Terima Kasih Pak Habibie


Entah kesan apa yang terlintas tentang sosok intelektual yang satu ini. Setelah sebulan lalu turut khidmat menyimak warta kepulangannya kea lam keabadian, akhir pekan lalu si Ponang sempat dolan ke Puspiptek Serpong. Puspiptek, Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, merupakan sebuah kawasan pusat penelitian terpadu sebagai ibukotanya ilmu pengetahuan Indonesia karya pemikiran Mr. Crack.

Di remang malam jelang ujian tengah semester, asyik berdiam di bawah temaram lampu ruang dalam. Bukannya belajar mempersiapkan diri menempuh ujian di keesokan harinya, e lha kok malah khusuk merangkai bayang sang tokoh. Terima kasih Pak Habibie.

Rupanya kepergian beliau Presiden ke-tiga RI yang gencar dalam pemberitaan telah menggoreskan keeping cerita di benak anak-anak. Anak-anak masa kini, generasi milenial, kids zaman now yang sudah terpaut sangat jauh dengan masa keemasan sang B.J. Habibie kini tergerak untuk turut kembali menyelami perjalanan hidupnya. Mungkin benar kata pepatah, “Gajah mati meninggalkan gading. Harimau mati meninggalkan belang. Manusia mati meninggalkan nama.” Pastinya untuk sosok Pak Habibie yang senantiasa kita cintai bersama, nama harumlah yang ditinggalkannya dan kini menjadi kenangan bersama semua anak bangsa.

Habibie, ketika pertama kali mendengar nama tersebut di awal dekade tahun 80-an, terasa ada yang aneh. Nama tersebut terdengar kurang lazim. Tentu bagi saya sama sekali berpeda penangkapan ketika mendengar nama Suroto, Trimo, Yanto, Yono, atau nama-naam Jawa lainnya. Bahkan, mohon maaf, dulu lidah saya sering kepleset menyebut Hababi. Sungguh nyuwun pangapunten Prof! Namanya juga anak-anak udik di bawah kaki gunung Merapi.

Selintasan waktu kemudian, kamipun mendengar kisah kecemerlangan otak Habibie. Di masa itu pula kenal dengan istilah otak encer. Konon penyandang nama Habibbie ini dikatakan sebagai sosok yang paling encer otaknya di seluruh penjuru negeri. Jadilah kemudian Habibie menjadi simbolisasi anak pintar, bocah pandai nan cemerlang daya nalar, daya pikirnya. Para orang tua dan para gurupun kemudian menggadang-gadang, berharap-harap, semoga anak atau anak didiknya cerdas nan pandai sebagaimana sosok Habibie. Habibie adalah cita-cita bersama. Bersekolah, menuntut ilmu, berguru, adalah dalam rangka menggapai kepandaian sebagaimana kepandaian seorang Habibie.

Habibie, adalah sosok putra terbaik bangsa yang pertama-tama berkiprah di rimba raya ilmu pengetahuan dan teknologi kelas dunia. Kuliah di Aachen, negeri Jerman, telah mengantarkannya menjadi ilmuan perpesawatan yang adiluhung. Ketekunan dan kejeniusannya setidaknya menjadikan seorang ahli terkemuka dalam teknik prediksi rambatan keretakan akibat beban kejut ataupun terus-menerus dalam material pesawat terbang. Usulan teori yang dikemukakannya telah mengabadikan namanya menjadi Hukum Habibie. Kitapun sebagai sesama anak bangsa tentu turut bangga.

Dalam kecemerlangan karirnya, Habibie menduduki jabatan strategi sebagai wakil direktur utama sebuah pabrik pesawat ternama di negeri Jerman. Dalam masa keemasan karirnya, Presiden Soeharto memanggilnya untuk kembali ke tanah air. Tanpa ragu, tanpa pikir panjang iapun memenuhi panggilan ibu pertiwi. Lewat pemikiran dan gagasan-gagasan beliau mencita-citakan Indonesia sebagai negara besar menjadi Indonesia yang maju dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang strategis. Ilmu penerbangan dan ilmu perkapalan menjadi perhatiannya yang utama.

Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di mata Habibie memerlukan sarana penghubung berupa sarana transportasi yang canggih. Pesawat terbang dan kapal tentu menjadi syarat yang mutlak untuk menghubungkan setiap penjuru tanah air kita. Dari pemikirannyalah lahir PT Nurtanio yang kini menjelma sebagai PT Dirgantara Indonesia di Bandung, dan juga ada PT PAL di Surabaya.

Dalam rangka mendorong dan melakukan percepatan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, Habibie juga menggagas dibangunnya sebuah kawasan penelitian terpadu tempat berkumpulnya para ahli, para ilmuwan dan peneliti. Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang disingkat sebagai Puspiptek yang berlokasi di Kawasan Serpong kini semakin eksis memandu karya anak bangsa di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Di kawasan ini kini bernaung beberapa lembaga penelitian strategis, seperti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Badan Pengkajian Penerapan Teknologi (BPPT), Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan), Badan Standardisasi Nasional (BSN), juga Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Selain terus melakukan penelitian, pengembangan, dan inovasi ilmu pengetahuan dan teknologi dalam rangka mengejar ketertinggalan dari negara maju, Kawasan Puspiptek juga menjadi ajang serta wahana penyebarluasan iptek, termasuk kepada anak-anak dan keluarga. Salah satu agenda yang kini digelar secara rutin setiap tahunnya adalah Puspiptek Inovasi Festival. Melalui acara ini anak-anak bersama keluarga dapat menyimak pameran berbagai produk inovasi karya anak bangsa. Harapannya, anak-anak bertambah wawasan keilmuannya dan memiliki tekad serta semangat yang menjulang untuk meraih ilmu pengetahuan dan teknologi yang lebih maju. Tentu hal tersebut senada dengan cita-cita Habibie ketika menggagas keberadaan Kawasan Puspiptek itu sendiri.

Terima kasih Pak Habibie. Thank you so much Mr. Crack. We love you full.

Ngisor Blimbing, 8 Oktober 2019

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Wisata dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s