Sensasi Panorama Bandung dari Puncak Menara Kembar


Menara kembar alias Twin Tower tertinggi mungkin telah menjadi ikoniknya Kota Kuala Lumpur. Namun tentu saja yang namanya menara kembar juga terdapat di kota atau negara lain selain Twin Towernya Kuala Lumpur. Salah satu kota yang juga memiliki menara kembar adalah Bandung. Dimanakah dan seperti apakah Twin Tower-nya Bandung? Simak selengkapnya ya…..

Apabila kita berada di Bandung, tentu sangat tidak lengkap jika tidak menyambangi Alun-alun Kota Bandung. Sebuah area pelataran atau lapangan terbuka yang berada di pusat kota. Tepat di sisi barat dari pelataran inilah terdapat menara kembar yang kami maksudkan. Ya, memang menara kembar tersebut merupakan bagian dari bangunan Masjid Raya Bandung.

Sebuah masjid raya dengan menara adalah sebuah kelaziman. Bagi yang pernah membaca novel Negeri Lima Menaranya Ahmad Fuadi tentu memiliki gambaran tersendiri akan suatu menara masjid. Dahulu kala, di masa belum dikenal peralatan pengeras suara atau speaker, pada setiap awal waktu sholat tiba adzan dikumandangkan langsung dari puncak menara. Dengan dikumandangkan dari sebuah menara yang tinggi, adzan akan terdengar hingga radius yang jauh dari masjid. Tentu di masa-masa itu suasana sekitar lingkungan masjid yang belum padat dengan bangunan sangat memungkinkan kemandang adzan terbawa angina kepada segenap warga muslim.

Di masa kini, dengan teknologi sound system atau speaker, kumandang adzan secara manual dari puncak menara masjid sudah tidak dilakukan. Muadzin mengumandangkan adzan di ruang dalam masjid. Yang terpasang di puncak menara ya speakernya saja. Di samping sebagai tempat memasang speaker, menara sebuah masjid sejatinya juga mendukung sisi keindahan arsitektural dari sebuah bangungan masjid secara keseluruhan.

Khusus untuk menara kembar yang ada di Masjid Raya Bandung, selain mendukung fungsi untuk kemandang adzan dan sisi keindahan,  ternyata warga ataupun mengunjung juga dapat naik ke atas puncaknya. Di puncak menara, sudah pasti kita dapat menikmati hamparan atau dataran kota Bandung dari Udara. Tentu sangat seru dan sensasional memandang Bandung dari atas.

Di titik terdekat, kita akang disuguhi dengan suasana Alun-alun Bandung dari sisi atas. Sebuah hamparan permadani rumput sintetis dengan pola garis atau kotak rupanya sungguh mempesona dilihat dari sisi atas. Kita langsung dapat membandingkan pola yang sama pada lapangan sepak bola kelas internasional sebagaimana yang mungkin kita saksikan dalam perhelatan Piala Dunia ataupun liga ternama dunia. Sungguh ide yang brilian dari Walikota Ridwan Kamil yang menggagasnya.

Hamparan gedung-gedung pencakar langit yang ada, kelak-kelok jalanan tengah kota yang padat dengan kendaraan berlalu lalang, juga rumah-rumah penduduk yang sesak berhimpitan memberikan warna tersendiri untuk kota paris van java ini. Tepat di sisi selatan alun-alun kita dapat menikmati suasana anggun nan teduh dari kompleks kediaman bupati turun-temurun yang kini difungsikan sebagai rumah dinas Walikota Bandung. Sedikit ke sisi utara ada penampakan Gedung Sate, lapangan Gasibu, kawasan monument perjuangan rakyat Bandung, kompleks kampus ITB dapat kita lihat dengan jelas.

Nun jauh di seberang sisi utara nampak sangat anggun Gunung Tangkuban Perahu yang terdiam bisu memendam kisah abadi Sangkuriang dan Dayang Sumbi. Deretan kaki gunung di sisi bawahnya dapat kita bayangkan kawasan wisata Lembang yang ternama itu. Di sisi selatan kitapun dapat menerawang jauh hingga pegunungan Patuha yang terkenal dengan berbagai obyek wisata, seperti Kawah Putih dan Situ Patenggang.

Untuk memfasilitasi warga atau pengunjung yang ingin menikmati Bandung dari Menara kembar Masjid Raya Bandung, pengelola memberikan layanan kunjungan dari jam 08.00 hingga 17.00 petang. HTM untuk naik ke atas Menara dikenakan Rp. 5.000. – untuk anak-anak, dan Rp. 7.000,- untuk pengunjung dewasa. Setelah memegang karcis, kita dapat langsung naik melalui lift yang berkapasitasp antara 8-10 pengunjung. Di atas kita dapat memandang, berselfie ria, ataupun mengabadikan panorama Bandung tanpa diabatasi durasi waktu tertentu. Pokoknya manga sepuasnya atuh!

Bagaimana? Penasaran naik ke Menara kembarnya Bandung? Jangan lupa untuk menyempatkan diri saat kita berada di kawasan Alun-alun Bandung. Sok atuh…..

Riau Junction, 27 Juni 2019

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Wisata dan tag , , , . Tandai permalink.

3 Balasan ke Sensasi Panorama Bandung dari Puncak Menara Kembar

  1. Wildan Fauzy berkata:

    seru naik ke manara yang ada di masjid kota bandung cuma pas kesana rada ngantri naik lifhnya hehe

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s