Tangkuban Perahu di Benak Para Bocah


Sangkuriang tersenyum lebar. Danau luas dengan taman air dan perahu-perahu pelancongan sudah mendekati selesai. Pekerjaannya begitu rapi dan paripurna. Siapapun, bahkan Dayang Sumbi pasti akan berdecak kagum atas karyanya. Sementara hari baru beranjak melewati puncak malam untuk berganti dengan dini hari. Pagi masih akan sejenak menjelang. Sangkuriang berhasil memenuhi permintaan Dayang Sumbi kekasih hati. Ia memang pemuda sakti dengan segala prewangannya.

Dengan segala daya upaya tentu Dayang Sumbi tidak membiarkan Sangkuriang untuk berhasil memenuhi permintaan yang ia persyaratkan. Bagaimanapun Sangkuriang adalah darah dagingnya sendiri. Ia adalah putranya yang hilang di tengah rimba. Singkat cerita ia berhasil mendatangkan bayang pijar sinar fajar.

Sangkuriang tercekat. Tinggal sedikit usahanya  paripurna dengan sempurna. Namun bayang pijar sinar fajar tipuan Dayang Sumbi itu telah menggagalkan segalanya. Ia menjadi demikian marah. Amarahnya meledak-ledak sebagaimana kawah gunung api. Taman air, bendungan dan tanggul danau hingga perahu pelancongan yang terbesar ditendangnya dengan penuh kesaktian pada puncak amarahnya. Perahu terbesar yang ditendangnya bahkan terbayang melayang untuk kemudian terbalik dan jatuh tepat di tengah danau yang tengah dibangunnya. Lama kelamaan bangkai perahu terbalik itupun seolah semakin membesar dan membatu sebagai sebuah gunung. Gunung inilah yang kini ternama sebagai Tangkuban Perahu.

Demikian kira-kira pengembaraan angan si Noni Nadya tatkala kendaraan kami menapi jalan beraspal yang semaki menanjak. Di kanan kiri jalur yang kami lewati berpagar batang-batang pohon pinus yang tinggi menjulang. Di bawah pepohonan tersebut hijau merimbun gerumbul semak belukar pepohonan perdu yang sungguh rapat. Hawa dingin nan sejuk sungguh terasa. Tak lama berselang, hidung kamippun mencium suatu bau tajam yang aneh. Ya, kami mencium bau belerang. Bau itu menandakan kami telah sangat dekat dengan kawah Tangkuban Perahu.

 

Kunjungan ke Tangkuban Perahu kali ini memang untuk pertama kalinya bagi si Noni, berbeda bagi kakaknya yang dulu pernah sekali menyambangi ikon gunung kota Bandung ini. Maka sangatlah wajar jika kemudian si Kakak sedikit bisa berkisah tentang pengalamannnya kepada adiknya. Ia sedikit dapat memandu adiknya untuk lebih mengenal dan menyelami Tangkuban Perahu. Tentu hal ini semakin mengundang banyak tanya bagi si Noni.

Akhirnya kami benar-benar tiba di area Taman Wisata Gunung Tangkuban Perahu. Tempat ini menjadi ikon wisata alam bumi Parahyangan yang paling dongengistik. Setidaknya hampir setiap bocah di Nusantara pernah mendengar kisah asal-usul gunung ini melalui dongeng Sangkuriang-Dayang Sumbi. Sungguh nenek moyang kita memang sangat kaya akan kearifan lokal yang salah satu bentuknya berupa kekayaan dongeng mengenai legenda asal-usul suatu tempat.

Di bandingkan tujuh tahun silam, area Taman Wisata Gunung Tangkuban Perahu telah mengalami banyak penataan. Di sisi kanan-kiri tulisan nama yang senantiasa menjadi titik paling favorit kini dihiasi dengan patung maung kumbang dan garuda sakti “manuk dadali”. Tentu kami menjadikan spot ini sebagai titik pertama untuk mengabadikan kedatangan kami.

Tepat di pinggir bibir kawah yang menganga luas, berjajar pagar cor beton berbalut cat coklat, hijau hitam sehingga mengesankan sebagai batang-batang kayu pinus yang mengelilingi sepanjang tepian kawah Ratu. Di sepanjang jalur pagar inilah pengunjung dapat berjalanan keliling, memandang lepas ke kedalaman kawah yang senantiasa menggelegak dengan memancarkan asap putih belarang yang berbau sangat khas dan menyengat. Semilir angin sejuk senantiasa berhembus di setiap saat. Suasana sejuk, dingin, terkadang berbaur dengan kabut asap yang sesekali turun benar-benar menyajikan sebuah suasana dan nuansa yang tiada duanya. Bentang panorama alam Gunung Tangkuban Perahu benar-benar karya agung Tuhan Yang Maha Pencipta dan Maha Indah.

Di samping sebagai wahana wisata untuk menyegarkan pikiran kita, Tangkuban Perahu sejatinya juga menjadi wahana yang sangat edukatif untuk menambah pengalaman dan pengetahuan anak-anak kita. Alam dapat dipelajari oleh anak-anak melalui gunung itu sendiri, melalui batuan, melalui magma, melalui belerang, melalui kabut, kawah, pepohonan, hutan, dan apapun yang terpampang di depan mata. Alam demikian indah dan terbentang menjadi maha guru yang tiada akan pernah kering untuk terus digali rahasianya.

 Tidak hanya sekedar berfoto ria mengabadikan diri, pengunjung juga dapat juga naik kuda untuk berkeliling area dan menikmati suasana yang ada. Bagi pengunjung yang merasa dingin dan terbangkitkan rasa laparnya juga dapat menikmati sajian khas penghangat badan, mulai dari menu jagung bakar, mie telor rebus, pop mie, hingga sate kelinci. Bahkan di banyak sudut banyak warung-warung yang menjajakan sajian menu khas tatar Pasundan.

Area Taman Wisata Gunung Tangkuban Perahu sebagai destinasi utama wisata alam di wilayah Bandung dan sekitarnya tentu dilengkapi dengan fasilitas penunjang yang telah terstandar. Ada masjid, toilet, bahkan ruang pamer dan pusat informasi yang tengah diselesaikan pembangunannya. Ke depan wisata ini akan semakin menarik dan ciamik untuk memberikan kepuasan bagi setiap wisatawan yang mengunjunginya.

Mengunjungi suatu destinasi wisata, kenangan kita akan senantiasa ditautkan melalui souvenir maupun aneka rupa oleh-oleh atau buah tangan yang kita bawa. Ratusan ruko penjaja berbagai souvenir menjadi pilihan kita untuk membeli sekedar gantungan kuncil, kaos, tas, dan berbagai benda ikonik Tangkuban Perahu. Jika si Noni memboyong sebuah penutup sekaligus topeng penghangat kepala berbentuk rubah putih, kakaknya justru menenteng seperangkat angklung sebagai souvenir kami dari Tangkuban Perahu. Bagaimana, ingin merasakan keseruan yang sama di Tangkuban Perahu? Manggah atuh dipersilakeun. Wilujeng tamasya.

Ngisor Blimbing, 1 Mei 2019

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Wisata dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s