Uniknya Pasar Mengambangnya Lembang


Jika Keraton Surakarta memiliki Taman Balai Kambang, maka Keraton Yogyakarta memiliki Taman Sarinya. Jika negeri Astina memiliki pesanggrahan Balai Sigala-gala, maka Kerajaan Tumapel memiliki Taman Baboci. Jika ummat Islam di Makassar memiliki masjid apung di tepiann Pantai Losari, ummat Hidhu di Bali pun memiliki Pura Taman Ayun yang bersemayam di tengah hamparan bunga Padma. Kali ini memang sedang ingin membahas serba-serbi taman air.

Air adalah sumber kehidupan. Segala macam rupa budaya dan peradaban manusia terlahir serta berkembang di tempat-tempat yang berdekatan dengan air. Mesir Kuno degan Sungai Nilnya, Mesopotamia dengan Eufrat-Tigrisnya, India dengan Gangganya, Homo Soloensis di tepian Bengawan Solo, masyarakat Bangkok dengan Menam-Chao Phrayanya, masyarakat Banjar dengan Baritonya, Palembang dengan Musinya, dan lain sebagainya. Bagaimana dengan Bandung?

Bandung merupakan sebuah kota yang secara geologis berada pada sebuah cekungan raksasa yang datar. Konon dulunyapun, wilayah Bandung merupakan sebuah danau raksasa. Tersebutlah Danau Bandung Purba namanya. Bandung, bahkan Tanah Parahyangan secara umum, merupakan wilayah yang kaya akan sumber air. Tidaklah mengherankan jika secara legenda-mitologi nama-nama daerah di Tatar Sunda diawali dengan kata “ci” yang berarti air. Sebut saja Cirebon, Cianjur, Ciawi, Ciwidey, Ciraos, Cibaru, Cibiru, Cibatu, dan lainnya. Inilah kaitannya sebuah tempat tujuan wisata yang tersohor di wilayah Bandung yang berkenaan dengan air, situ, telaga, alias danau yang ingin dibahas.

Lembang merupakan wilayah yang membentang antara Kota Bandung dan jalur kaki Gunung Tangkuban Perahu. Tidak hanya mengunjungi kawah Tangkuban Perahu yang senantiasa mempesona, kita kini disuguhkan banyak destinasi wisata baru di wilayah Lembang yang unik dan menarik. Salah satunya sebut saja Pasar Mengambangnya Lembang. Lokasi ini lebih percaya diri dengan sebutan Floating Market.

Pada jalur penghubung utama Bandung – Lembang, pada salah satu anak cabangnya kendaraan kami siang itu berbelok. Dari jalanannya yang sempit dan tidak mulus kami sedikit kurang bersemangat melewatinya. Dari lorong jalan yang sempit tak muat untuk berpapasan dua bus tersebut, kami terbawa ke sebuah pelataran parkiran yang sungguh luas. Di dalamnya pada saat itu, puluhan bahkan ratusan bus pariwisata sudah rapi berjajar. Di sudut yang lainpun mobil-mobil pribadi yang membawa rombongan-rombongan lebih kecil juga turut parkir. Cuaca yang sedikit mendung dan gerimis tidak menyurutkan ribuan orang yang tengah memasuki sebuah joglo yang menjadi pintu akses utama ke area Floating Market.

Dengan tarif tiket masuk yang cukup terjangkau, ribuan pengjunjung selalu tumpleg-bleg di destinasi yang satu ini. Floating Market pada awalnya merupakan sebuah situ yang kurang menarik di pinggiran Kota Lembang. Dengan penataan yang dikembangkan berdasarkan konsep pasar apung di tengah telaga menjadikan Floating Market sungguh unik nan menarik. Lalu apa unik dan menariknya the Floating Market or Lembang?

Namanya juga market, alias pasar tentu konsep dasar yang dikembangkan adalah keberadaan sebuah pasar. Tentu karena tujuan utamanya adalah pasar “wisata”, maka produk-produk yang dijajakan di dalamnya yang berkaitan dengan kebutuhan orang yang sedang berwisata. Tidak hanya soal panorama, lokasi, dan penataan taman, suasana pasar yang terjadi justru menjadi daya tarik utama dari wisata yang satu ini.

Di sepanjang tepian situ yang tepat berada di tengah lokasi, ratusan pondok ataupun bungalow dengan corak bangunan tradisional jawa dan sunda memberikan pemandangan yang amazing. Pengunjung terasa terbawa ke nuansa lingkungan pedesaan yang sangat dekat dengan alam. Dari pondok-pondok yang berjajar tersebut ada yang sekaligus difungsikan sebagai tempat jualan souvenir, barang antik, dan kebanyakan diantara sebagai warung atau café. Di kanan-kiri ataupun seputaran pondok, juga terdapat beberapa taman tematik yang unik , seperti taman kelinci, wahana flying fox, kereta taman, sawah dan kebun sayur, hingga mushola kampung yang sangat sederhana namun sungguh anggun.

Spot terunik dan paling khasnya the Floating Lembang tentu saja yang pasar apungnya. Pasar apung yang ada sebenarnya hanya khusus menjajakan sajian kuliner khas nan tradisional. Tepat di tengah situ, dibuat semacam jalur tanggul yang membelah situ menjadi dua sisi. Pada jalur inilah ratusan menjajakan berbagai menu kuliner di atas perahu-perahu kecil yang disulap sebagai etalase warung. Beragam menu makanan dan minuman yang yahut akan memanjakan lidah para pengunjung. Ada nasi timbel, sate kelinci, ikan bakar, rujak, ada aneka sajian lalapan khas Sunda. Ada pula pilihan sajian modern, seperti sosis, fried chicken, aneka krispi, bahkan sejenis hotdog ataupun hokben. Uniknya lagi untuk menikmati itu semua, uang tidak berlaku untuk jual beli di pasar apung ini. Setiap pengunjung harus terlebih dahulu menukarkan uang dengan koin khusus untuk bertransaksi. Mirip uang bambu di Pasar “Pring” Ngadiprono lho gaes.

Bagi anak-anak, kegembiraan akan bertambah dimana sembari duduk bersantai di saung sambil menikmati sajian kuliner yang ada, mereka juga dapat memberi makan ribuan ikan mas di anjungan bamboo yang khusus. Untuk menikmati situ ataupun telaga, ada pula jasa perahu dayung, perahu motor, ataupun kereta air yang berkeliling. Tidak heran jika pasar apung senantiasa ramai dengan kunjungan rombongan keluarga.

Salah lagi yang kami catat sebagai hal terunik dari the Floating Market of Lembang. Sebuah spot pada salah satu sudut taman yang tertata dengan ratusan tanaman indahnya yang di tengahnya terdapat rumah-rumah dengann dinding kertas. Ada rumpun bambu. Ada taman bonsai. Ada semarak merah muda bunga sakura. Bahkan di beberapa sudut taman maupun rumah-rumah yang ada beberapa gadis cantik bersolek, dan mereka berkimono. Wow sungguh, spot tersebut mungkin merupakan spot wisata ala Jepang termirip dengan Negeri Matahari Terbit yang pernah saya kunjungi. Bahkan di sini pengunjung dapat menyewa pakaian khas Jepang, menentang samurai, hingga berfoto bareng ninja. Inilah yang bisa disebut sebagai Jepangnya Lembang. Daripada jauh-jauh ke Jepang untuk sekedar berselfie ria ala Jepang, Jepangnya Lembang ini sungguh menjadi pilihan yang irit dan menarik untuk bergaya ala Jepang. Sok atuh agan……

Ngisor Blimbing, 15 Mei 2019

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Wisata dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Uniknya Pasar Mengambangnya Lembang

  1. kusumah wijaya berkata:

    wah enak banget mas, lihat ikannya juga besar besar

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s