Rem Cadangan Antisipasi Kecelakaan


Berita kecelakaan beruntung di ruas Tol  Cipularang beberapa hari silam tentu mengundang kerpihatinan semua pihak. Meskipun di antara para korban tidak ada sanak saudara kita, namun sebagai sesama manusia tentu kita turut berduka. Salah satu dugaan kuat penyebab kecelakaan maut tersebut adalah akibat rem blong dari dump truck yang mengangkut muatan tanah dan pasir. Lagi-lagi rem blong memangsa korban jiwa. Akankah hal ini terus berulang kali terjadi?

Rem merupakan perlengkengkapan kendali kendaraan raya yang sangat penting. Jika pedal gas berguna untuk memacu atau memberi kelajuan kendaraan, sebaliknya rem berfungsi untuk mengurangi kecepatan, bahkan menghentikan laju kendaraan. Terlebih pada jalur jalanan yang menurun, rem yang penting untuk mengendalikan dan tetap menjamin keselamatan kendaraan. Tidak dipacu dengan percepatan gaspun, sebuah kendaraan yang tengah menggelinding pada jalanan yang menurun akan secara otomatis memiliki tambahan percepatan dari gaya gravitas akibat berat kendaaraan. Besarnya gaya gelinding yang berkenaan dengan gaya gravitasi ini sebanding dengan bobot kendaraan yang melaju. Semakin berat kendaraan, gaya gelinding ini akan semakin besar.

Dalam kondisi menggelinding demikian, rem berguna untuk memberikan gaya gesek yang berlawanan arah dengan arah laju kendaraan. Gaya ini akan mengurangi atau menghambat gaya gelinding. Dengan demikian kondisi kendaraan akan melaju dalam batasan keselamatan dan keamanan. Kendaraan tetap terkendali dalam stabilitas yang tidak membahayakan.

Dalam kondisi kendaraan yang remnya blong. Saat melaju pada jalanan menurun, kendaraan tidak memiliki gaya penyeimbang untuk mengendalikan kendaraan tetap dalam batasan keselamatan dan keamanan. Kendaraan melaju bebas, bahkan mendapatkan percepatan dari komponen gaya gravitasi arah horizontal maupun vertikal terhadap bidang lintasan atau jalanan. Bayangkan saja sebuah benda yang tejatuh dan terjun bebas, tanpa memilki sayap untuk mengangkat gaya jatuh. Demikian halnya dengan kendaraan yang mengalami rem blong.

Secara prinsip keselamatan, pada sistem-sistem yang memiliki potensi risiko bahaya yang tinggi dilengkapi dengan teknologi keselamatan yang handal. Bagaimanapun tingginya konsekuensi kegagalan struktur, sistem, ataupun komponen kendaraan yang menimbulkan kerusakan atau bahaya, teknologi keselamatan harus dapat mengimbanginya. Pada suatu sistem, struktur, komponen yang menjamin keselamatan tingkat tinggi, maka kegagalan, kerusakan, atau kegagalan yang memakan korban harus diantisipasi dengan rendahnya probabilitas hal tersebut dapat terjadi. Dengan kata lain, insiden atau kecelakaan yang memakan korban sangat jarang terjadi pada sistem yang dilengkapi dengan teknologi keselamatan tingkat tinggi dengan tingkat jaminan yang tinggi pula. Jaminan kepastian fungsi keselamatan dan keamanan ini yang kurang lebih dimaknai sebagai kehandalan.

Di samping kehandalan (reliability) merupakan unjuk kerja suatu sistem, struktur, atau komponen sebagaimana yang telah dirancang pada desain. Pada sistem yang berkaitan langsung dengan keselamatan, jaminan keselamatan dan keamanan tidak boleh hanya mendasarkan atau menggantungkan kepada satu sistem atau peralatan semata. Harus ada dua atau lebih sistem cadangan yang memiliki fungsi yang sama. Prinsip ini dikenal sebagai sistem yang memiliki redundansi. Dalam kasus rem blong, semestinya ada sistem yang sama ataupun sistem lain yang memiliki fungsi yang sama dengan rem untuk menggantikan pengereman kendaraan. Dengan demikian di samping satu rem utama, perlu ada rem cadangan (tentu maksudnya bukan rem tangan yang berfungsi pada saat kendaraan berhenti atau parkir).

Teknologi kendaraan roda empat angkutan jalan raya kebanyakan hanya memiliki satu rem kendali kecepatan. Jika kendaran tengah melaju dan rem tersebu gagal atau rusak tidak ada rem atau sistem pengereman lain yang dapat difungsikan untuk menggantikan rem blong tadi. Bayangkan, betapa berbahaya hanya mengandalkan satu rem saja. Kejadian kecelakaan maut yang memakan banyak korban yang dipicu oleh rem blong nampaknya belum menggugah pabrikan kendaraan untuk memikirkan dengan serius dan menerapkan sistem rem cadangan atau rem ganda.

Di samping faktor human error sebagai pemicu utama kejadikan kecelakaan lalu lintas, dari sisi desain dan pabrikasi, nampaknya sangat penting melengkapi kendaraan dengan rem cadangan. Jikapun satu rem gagal, masih ada satu rem lagi yang dapat mengendalikan kendaraan.

Ah, mungkin keberadaan rem cadangan yang penting ini hanya sekedar pemikiran saya yang awam. Mungkin pabrikan mempertimbangkan tambahan cost yang harus dikeluarkan. Mungkin juga komponen itu yang menjadikan harga satuan kendaraan menjadi lebih mahal dan dapat mengurangi pangsa jual produk kendaraan bersangkutan. Namun bila taruhannya adalah keselamatan, adalah keamanan dan kenyamanan berkendara, bahkan adalah nyawa, berapapun uangnya akan dibayar oleh konsumen. Bukanhkah nyawa kita jauh lebih berharga dari ribuan dan jutaan mobil sekalipun?

Ngisor Blimbing, 4 September 2019

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Nusantara dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s