Tips Antisipasi Ular Kobra Masuk Rumah


Secara prinsip keluarga kami termasuk keluarga yang terbuka. Jika ada salah satu dari kami berada di rumah pada sian hari, tentu pintu depan senantiasa terbuka. Hal itu menandakan bahwa siapapun dipersilakan bertandang, bertamu, ataupun sekedar main ke rumah kami. Tentu saja konteks siapapun di atas terkhusus untuk sesama makhluk bernama manusia, tidak untuk hantu atapun binatang liar, terlebih tamu tak diundang bernama ular kobra!

Petang kemarin hari memang menjelang maghrib. Suasana dingin sangat terasa sebagai sisa hujan deras di siang hari. Hujan memang semakin rutin menyambangi daerah kami. Meskipun tidak berlangsung lama, intensitas hujan yang cukup deras benar-benar menyejukkan. Nah di kala kami sedang leyeh-leyeh bersenda gurau, tiba-tiba ibunya anak-anak berteriak histeris. “Ular! Ada ular!” demikian teriakannya.

Sayapun menyerbu ke suara teriakan istri saya tersebut. Rupanya ia sedang berjalan memasuki ruang dapur. Sekonyong-konyong di lantai keramik dapur yang putih mengkilat, melata-latalah sesosok hitam yang juga mengkilat. Dengan perutnya ia bergerak menyusur pinggiran buffet dekat tumbukan kaleng dan kardus susu yang baru dibeli siang sebelumnya. Tanpa ragu dan dengan sangat yakin, istri menyimpulkan bahwa sesosok hitam tersebut adalah makhluk hidup bernama ular. Tepatnya anakan ular kobra.

Ular kobra hari-hari ini memang sedang trending topik. Bersamaan dengan datangnya musim hujan, telur-telur ular kobra menetas melahirkan generasi anakan ular baru. Repotnya lha kok indukan ular itu sempat-sempatnya menaruh telurnya di linkungan sekitar permukiman manusia. Tetapi ya bagaimanapun mereka juga menghadapi desakan manusia terhadap habitat hidupnya yang di sawah-sawah, yang di rawa-rawa, yang di kebun, bahkan hutan-hutan. Mereka tentu hanya sekedar menjalani naluriah untuk tetap bertahan hidup dan melestarikan keturunannya. Namun kebalikannya yang dirasakan manusia, termasuk keluarga kami, ada terror ular kobra.

Namanya hidup di bawah teror, tentu kita merasa tidak nyaman, bahkan terancam. Begitu merasa ada anakan ular kobra masuk rumah, kami sedikit panik. Anak-anak langsung berhamburan lari ke luar rumah. Sayapun langsung berinisiatif mengambil tongkat bercabang, senter, dan beberapa potongan balok. Ndilalah sesaat setelah muncul dan ketahuan keberadaannya, si anakan kobra tamu kami justru menyelinap ke dalam lubang kecil di sisi bawah buffet. Kamipun kemudian menggunakan beberapa potongan balok untuk mengganjal buffet. Dengan penerangan senter kami kejar keberadaan si kobra. Tak Nampak sesosok badannya di bawah buffet. Sejurus kemudian ketika saya periksa sisi belakang buffet yang langsung berbatasan dengan tembok nampaklah si kobra. Dengan tongkat, sayapun langsung menjepit kepalanya. Balok kayupun segera mendarat keras di kepala yang berusaha lepas tersebut. Tamu kamipun mati.

Sebenarnya bukan niat kami membenci si kobra dan ingin menghabisinya. Namun dengan berbagai pertimbangan, termasuk bingung harus melepaskannya dimana jika ia kami tangkap hidup-hidup, kami menempuh jalan membinasakannya.

Ular masuk Kawasan perumahan, bahkan masuk ke dalam rumah memang bukan berita bohong. Terutama ular python dan kobra menjadi jenis ular yang kini sering masuk rumah, justru kebanyakan kasus terjadi pada permukiman di perkotaan. Lalu bagaimana mengantisipasi agar ular tidak demen masuk ke rumah kita? Berikut kami sampaikan beberapa tips berguna berdasarkan pengalaman keluarga kami yang kebetulan tidak hanya sekali dua kali kedatangan tamu tak diundang bernama ular ini.

Pertama senantiasa bersihkan lingkungan sekitar tempat tinggal kita. Semak dan perdu sebaiknya dipangkas hingga bersih. Semak dan perdu merupakan habitat tempat tinggal ular yang ngrasani. Selain bersih dari perdu dan semak, keberadaan sampah, bahan-bahan sisa bongkaran dan lainnya harus dibersihkan dan ditata. Lingkungan yang kotor juga seringkali menjadi sarang tikus yang akan menarik ular untuk datang. Ular tidak menyukai lingkungan yang bersih.

Ke dua, antisipasi lubang air dan saluran lain dari dan keluar rumah kita pastikan senantiasa dipasangi jarring atau filter yang memadai sehingga tidak bisa menjadi lubang akses masuk ular ke dalam rumah. Alangkah akan lebih baik jika lubang-lubang tersebut pada saat tidak difungsikan dapat ditutup rapat-rapat.

Ke tiga, selain lingkungan yang bersih dan lubang akses yang terproteksi, ular juga dapat dihalau untuk tidak datang dengan berbagai bauan yang menyengat. Kita bisa menaburkan kapur barus ataupun kamfer di sekeliling rumah kita. Penggunaan karbol di kamar mandi, ataupun pengharum ruangan juga sangat berguna untuk menghalau ular. Di lingkungan sekitar rumah juga dapat ditanami jenis tanaman empon-empon atau jamu dengan aroma semerbak menusuk, seperti tanaman serai.

Ke empat, jika ular sudah terlanjur masuk dan kita ketahui, usahan tetap tenang. Jangan panik dan gugup. Persiapkan perlengkapan tongkat panjang dan lampu penerangan secukupnya. Perburuan dan penangkapan ular mau tidak mau harus dilakukan. Jika merasa tidak mampu sendirian dan memungkinkan, mintalah bantuan tetangga kanan-kiri rumah kita. Jika dirasa ular yang datang sudah besar atau merupakan indukan ular, bisa juga menghubungi bantuan dari dinas pemadam kebakaran setempat ataupun komunitas penyelamatan reptil.

Alangkah baiknya jika ular yang datang dapat ditangkap hidup-hidup. Kita dapat melepaskannya ke lingkungan habitat aslinya ataupun menyerahkannya ke kebun binatang atau komunitas pecinta reptile. Jika hal tersebut tidak memungkinkan dan ular terpaksa dibinasakan, binasakanlah secara bijak tanpa menyiksa ular tersebut. Bangkai ular sebaiknya dikuburkan ke dalam tanah atau dibakar untuk pemusnahannya. Jika indukan ular yang mati dan kebetulan di dalam perutnya masih ada telur-telur calon anak ular, maka meskipun induknya telah mati namun telur-telur tersebut akan tetap menetas dan menjadi anakan baru.

Demikian kira-kira pengalaman kecil kami dalam mengantisipasi dan menanggulangi datangnya tamu tak diundang ke rumah kami yang bernama ular kobra. Mungkin diantara rekan dan teman ada yang juga pernah memiliki pengalaman kedatangan ular kobra di rumahnya, monggo berbagi pengalaman untuk pembelajaran bersama. Monggo….

Ngisor Blimbing, 16 Desember 2019

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang rakyat kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Alam dan tag , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Tips Antisipasi Ular Kobra Masuk Rumah

  1. Titik Asa berkata:

    Kejadian ular kobra juga terjadi di salah satu perumahan di Sukabumi, Mas.
    Beritanya bikin geger disini. Sampai diturunkan beberapa anggota badan penanggulangan bencana untuk menangkapnya…

    Salam,

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s