersibak menjadi belahan kanan dan kiri lambung kapal. Jujur dari segi kualitas air yang ada, sesungguhnya alirang kanal sungai yang kami jumpai tidak kalah memabukkannya dengan sungai-sungai tercemar di ibukota kita Jakarta. Bahkan saat pagi hari di kala matahari belum terik, aroma tak sedap akan semakin semerbak mendera bersamaan dengan laju lintasan taksi air yang semakin cepat. Hitam legam berbau tak sedap, demikianlah kira-kira gambaran air yang ada.

Di samping memerankan fungsi utama sebagai saran tarnsportasi warga Bangkok sehari-hari, keberadaan taksi air ini juga menjadi daya tarik tersendiri, khususnya bagi wisatawan asing yang kurang akrab dengan keseharian Bangkok. Menikmati Bangkok sebagai kota air dan venesia timur-nya Asia tentu akan sangat berkesan jika sekaligus menikmati dan menjelajahi sudut-sudut Kota Sejuta Pagoda ini menaiki taksi air. Tentu keluarga kamipun ingin sekali berkesempatan menikmati taksi air ini. Sayangnya ketika di Bangkok kami hanya berkesempatan menikmati kapal-kapal yang melintas di Chao Phraya saja, khususnya jalur dari Sapan Taksin ke Ta Chang, ke IconSiam, dan ke Asiatique.

Kulon Balairung, 20  Januari 2019

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang rakyat kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Wisata dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s