Memohon kepada Pohon


Dulu saya pernah didongengi tentang keberadaan Tuhan di atas pohon. Maka doa disebut sebagai memohon kepada Tuhan. Memohon berasal dari kata dasar pohon. Ada juga perihal orang yang berdoa sedang memanjatkan permohonan. Bukankah ketika seseorang menaiki batang pohon dikatakan ia sedang memanjat pohon. Demikianlah pohon-pohon dimuliakan Tuhan semenjak penciptaanya pertama kali.

Pasca bumi dana lam semesta dihamparkan, mulailah diciptakan makhluk bersel satu. Diantara makhluk bersel satu tersebut ada yang dianugerahi dengan sel hijau daun. Dapatlah ia berfotosintesa. Dapatlah ia memancarkan oksigen. Dapatlah ia menghasilkan nutrisi untuk pertumbuhan dan perkembangbiakannya. Dari bersel satu muncullah makhluk bersel banyak. Semakin banyak dan mengantarkan perkembangan kepada tumbuh tingkat rendah hingga tingkat tinggi. Barulah setelahnya hewan-hewan dan binatang dihadirkan membentuk ekosistem-ekosistem. Tanaman berposisi di tingkat terendah dari piramida jaring-jaring makanan. Hewan di tingkat tengah. Sedangkan manusia menempati tingkatan paling tinggi.

Setelah perangkat tumbuhan dan hewan-hewan lengkap, barulah insan manusia diturunkan untuk menjadi penghuni alam semesta. Merunut asal-usul keberadaan makhluk hidup dari tumbuhan, binatang, dan manusia, terlihatlah jelas bahwa manusia lebih junior dibandingkan tumbuhan dan binatang. Hal ini menjadikan rasa ketergantungan menusia yang tinggi terhadap tanaman dan binatang. Meskipun manusia berposisi di puncak piramida rantai makanan, justru manusialah yang paling memiliki rasa ketergantungan kepada makhluk lain di bawahnya. Tanpa tanaman dan binatang, manusia sebagai akan kehilangan sumber penghidupannya. Manusia akan punah karenanya.

Dalam ranah filosofi keyakinan animism dan dinamisme, manusia menganggap bahwasanya tumbuhan atau pohon dan binatang berderajat lebih tinggi sehingga menjadi tempat kebergantungan kebutuhan manusia tadi. Pohon tidak saja kemudian dirawat, dijaga, dan dipelihara, pohon juga disembah dan dipuja. Kekuatan supranatural yang dikonsepkan oleh manusia modern sebagai Tuhan itupun konon dipercaya bersemayam di atas pohon.

Saat diyakini Tuhan bersemayam di atas pohon, jadilah manusia sebagai makhluk lemah meminta perlindungan kepada pohon. Dari kata pohon, muncullah kata memohon. Sebuah pemanjatan doa kepada Tuhan. Bukan pula dilambungkan atau diluncurkan, doa itupun dianjatkan. Persis sebagaimana tindakan seseorang yang sedang menaiki sebatang pohon.

Sebagai generasi yang dibesarkan pada lingkungan edesaan di selingkaran sebuah gunung berapi yang super aktif, pohon-pohon adalah teman karib kami sehari-hari. Pohon adalah pagar alam. Pohon adalah peneduh desa dan dusun. Pohon adalah penyejuk sawah dan ladang. Pohon adalah pelindung sebenar-benarnya pelindung. Dari pemahaman inilah kami terdidik untuk senantiasa memuliakan pohon.

Menyemai benih, menanti munculnya tunas muda, memelihara bibit, menanam, memelihara, merawat, memupuk, dan menjaga pohon adalah nilai yang diwariskan turun-temurun. Bagi kami sangat pantang mengganggu tumbuh kembang sebuah pohon. Untuk sekedar memangkas ranting dan dahannyapun kami menjadi sangat berhati-hati. Hanya ranting kering yang layak dipangkas. Hanya ranting kering yang telah jatuh ke tanah diungut untuk kayu bakar. Terlebih saat pada suatu ketika mendengar kisah Romo Mangun yang marah dan tidak berkenan saat ada tetangga samping rumahnya memangkas pohon di batas pekarangannya. Bahkan dengan tegas dan jelas, sang romo meminta dahan dan ranting yang terpangkas tadi disambungkan kembali.

Pohon adalah sel paru-paru dunia. Pohonlah yang menjalankan proses untuk memproduksi oksigen bagi hidup dan kehidupan seluruh makhluk hidup di alam semesta. Monggo senantiasa jaga pohon-pohon di lingkungan kita. Perbanyak menanam daripada memangkas apalagi merobohkan pepohonan. Pohon adalah hidup dan kehidupan.

Ngisor Blimbing, 22 Agustus 2019

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Alam dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s