Bangkok Kota Air


ENAM HARI LIMA MALAM BERTUALANG KELUARGA KE BANGKOK (2)

Bangkok kota air. Demikian salah satu julukan ibukota Thailand ini. Tidak berlebihan karena kota ini memang terbelah oleh aliran sungai Chao Phraya. Semenjak awal perkembangannya, sungai telah menjadi urat nadi yang menunjang kehidupan warganya. Sungai tidak hanya menjadi sarana penunjang tranportasi, namun sungai telah menjadi sumber penghidupan, penggerak roda ekonomi, inspirasi seni dan budaya, bahkan peradaban khas Bangsa Thai.

Jika Eropa memiliki Venesia, maka Asia memiliki Bangkok. Demikian kira-kira padanan keduanya sebagai sesama kota yang bertubumbuh-kembang dengan basis aliran sungai. Tidaklah mengherankan jika bangsa-bangsa penjelajah Eropa semenjak abad XV telah menjuluki Bangkok sebagai Venesia Timur. Kota Bangkok menjadi kota ikon sungai terbesar di Asia. “Airnya senantiasa kimplah-kimplah, ” demikian Bu Wiek guru geografi favorit semasa SMP sering mengajarkan dan menggambarkan kota Bangkok.

Sungai Chao Phraya dikenal juga oleh masyarakat lokal dengan nama sungai Menam. Kata Menam berasal dari kata “Mae Nam” dimana mae dalam bahasa Thailand berarti ibu, sedangkan nam memiliki arti air. Ada Chao Phraya sendiri diambil dari kata Chao Pi’a, yang menunjukkan bahwa sungai ini menjadi sungai utama pada masa Kerajaan Siam.

Keberadaan Bangkok sebagai kota air yang strategis dan sangat dunia pariwisatanya hingga saat ini tidak terlepas dari pemikiran visioner dari Raja Taksin di masa awal abad XVIII. Ketika Ayutthaya sebagai ibukota Kerajaan Siam saat itu jatuh ke kekuasaan bangsa Burma, pusat kerajaan dipindahkan ke dataran rendah sekitar muara sungai Menam. Adalah Raja Rama I yang kemudian pada tahun 1782 telah meletakkan dasar tata kota wilayah Bangkok yang masih dapat kita nikmati hingga hari ini.

Chao Phraya, sungai sepanjang lebih dari 372 km ini mengalir dari daerah pegunungan utara Thailand, membelah kota Bangkok dan bermuara di Teluk Siam. Aliran sungai yang berkelok-kelok sepanjang daerah dataran rendah di sisi selatan Negeri Gajah Putih ini mengendapkan lumpur aluvial yang membentuk sabuk daerah sisi aliran sungainya menjadi kawasan yang luas nan subur. Tidak mengherankan jika kawasan ini menjadi area yang sangat cocok untuk tumbuh-kembangnya tanama padi. Ingat bahwa Thailand merupakan salah satu lumbung padi utama di Asia. Dari sinilah pangkal mula kemajuan pertanian Thailand. Ingat dengan jambu bangkok, ayam bangkok, durian bangkok, mangga bangkok, dan kawan-kawannya?

Kembali ke Bangkok sebagai kota air. Jika berkesempatan mengunjungi Bangkok, tentu tidak lengkap bin adzol jika tidak sempat menikmati denyut nadi sungai Menam-Chao Praya. Semenjak di masa raja-raja Thailand awal, istana raja sebagai kediaman pemegang tahta senantiasa berada di sekitaran sungai Chao Phraya. Bahkan kini, salah satu daya tarik terhadap wisatawan yang ingin berkunjung ke Grand Palace alias istana resmi raja, adalah atraksi transportasi airnya. Kebanyakan wisatawan mengakses Grand Palace dari badan air.

Dipadukan dengan sistem transportasi darat berbasis jalan raya (mulai dari tuktuk, taksi, bus, BTR) dan rel (kereta api, BTS, dan MRT), kebanyakan kendaraan berakhir di Saphan Taksin. Sebuah titik pertemuan moda transportasi jalan raya dan rel dengan jalur kendaraan air. Mulai dari kapal sampan dengan mesin tempel, kapal motor sedang, boat, super boat, jenis kapal fery hilir mudik sepanjang hari mengangkut ribuan wisatawan yang rata-rata berkunjung ke Grand Palace tempat raja bertahta dan keluarganya, Wat Pho, Wat Arun, Asiatique, dan beberapa destinasi lain yang kesemuanya berada di tepain sungai besar Chao Phraya tadi.

Dalam rangka secara bersungguh-sungguh memberikan kesan mendalam Kota Bangkok sebagai kota air, pemerintah setempat bahkan menyediakan layanan transportasi murah meriah, bahkan beberapa diantaranya tidak bertarif, alias gratis bin ora mbayar. Jalur BTS boat free shutle yang terbanyak dipadati wisatawan adalah jalur Saphan Taksin pulang-pergi ke Asiatique. Jalur ini secara khusus melayani wisatawan yang ingin berkunjung ke Asiatique, sebuah kawasan hiburan, belanja, dan kulineran terbaru  di sisi selatan sungai Menam dari biasanya baru ramai di waktu sore, senja hingga jelang tengah malam. Dari arah turun BTS Saphan wisatawan dari mengambil arah sisi kiri (hilir). Ikuti saja petunjuk arah antrian dengan dasar warna kuning oange. Layanan free shitle boat yang satu ini biasanya mulai beroperasi sekitar jam 16.00 hingga jelang tengah malam.

Satu lagi layanan free shutle boat yang kami ketahui dan sempat kami coba adalah free shutle boat milik ICONSIAM. Sebuah kelompok bisnis pemilik ICONSIAM di sisi seberang arah hulu dari dermaga Saphan Taksin. Turun dari stasiun BTS Saphan Taksin, wisatawan dapat mengambil arah di sisi kanan menuju dermaga. Hampir setiap 10 menit beberapa boat ICONSIAM hilir-mudik melayani wisatawan maupun penumpang lokal.

Selain dua kapal gratisan sebagaimana kami singgung di atas, terdapat berbagai pilihan kapal berbayar siap memanjakan wisatawan menikmati Kota Air Bangkok. Tentu saja tarif kapal berbayar ini sangat berkaitan dengan besar-kecil ukuran kapal dan fasilitas jasa layanan yang diberikan. Ada pilihan mulai dari Cross River Ferry, River Buses dan Taxi Air, kapal restoran apung, hingga kapal pesiar mewah. Sungguh kesemuanya telah benar-benar mengukuhkan Bangkok sebagai kota air, sebagai Venesia Timur.

Ratchathewi, 11 Januari 2019

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Wisata dan tag , , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Bangkok Kota Air

  1. Titik Asa berkata:

    Benar-benar semua potensi digerakkan untuk pariwisata ya Mas.

    Kalau sungai Ciliwung di Jakarta bisa di tata seperti di Bangkok ini, keren ya Mas?

    Selamat berwisata Mas.

    Salam,

    Suka

    • sang nanang berkata:

      Bener banget Mas, saya juga membayangkan andaikan Jakarta dengan 13 sungainya ditata sedemikian untuk menunjang transportasi dan pariwisata pasti juga luar biasa.
      Keberadaan beberapa free shutle boat bisa jadi sebuah tolak ukur seberapa besar omset wisata yang terkait dengan sungai Chao Phraya ini.

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s