Mengenang Asal-usul Kota Bandung


Bandung di masa kini merupakan ibukota Provinsi Jawa Barat. Bandung di masa lalu, setidaknya pada masa pra Daendels dan Raffless pernah berperan penting sebagai tempat kedudukan Residen Priangan yang sebelumnya berada di Cianjur. Dalam perkembangannya, Bandung bahkan menjadi kandidat peralihan ibukota pemerintahan Hindia Belanda dari Buitenzorg, alias Bogor. Keberadaan Gedung Sate dan beberapa kantor pusat departemen bahkan sudah ditempatkan di kawasan pusat kota Bandung. Lalu bagaimana sebenarnya masa lalu dan sejarah kota Bandung ditorehkan?

Bandung, sebuah kota yang berkembang di atas cekungan danau purba. Tatkala Sultan Agung Hanyakrakusuma dari Mataram hendak menyerang Batavia di bawah Gubernur Jenderal JP Coen, tersebutlah nama penguasa Bandung. Ia bergelar Adipati Ukur. Dialah sosok penguasa yang diamanatkan Sultan Agung untuk memimpin penyerangan ke tanah Betawi pada sekitar tahun 1625-1627. Namun sayang beribu sayang, serangan tersebut gagal. Untuk mempertanggungjawabkan kegagalannya, bahkan Adipati Ukur dihuku mati oleh Sultan. Kelak dari waktu ke waktu penguasa atau adipati wilayah Bandung senantiasa dipegang oleh anak keturunan Adipati Ukur ini.

Tatkala Bandung menjadi ibukota Karesidenan Priangan dan menjadi kandidat pemindahan ibukota negeri Hindia Belanda dari Bogor, Bandung diperintah oleh Aria Wiranatakusumah II. Dialah bupati yang diperintah oleh Daendels untuk memindahkan pusat kota Bandung dari wilayah Krapyak, ke dari tepi Sungai Cikapundung yang kini menjadi pusat kota atau kawasan alun-alun.

Bersamaan dengan rencana pemindahan ibukota Hindia Belanda, Daendels juga tengah gencar membangun Jalan Raya Pos yang menghubungkan Anyer di Banteng dengan Penarukan di wilayah Situbondo, Jawa Timur. Saat Daendels mencanangkan titik nol kilometer di depan Hotel Savoy Omman saat ini, ia bahka menerbitkan beslite bahwasanya pusat kota Bandung di Krapyak harus dipindahkan mendekati jalur Jalan Pos tadi. Demikian sekelumit sejarah asal-usul kota Bandung yang dapat kita telusuri.

Dalam rangka memberikan edukasi, khususnya kepada warga Bandung, Pemerintah Kota Bandung telah membangun Museum Kota Bandung. Menempati sebuah gedung tua yang juga merupakan sebuah bangunan cagar budaya, Museum Kota Bandung berada di sisi seberang belakang kompleks Kantor Dinas Walikota Bandung. Dengan mengetahui secara baik asal-usul sejarah kota tempat tinggal, mereka dapat lebih mencintai kota, pemerintah kota, dengan segala program pembangunan yang tengah gencar dilakukan.

Museum Kota Bandung sangat cocok bagi semua pengunjung yang memang ingin mendalami lebih jauh sejarah asal-usul Kota Kembang. Tidak saja bagi para orang tua dan warga kota dewasa, museum ini juga sangat cocok bagi anak-anak dari usia TK hingga remaja. Terbuka hampir di setiap hari dalam satu minggu dan tanpa dipungut harga tiket masuk serupiahpun, diharapkan tidak ada warga Bandung yang tidak mengetahui sejarah kota tempat tinggalnya. Kami sekeluarga sungguh merasa beruntung mendapat kesempatan untuk beranjangsana dan mengenangkan asal-usul kota yang berjuluk Paris van Java ini. Tabik.

Ngisor Blimbing, 1 Juli 2019

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Nusantara dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s