Bangkok Khā tā mi krungtheph


ENAM HARI LIMA MALAM BERTUALANG KELUARGA KE BANGKOK (1)

Matahari masih terang menjelang tenggelam. Pesawat yang membawa keluarga kami mendarat di Bangkok. Rencana dan keinginan yang terpendam sekian waktu akhirnya menjadi kenyataan. Terutama bagi si “Ponang” Radya, Bangkok adalah tempat tinggal si Kudo, satu-satunya sahabat jauh yang belum pernah berjumpa dan hanya dikenalnya melalui dunia maya, serta senantiasa ingin ditemuinya. Kali ini kami benar-benar hadir sekeluarga ke ibukota Negeri Gajah Putih. Bangkok Khā tā mi krungtheph, Bangkok kami datang!

Dengan pilihan penerbangan yang lebih terjangkau, kami mendarat di Don Mueang International Airport. Sebenarnya ada beberapa pilihan untuk menjangkau pusat kota Bangkok dari bandara yang merupakan bandara pertama di ibukota Muangthai ini. Ada bus, kereta api, ataupun taksi. Namun untuk pilihan bus dan kereta api tidak ada single trip ke central city.

Berhubung kedatangan kami di senja hari dan sebagaimana Jakarta pada saat demikian merupakan rush hour peak session, maka pilihan naik bus ataupun kereta api sambung-bersambung kami kesampingkan. Bawaan ransel dan koper tentu cukup memberatkan ketika harus saling berbagi-berdesakan dengan para pekerja urban yang pulang kantor, ditambah lagi kebersamaan kami dengan anak-anak menjadikan kami merasa lebih praktis menggunakan jasa “taksi”. Enaknya sebagaimana pemanfaatan aplikasi online yang kini sudah menjadi bagian keseharian semua orang, di Bangkok juga sudah banyak jasa layanan transportasi bandara berbasis taksi online. Bahkan untuk keperluan kali ini, kami telah memesan melalui aplikasi Klook semenjak sebelum keberangkatan di tanah air. Jadilah kami diantar sebuah mobil camry memasuki pusat kota Bangkok.

Asia Hotel Bangkok menjadi tempat persinggahan dan penginapan kami selama di Bangkok. Hotel yang cukup tua dan ternama ini terletak di kawasan Racthathewi yang sungguh strategis. Selain berhadapan langsung dengan halte bus, lantai dua lobby bahkan langsung terhubung dengan Stasiun BTS Ratchathewi yang terkoneksi dengan semua jaringan transportasi di Bangkok City. Hotel inipun besambung dengan kawasan Paya Thai dan lurus dengan jalanan protokol yang mengarah ke Victory Monument, sebuah halte central melingkar yang sungguh unik. Victory Monument bisa disetarakan dengan BHI-nya Jakarta.

Ah, tentu saja tulisan ini baru sekedar tulisan pembuka tentang petualang keluarga kami di ranah kota Bangkok. Tentu nanti akan hadir beberapa serial tulisan lain yang tentu seru dan menarik. Tunggu lho ya. Good night, selamat malam, sugeng ndalu, fạn dī na (ฝันดีนะ) dari Bangkok.

Ratchathewi, 9 Januari 2019

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang rakyat kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Wisata dan tag , , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Bangkok Khā tā mi krungtheph

  1. Titik Asa berkata:

    Wah jalan-jalan awal tahun nih Mas? Keren…
    Saya ikuti perjalanannya lewat tulisan berseri nya deh.

    Salam,

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s