Semarak Pawai Hari Santri ala Kampung Kami


Hari kemarin masih Hari Ahad alias Minggu. Hiruk-pikuk dan desas-desus dari para bocah di kampung kami riuh-rendah memperbincangkan akan adanya sebuah pawai. Tak kalah semangat anak-anak kami yang sekedar “numpang” ngaji setiap sore di pesantren sebelah turut kasak-kusuk. Sedari pagi hari, si Ponang sudah minta izin untuk turut pawai. Bahkan semenjak malam selepas menghadiri acara pentas badut di pesantren, si Noni juga sudah semangat empat lima untuk mengikuti pawai di Minggu sore.

Saya sendiri malah termangu. Jan-jane, sebenarnya, ini ada mau ada ramai-ramai apaan sich. Tahun Baru Muharram sudah lewat jauh. Agustusan, lha saat ini bulan Oktober. Kesaktian Pancasila, sudah lewat. Mauludan, sepertinya masih bulan depan. Terus pawai dalam rangka apa?

Tanda tanya itu baru terjawab, selepas si Ponang pulang dari renang selesai Luhur. “Jane ono pawai opo to Le?” demikian saya bertanya. Anak saya tanggap menyambar, “Lho kan pawai Hari Santri Pak!”

Oh, I see. I know. Memang kini setiap 22 Oktober ada Hari Santri Nasional. Ya mungkin karena hari tersebut tidak ditanggal-merahkan, ya jadi nggak ngeh. Dan ndilalah memang kebanyakan hari raya ataupun peringatan keagamaan di paruh waktu tahun ini kebanyakan jatuh di hari Sabtu atau Minggu. Walhasil, kita jadi jarang mendapatkan bonus liburan. Ya, wis lahhh……

Santri tentu tidak bisa terlepas dari pesantren. Memang di kampung tempat tinggal kami kebetulan ada sebuah pesantren. Namanya Pondok Pesantren Nurul Falah Haromain. Pesantren tersebut dipimpin oleh KH Ahmad Sonhaji. Meskipun kampung kami nyempil di antara himbitan gedung-gedung mall dan apartemen tinggi menjulang yang tersulap dari sawah dan empang warga yang tergusur, namun senyatanya alam tempat tinggal kami masihlah sekedar sebuah “kampung”. Demikian halnya, meski lingkungan sekitar sudah berlari kencang dalam jagad modernitas dan globalisasi, pesantren asuhan Haji Sonhaji masih menerapkan pola pesantren salafiyyah.

Hari Santri. Selazimnya setiap hari senantiasa diperingati sebagai hari khusus, 22 Oktober kini dirayakan sebagai Hari Santri Nasional. Meskipun Hari Santri tahun ini bertepatan pada Rabu lusa, namun khusus di Pesantren Nurul Falah, pawai akbar sengaja dilaksanakan pada Ahad sore.

Pawai bagi anak-anak adalah sebuah kegembiraan. Berjalan kaki menapaki tepian jalan yang kini semakin padat kendaraan dan kurang ramah dengan pejalan kaki, berjalan berombongan, beriringan, bersama-sama dengan teman sebaya adalah sebuah kegembiraan yang luar biasa. Wajah-wajah sumringah, penuh senyum bahkan tawa lebar menjadikan anak-anak semakin riang berseri. Dengan tak sabar, begitu bakda Ashar tiba, ratusan anak-anak langsung memenuhi lapangan halaman depan pesantren.

Tidak hanya berlenggang tangan. Anak-anak santri kecil, kanak-kanak hingga remaja membawa berbagai poster unik nan menarik. Banyak diantara mereka yang semalaman kurang tidur untuk melembur pembuatan poster-poster tersebut. Ada yang menuliskan: Nggak santri nggak keren cuiy! santri cinta NKRI, santri milenial taat beramal, santri taat ngaji, bahkan santri siap taaruf. Tulisan-tulisan tersebut jelas dan tuntas mengekspresikan semangat untuk menuntut ilmu, untuk beramal ilmu, untuk menggembleng diri berbudi pekerti, dan di atas itu semua ada rasa bangga terhadap Islam yang tercermin.

Kitapun tentu berharap, pesantren semakin eksis untuk mencetak generasi unggul yang berakhlak mulia. Selamat Hari Santri!

Ngisor Blimbing, 21 Oktober 2019

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Ngisor Blimbing dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s