Bahagia Sederhana Bahagia Sekarang Juga


Tuhan sendiri banyak memberikan pengibaratan bahwa hidup di dunia hanyalah sebuah permainan. Dunia dan segala isinya adalah kefanaan semata. Semestinya semua kefanaan janga sampai memenuhi rongga hati dan pikiran kita. Hanya dengan cara demikian manusia akan dapat menggapai kebahagian yang sejati. Kebahagiaan sejati akan membawa keceriaan, kegembiraan, always happy everyday. Rasa inilah yang selalu memenuhi hati dan perasaan anak-anak. Tiada merasa memiliki masalah.

Anak-anak adalah kepolosan, bahkan kesuciaan nurani manusia yang belum mengenal masalah dan dosa. Hatinya masih murni. Kebahagiaan, keceriaan, kegembiraan pada anak-anak hadir setiap hari, setiap saat, setiap waktu, setiap suasana, melalui aktivitas bermain. Melalui berbagai permainan. Maka dunia anak adalah dunia permainan. Sangat sesuai sekali sebuah slogan yang mengatakan bocah kudu dolanan, bocah dudu dolanan. Anak harus bermain. Anak-ana bukan suatu permainan.

Kebutuhan setiap anak adalah kebutuhan untuk bermain. Apapun di lingkungan tumbuh kembang anak semestinya dipandang sebagai sarana permainan untuk bermain. Pohon, sungai, batu, gunung, bunga, rerumputan, jalanan, manusia, dan apapun dapat menjadi sarana untuk “bermain”. Dengan demikian, bermain dan aktivitas permainan harus dimaknai secara luas sebagai apapun yang dapat menyenangkan anak-anak namun sekaligus memiliki nilai tambah untuk menjadikannya sosok yang baik, yang kreatif, yang berdirkari, mandiri, berkarakter dalam proses pembentukan sebagai manusia paripurna.

Tiada hari tanpa bermain. Tiada hari tanpa permainan. Bagi si Noni Nadya, enam tahun, dunia memang sebatas permainan dan aktivitas bermain. Eksplorasi dan pengenalan lingkungan sekitar dipandang sebagai permainan. Bangun tidur, beberes tempat tidur dan kamar adalah bermain. Mandi, sikat gigi, berguyur air, kekecehan, handukan, ganti baju, berdandan adalah bermain. Pergi ke sekolah bermain. Bertemu teman, belajar kepada guru adalah bermain. Bernyanyi, membaca, menulis, berhitung adalah bermain. Dan nyatanya anak-anak senantiasa bahagia menikmati setiap episode permainannya. Bisa jadi manusia dewasa harus seringkali menggunakan kaca mata pikir anak-anak untuk senantiasa menemukan kebahagiaan sehari-hari.

Pagi ini si Noni benar-benar semangat untuk mewujudkan obsesi yang dalam beberapa hari mengendap di kepalanya. Tidak muluk-muluk dan bukan sebuah persoalan yang ruwet. Ia hanya ingin menggunaan lubang berbentuk lonjong dan love daun waru di gagang sisir untuk dijadikan alat membuat gelembung balon sabun. Semenjak minggu lalu bahkan ia sudah ngenyang kepada ibuknya, “Apakah sisir yang ini sudah tidak dipakai lagi?” Padalah yang ditanyakannya tersebut sebuah sisir yang masih baru dan biasa dipakai. Akhirnya istri yang yang harus mengalah dan mengiyakannya.

Jadilah pagi ini proyek kecilnya dieksekusi. Pertama ia mengambil sebuah cawan mangkok kecil di dapur. Sejurus kemudian ia melangkah ke kamar mandi. Sebentar kemudian ia sudah berlari menuju teras dan menemui saya. “Ini air sabun Pak!” serunya. Iapun segera mengeluarkan dua batang sisir. Warnanya satu hitam satu pink. Ia memulai aksi.

Air bercampur cairan sabun dicelupinya dengan gagang sisir berlubang. Ia angkat ke udara. Ia tiup dengan mencucukan kedua bibirnya rapat-rapat. Gagal. Ia celup lagi tiup lagi. Masih belum berhasil. Saya yang duduk di sisi kursi lain menganjurkannya untuk menambahkan cairan sabunnya. Iapun segera bergegas kembali ke dapur.

Saat kembali keluar ia sudah membawa sebuah botol plastik kecil berisi sabun gel. Ia buka tutupnya. Ia tuangkan isinya ke magkok kecil adonannya. Ia aduk sebentar. Ia celupkan kembali batang sisirnya. Ia angkat dan tiup kembali. Eureka! Luar biasa kali ini ia berhasil. It’s work! Hore! Betapa ekspresi wajahnya jadi cerah penuh gairah. Ia terlihat sangat menikmati gelembung air sabun yang diciptakannya. Ia sunggung sangat bahagia. Bunga-bunga kegembiraan memancar dari raut mukanya yang polos dan tulus.

Bahagia memang sederhana rumusnya. Anak-anak yang tengah asyik-masyuk bereksplorasi dengan lingkungan sekitarnya adalah simbolisas bahagia yang sederhana itu. Bahagia yang tidak harus mahal, bahkan justru bahagia gratis dan murah meriah. Anak-anak dengan kesederhanaannya memang memandang dunia dengan sudut pandang yang sederhana. Penyederhanaan pandangan ini justru menjati pintu prasyarat bagi hadirnya ruang kebahagiaanya.

Tidak perlu menunggu menjadi kaya dulu untuk behagia. Tidak perlu berpangkat tinggi untuk menjadi bahagia. Tidak menjadi manusia terkenal untuk merasakan bahagia. Cukup kembali praktikkan cara pandang dan kaca mata anak-anak dalam memandang dunia. Bahagia dengan bermain dan permainan. Bahagia dengan hal-hal sederhana yang dilakukan dalam keseharian. Dalam setiap peristiwa, dalam setiap aktivitas yang dilakukan, ikhlasnya untuk mensyukuri apa yang telah diberikanNya.

Konsep tentang menusia bahagia sejatinya sederhana. Persis sebagaimana konsep yang secara tulus dan polos dirasakan anak-anak. Manusia modern seringkali justru memperumit diri dengan memperumit definisi mengenai bahagia. Bahagia dinilai dari harta, uang, pangkat, kedudukan, status sosial dan segala macam parameter kebendaan duniawi lainnya. Justru dengan cara ini, manusia semakin frustasi dalam meraih kebahagiaan. Buat apa ingin mencapai bahagia dengan cara frustasi. Bahagia tidak perlu menunggu ini menunggu itu. Berbahagialah saat ingin berbahagia. Berbahagia tidak perlu berepot ria. Berhagialah saat ini juga. Monggo….

Ngisor Blimbing, 7 September 2019

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Kenyung dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s