Kawah Rengganis: Perpaduan Air Terjun, Air Hangat, dan Air Belerang


Tidak ada yang menyangsikan bahwa negeri Indonesia berada di ring of fire. Ratusan, bahkan ribuan, gunung beradi berderet di sepanjang wilayah negara kita. Salah satu segmen ring of fire tersebut adalah gugusan Gunung Patuha di wilayah Bandung Selatan. Di samping Kawah Putihnya yang tersohor, kawasan Patuha juga memiliki beberapa titik kawah yang lain. Salah satunya adalah Kawah Rengganis.

Kawah Rengganis berada di sisi selatan Situ Patenggang. Dari arah Bandung, kawah ini berada di jalur Jalan Raya Ciwidey – Rancabali. Sepanjang jalur menuju Kawah Rengganis terhambar ribuan hektar tanaman teh yang menghijau. Hawa udara yang dingin nan segar berpadu dengan hijau alam menghadirkan nuansa kesejukan bagi jiwa dan raga siapapun insan yang tengah melintasinya. Kawasan ini menjadi tujuan refreshing paling favorit di wilayah Bandung Selatan.

Rangkaian Gunung Patuha merupakan gugus hamparan geologis purba yang melingkari wilayah danau purba Bandung.  Meskipun seolah tertidur dari aktivitas erupsi sekian ratus tahun, namun aktivitas kegunung-apian di wilayah ini sejatinya masih terus berlangsung. Bukti aktivitas tersebut antara lain keberadaan Kawah Putih dan juga Kawa Rengganis.

Terkait dengan Kawah Rengganis, destinasi wisata ini belum terlalu banyak diketahui pengunjung dari luar daerah. Meskipun belum dikembangkan secara optimal dengan akses lokasi maupun sarana-prasarana penunjang yang memadai, namun Kawah Rengganis memiliki daya tarik tersendiri yang menjadi magnet bagi siapapun yang belum pernah menyambanginya. Kawah Rengganis merupakan perpaduan dari air terjun, air hangat, sekaligus air belerang.

Dari jalur Jalan Raya Rancabali, lokasi Kawah Rengganis hanya berkisar kurang dari 1 km ke arah pedalaman. Namun jalanan berbatu yang masih sempit dan pada beberapa sisi berdampingan langsung dengan bibir jurang menjadikan lokasi baru bisa diakses dengan kendaraan roda dua. Bagi pengunjung yang datang dengan kendaraan roda empat, kendaraan harus diparkir di tepian jalan raya. Untuk menuju lokasi Kawah Rengganis dapat dilanjutkan dengan menyewa jasa ojek, ataupun jika sekaligus ingin berolah raga dapat ditempuh dengan jalan kaki.

Dari titik akhir jalur jalanan berbatu, area Kawah Rengganis berada pada sebuah lembah yang berdinding tebing jurang terjal di sisi kanan-kirinya. Tepat membelah lembah, sebuah sungai mengalir pada teras-teras yang membentuk tangga-tangga air terjun. Air bening yang bersumber langsung dari mata air pegunungan membawa kesejukan bagi siapapun yang mendulangnya untuk bercuci muka. Teras-teras air terjun yang cukup pendek dengan dinding batuan gunung yang halus menjadikan kolam-kolam yang sungguh asyik untuk bermain dan berkecipak dengan air.

Pada beberapa sisi dinding jurang nampak gugusan asap putih sedikit pekat senantiasa berhembus keluar dari lubang-lubang di sela bebatuan. Berbeda dengan kabut pegunungan selumrahnya, asap putih tersebut menghadirkan bau menyengat yang sangat khas. Bagi kebanyakan orang awam berlama-lama dalam balutan selimut asap yang satu ini dapat menyebabkan keracunan yang sungguh serius. Ya, asap putih pekat tersebut merupakan hembusan asap belerang yang keluar langsung dari dalam perut bumi. Belerang yang terancar secara efusiv dari dalam perut bumi merupakan ciri-ciri aktivitas kegunung-apian yang terus-menerus berlangsung secara aktif.

Perpaduan antara gas atau asap pekat belerang dengan air yang terpancar dari mata air dan mengalir secara berteras-teras inilah yang mendatangkan air hangat. Air hangat dengan kadar belerang yang cukup tinggi seringkali dipergunakan untuk berendam. Khasiat utama air belerang hangat adalah untuk mereleksasi sendi maupun otot-otot tubuh yang kaku ataupun kelelahan. Hal inilah yang menjadikan di tempat-tempat yang memiliki pancaran air belerang hangat banyak dibangun fasilitas pemandian air hangat. Hot spring, demikianlah para bule menyebutnya.

Berendam atau mandi dalam kehangatan air belerang tidak saja merelaksasi tubuh, kadar belerang yang terlarut dalam air juga sangat berkhasiat untuk mengobati berbagai jenis penyakit kulit. Bakteri, jamur, ataupun kuman yang melekat pada kulit tubuh dan menyebabkan gatal, panu, kurap, kudis dan lainnya akan mati akibat suhu panas dari air hangat ataupun karena keberadaan kadar belerang yang ada.

Sebagai destinasi wisata yang cukup menarik, area Kawah Rengganis hingga saat ini belum dikelola secara optimal. Pengelolaan obyek wisata yang satu ini masih dilakukan secara swadaya oleh masyarakat sekitar. Hal ini menjadikan untuk datang dan menikmati sensasi Kawah Rengganis secara prinsip bahkan belum dikenakan tarif atau tiket resmi. Di depan sebuah mushola yang berada di sisi akses jalur masuk lembah Rengganis disediakan sebuah kotak dana. Para pengunjung dipersilakan untuk memberikan sekedar dana kebersihan dan perawatan kawasan secara sukarela. Bila kita berkunjung ke kawasan Bandung Selatan, bertamasya di seputaran Kawah Putih, Situ Patenggang, Rancabali, sungguh sayang jika melewatkan kesempatan untuk singgah di Kawah Rengganis. Mangga atuh….

Ngisor Blimbing, 30 Juli 2019

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Alam dan tag , , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Kawah Rengganis: Perpaduan Air Terjun, Air Hangat, dan Air Belerang

  1. Blog Geografi berkata:

    Rame juga ya yg berkunjung ke kawah rengganis 🙂

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s