Cancut Tali Wanda


Wayahe….wayahe! Wayahe cancut tali wanda. Wayahe bermakna telah tiba saatnya. Adapun cancut tali wanda memiliki arti ajakan bersama untuk bersiaga, bersiap, bergegas, bahkan juga waspada karena situasi dan kondisi telah mengharuskan untuk bersikap atau bertindak. Cancut tali wanda dapat dimaknai jauh lebih luas untuk segala macam kondisi. Bisa dilakukan sebagai sebuah tindakan pencegahan dan antisipasi. Pun cancut tali wanda juga bisa dilakukan dalam ketersegeraan untuk mengantisipasi sebauh kejadian yang sudah di depan mata, bahkan baru saja kejadian.

Menghadapi tantangan globalisasi dimana persaingan bebas semakin tidak terhindarkan lagi, kita harus bersikap cancut tali wanda. Tidak lagi banyak berwacana dan berteori muluk-muluk. Mau tidak mau, suka tidak suka, kita harus segera giat belajar, giat bekerja, giat berusaha, giat dalam segala apapun untuk mempertahankan hidup. Inilah makna cancut tali wanda secara umum.

Adapun di ranah ruang tumbuh kembang anak-anak kita, globalisasi dengan kemajuan teknologi yang menyertainya menjadi kesempatan sekaligus tantangan yang harus dihadapi. Teknologi, seperti handphone yang kini telah dimiliki banyak keluarga hingga oleh anak-anaknya dan telah terintegrasi dengan teknologi internet, bisa menjadi sarana untuk menunjang proses belajar. Dengan kandungan informasi dan pengetahuan yang sungguh komplit, hp dapat menjadi sumber mata air ilmu pengetahuan yang tidak akan pernah kering dan habis. Jika anak-anak di masa lalu hanya mengandalkan sarana buku paket dari sekolah untuk belajar, anak jaman now dapat mengakses internet sebagai sumber informasi yang tidak pernah istirahat. Dua puluh empat jam selama sehari, tujuh hari selama seminggu, internet hadir tanpa mengenal waktu istirahat.

Di sisi lain, apabila tidak disertai dengan sikap bijak dan cerdas, internet justru menjadi penghambat kemajuan anak-anak dalam belajar. Tawaran hiburan seperti berbagai aplikasi game online tentu menjadi magnet daya tarik yang sangat luar biasa bagi anak-anak. Melakukan tantangan permainan yang semakin mengundang rasa penasaran, meraih poin yang lebih tinggi, memenangkan sebuah pertarungan tentu lebih disukai bagi anak-anak daripada menggunakan  internet untuk mengulangi pelajaran yang diberikan di sekolah.

Dalam situasi yang penuh tantangan sekaligus peluang kehadiran teknologi internet dan handphone bagi anak-anak seperti tergambar pada uraian di atas inilah perlu kewaspadaan dan sikap tanggap dari segenap orang tua, guru, ataupun siapapun yang turut merasa terpanggil untuk peduli dengan masa depan anak-anak kita. Tiba saatnya untuk bersiaga dan berhati-hati. Tidak perlu menunggu nanti atau esok, kini saat kita harus memberikan arahan yang tegas dan bijak mengenai pemanfaatan teknologi dan informasi untuk hal-hal yang berguna. Kita harus memandu dan senantiasa mendampingi anak.

Dari anak dan untuk anak, termasuk dari siapapun orang dewasa yang merasa terpanggil untuk peduli terhadap anak-anak, inilah spirit yang ingin terus digaungkan oleh Festival Tlatah Bocah. Tlatah Bocah merupakan komunitas peduli dunia anak. Anak-anak dengan segala potensi minat dan bakatnya memerlukan lingkungan tumbuh kembang yang ramah anak.

Dengan mengusung tema Cancut Tali Wanda, Festival Tlatah Bocah ke XIII siap digelar di Desa Sriwedari, Kecamatan Salaman, Kab Magelang. Berbagai agenda mulai dari pentas seni oleh para bocah dari berbagai sanggar, juga banyak workshop yang digelar. Lebih dari 50 sanggar seni akan mementaskan beragam seni pertunjukan. Kobra siswa, seni campur, tari grasak, topeng ireng, soreng akan unjuk gigi di anggung utama. Ada pula diskusi literasi untuk menggunakan media sosial semisal facebook, twitter, juga blog dengan bijak dan berguna.

Wayahe….wayahe!

Ngisor Blimbing, 19 Agustus 2019

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Budaya dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s