Tidak Hanya Banjir Jakarta


Tahun baruan di ibukota Jakarta dan sekitar diwarnai dengan suasana banjir. Curah hujan yang sungguh ekstra ekstrim dan baru terjadi kali ini sungguh di luar kondisi normal. Media televisi hingga media sosial menjadi riuh rendah dengan berita dan status tentang banjir ibukota. Di media sosial bahkan banjir ibukota telah membawa perdebatan yang sungguh tajam terkait pro-kontra pencegahan, penanganan, dan pengendalian banjir. Kubu yang sebelumnya telah terbelah saat pilpres dan pilkada kembali menemukan amunisi untuk berdepat, bahkan saling mengumpat.

Aroma debat “politik” dalam banjir kali ini sungguh keterlaluan, bakan sudah di level memuakkan. Semua pihak, semua warganet, seolah langsung merasa diri sebagai ahli banjir. Perdebatan kebanyakan menjadi tidak solutif dan tidak produktif. Tak sedikit justru perdebatan berujung pada olok-olokan, kubu-kubuan, blok-blokan, tebar kebencian. Alih-alih tergugah rasa kemanusiaan, dan segera menggalang solidaritas, dana, dan bala bantuan untuk korban banjir, kita justru semakin gencar dalam eyel-eyelan tak berujung.

Banjir Jakarta sungguh disusul banjir kata-kata di medsos. Banjir kata itupun terus bergulir menjadi banjir rasa paling sok tahu, rasa paling benar. Tidak terhenti di situ, terjadi pula banjir sikap dan klaim pihak lain yang tak sepaham dianggap salah dan dipersalahkan. Seluruh energi warga medsos perihal banjir Jakarta seolah sungguh terkuras dan menguras perdebatan publik dari Sabang sampai Merauke. Padahal yang banjir bandang awal tahun ini tidak hanya Jakarta. Banyak daerah lain yang juga mengalami banjir, namun tidak terekspos dan terasa ‘sepenting’ atau segmenting banjir Jakrta. Sungguh fakta ini seolah-olah mengesampingkan wilayah lain dan menegaskan kembali pola piker Jakarta sentris kita, bahkan juga oleh media massa nasional.

Belakangan, beberapa hari setelah ekspos dan perdebatan banjir Jakarta sedikit mencapai titik jenuh, baru muncul pemberitaan banjir di wilayah belahan negeri yang lain. Banjir Lebak, tanah longsor di Suka Jaya, banjir di Sumatera Utara, Sumatera Barat, pintura wilayah Kudus dan lainnya. Ya barangkali memang keberpihakan dunia pemberitaan nasional kita memang masih Jakarta sentris. Mungkin juga Jakarta masih dianggap sebagai satu-satunya barometer terpenting dari situasi nasional secara keseluruhan.

 Indonesia tidak hanya Jakarta. Ada pula banjir di wilayah lain dari negeri ini. Ada tanah longsor di tempat lain. Ada bencana akibat angina puting beliung di daerah lain. Ada berbagai bencana alam yang kini melanda saudara kita setanah air, selain di Jakarta. Korban-korban itupun membutuhkan perhatian dan bantuan kita bersama. Daripada sibuk berdebat tanpa pangkal ujung, yuk sesuai kemampuan kita fokus untuk berkontribusi saling membantu saudara kita.

Jelas rakyat, masyarakat harus lebih bijak lagi dalam menyikapi kabar, berita, informasi yang lebih dahsyat daripada banjir bandang ibukota. Banjir informasi tidak kalah membahayakannya jika tidak disikapi secara bijak, tepat, dan pintar. Alih-alih informasi tersebut menjadi berguna untuk menigkatkan kualitas hidup kita dalam berbangsa bernegara, mempererat tali persatuan kesatuan anak bangsa, banjir informasi justru bisa menjadi pemecah belah kesatuan kita. Hati-hati dengan informasi. Cermati, telaah dengan kepala dingin, cek dan ricek, atau klarifikasi sumber infomrasi sebelum menggunakan sebuah informasi sebagai referensi pikiran, ucapan dan tindakan kita. Semoga.

Ngisor Blimbing, 6 Januari 2020

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Bubrah dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s