Kembali ke Akar Sejarah Kenusantaraan


Sejarah. Konon sejarah bermakna suatu masa kehidupan manusia yang telah mengenal tradisi tulisan. Tulisan-tulisan pada dinding goa, hingga yang terpahat abadi pada batu prasasti ataupun relief candi menjadi bukti otentik perkembangan sejarah manusia. Termasuk tentu saja perihal berbagai kerajaan-kerajaan yang pernah berjaya di masa silam. Sejarah memang masa silam, namun jika tiada masa silam maka tiada pula masa kini dan masa depan. Tidak ada dinamika waktu yang berjalan.

Sebagai bagian dari masa silam, sejarah sejatinya menjadi pijakan atau landasan masa kini dan masa yang akan datang. Sejarah bagaikan akar dari pohon kehidupan manusia. Jikalau akar sejarah seseorang kuat, maka sebanding dengan itu akan kuat pula jati diri, karakter, juga sikap mental dan rasa peri kemanusiaan orang tersebut. Hal ini nampak menjadi sebuah keprihatinan tersendiri terhadap generasi anak jaman now yang lebih terbanjiri atau terpapari berbagai hal negatif dari media sosial yang hadir secara langsung melalui perangkat smartphone di genggaman tangan. Setiap saat,setiap hari, minggu, bulan hingga tahun hal ini terus-menerus terjadi.

Salah satu akar kesejarahan Nusantara yang amat penting dan seyogyanya digali kembali untuk ditanamkan kepada anak-anak kids zaman now adalah sejarah kerajaan-kerajaan yang pernah ada di Nusantara. Anak jaman now yang lebih sering memegang hanphone daripada buku sejarah mungkin tidak lagi sepaham generasi terdahulu. Tak jarang kita menjumpai anak-anak kita yang hanya bisa mringis jika ditanya perihal hal ikhwal kerajaan-kerajaan nenek moyangnya. Bukankah semestinya melalui handphone mereke lebih berkesempata menggali dan mengekplorasi mengenai sejarah dan kesejarahan kerajaan-kerajayaan Nusantara.

Mungkin fenomena tersebut bukan semata-mata kesalahan anak kids zaman now tadi. Kelangkaan guru yang menjiwai sepenuh hati saat mengajar sejarah juga pastinya turut menyumbang andil terjadinya degradasi pemahaman sejarah bagi anak-anak kita tadi. Lalu sebagai orang tua kita harus bagaimana ya?

Sebenarnya belajar sejarah bisa menjadi sesuatu yang menyenangkan. Metode dan cara pengemasan yang ciamik pastinya akan dapat membangkitkan rasa ingin tahu anak-anak kita. Metode berdongeng sangat bisa sekali dipraktikkan. Untuk menanamkan dan memahamkan dongengan tersebut dapat pula dilengkapi dengan suatu mindmap atau peta dan alur cerita yang masuk akal dan menimbulkan kesan mendalam. Di samping mudah untuk diingat, cara inipun dapat dikombinasikan dengan kelimpahan informasi di jagad raya internet saat ini.

Dari sebuah midmap yang masih bersifat global atau garis tengah dari sekian fakta sejerah yang tersebar informasinya melalui berbagai media, kita juga dapat memandu buah hati untuk mengeksplorasi informasi terkait secara lebih mendalam melalui internet. Salah satunya bisa melalui situs pencari informasi mbah google. Pancingan rasa ingin tahu terhadap insting anak-anak bisa jadi akan membangkitkan rasa penasaran, rasa ingin tahu, bisa jadi akan membangkitkan rasa keasyikan tersendiri yang bahkan jauh lebih menantang daripada memegang hape dan mengakses internet hanya sekedar untuk main game-game online semata.

Perihal kerajaan-kerajaan yang pernah ada di Nusantara, coba petakan kembali berdasarkan kronologis asal-usul kesejarahannya, mulai dari Kutai, Tarumanegara, Mataram Kuno, Sriwijaya, Medang, Kahuripan, Jenggala, Kediri, Tumapel, Singasari, Majapahit, Demak, Panjang, Mataram Islam, Kasultanan Yogya, Kasunanan Surakarta, dan lainnya.

Berdongeng tentang sejarah kerajaan-kerajaan di Nusantara pasti akan terasa lebih asyik dan berkesan jika dikemas secara funn dan menyenangkan. Monggo…..

Ngisor Blimbing, 22 September 2019

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Nusantara dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s