Maribayar di Lodge Woodland Maribaya


Maribaya, sebuah wilayah bergunung jurang di utara Bandung. Wilayah ini masih merupakan bagian dari Lembang, sebuah kawasan destinasi wisata yang sangat favorit.

 

Sebuah keuntungan tersendiri ketika kami menginap di sekitar jalur Dago atas. Untuk menuju Lembang, kami tidak perlu melalui jalur Setiabudi atau Ledeng yang di kesehariannya senantiasa padat dan penuh kemacetan. Dari Dago atas, Lembang justru lebih dekat dicapai melalui Maribaya. Jalur ini tergolong sebagai jalur pintas yang lebih pendek. Di pagi hari selepas menikmati sarapan, pukul 07.30 kami meluncur menuju Maribaya.

Sebenarnya tujuan kunjungan utama kami ke wilayah utara Bandung adalah ke kawah Tangkuban Perahu. Berhubung hari masih pagi, dan dalam waktu tempuh seperempat jam kami sudah memasuki wilayah Maribaya, kami sengaja mampir ke salah satu spot wisata di daerah ini bernama Lodge Woodland Maribaya. Lodge Woodland Maribaya merupakan spot wisata yang mengandalkan keasrian alam lereng jurang berpagar hutan pinus yang masih alami dan lestari. Semenjak sekitar dua tahun lalu, sebuah jalur tepian jurang hutan pinus telah ditata sedemikian rupan menjadi area topselfie yang semakin ngehits.

Ketika kami tiba di depan gerbang Lodge Woodland Maribaya rupanya kami masih terlalu kepagian. Spot wisata yang satu ini baru buka pada pukul 09.00. Tidak hanya kami, rupanya banyak juga pengunjung lain, baik yang datang dalam keluarga kecil, rombongan kecil, hingga rombongan besar yang datang kepagian. Mungkin kami sama-sama berasumsi akses lalu lintas masih lancar dan lengang dengan berangkat lebih awal sehingga terhindar dari kemacetan wilayah Lembang.

Sambil menunggu wahana wisata Lodge Woodland Maribaya dibuka, para pengunjung berdiri bergerombol saling berbincang dengan teman-teman serombongannya. Menunggu sambil berdiri so pasti kurang nyaman dan sedikit banyak melelahkan juga. Namun mau bagaimana lagi, di area pelataran Lodge Woodland Maribaya tidak tersedia tempat duduk atau kursi tunggu yang memadai. Tak sedikit dari pengunjung yang terpaksa jongkok ataupun beralas seadanya. Sayangnya, pengelola juga tidak berinisiatif untuk membuka spotnya lebih awal. Setidaknya sambil menunggu, mungkin akan lebih baik jika para petugas menceritakan banyak terkait Lodge Woodland Maribaya sehingga pengunjung yang menunggu lama merasa waktunya tidak tersia-sia.

Menjelang pukul sembilan, barulah loket tiket dibuka dan melayani pengunjung. Tentu saja antrian pengujung sudah mengular. Dari bincang singkat dengan beberapa pengunjung lain, rata-rata sebagaimana kami, merekapun baru pertama kali singgah di Lodge Woodland Maribaya. Jadilah masih ada rasa penasaran ingin melihat dengan mata kepala sendiri dan menikmati dengan raga sendiri “kehebohan” spot top selfie yang ada di tempat tersebut.

 

Akhirnya kamipun memegang tiket tanda masuk yang dibandrol Rp. 35.000,- untuk setiap pengunjung. Kamipun segera masuk melintasi gerbang utama yang sebelumnya masih tertutup rapat. Pertama melintas, kami segera terbawa ke sebuah lorong terowongan yang sedikit temaram. Nuansa ini mungkin sengaja dirancang pengelola untuk lebih menambah rasa penasaran akan bayangan spot-spot yang nantinya dapat dinikmati.

Lepas dari keremangan jalur terowongan akses masuk, seolah sesaat terbentang layar panorama bentang alam yang sungguh membuat surprise. Begitu terbit terang, tersajilah hamparan luas sebuah landscape lereng sebuah jurang dengan ngarai lembah yang dalam dan lereng hutan berpagar ribuan pohon pinus di seberangnya. Kami segera disambut dengan sebuah balkon beralas kayu yang cukup luas untuk menikmati pemandangan yang tersaji dari berbagai sudut pandang yang berbeda. Sungguh menakjubkan dan terus terang langsung mengundang rasa decak kagum kami.

Dari balkon kayu sebagai pelataran teras teratas, tersedia beberapa jalur anak tangga yang merayap menuruni lereng-lereng terasiring yang ada. Di bagian terasiring sisi bawah inilah beberapa wahana topselfie yang sedang ngehits di Lodge Woodland Maribaya berada.

Sepeda layang! Anda pernah merasakan bagaimana mengayuh sebuah sepeda yang melayang ringan di atas jurang? Memang ada istilah sepeda kumbang. Namun sekumbang-kumbangnya sepeda kumbang sama sekali tidak dapat terbang selayaknya kumbang. Melayang saat kita tertabrak kendaraan lain atau terjun bebas ke sungai di pinggir jalanan bisa jadi, tetapi sama sekali tidak terbang kan? Yups, sepeda layang yang ada di topselfie Lodge Woodland Maribaya merupakan sepeda onthel biasa yang dimodifikasi untuk dapat berjalan di atas sebuah tali kawat baja yang direntangkan pada ketinggian tertentu. Sudah pasti spot ini juga dirancang dengan menerapkan standar keamanan dan keselamatan yang tinggi. Anda tidak perlu khawatir atau sangsi, wahana ini dilengkapi dengan berbagai tali pengamanan yang memadai dan semakin membuat pengunjung nyaman. Penasaran ingin diabadikan dalam sebuah foto saat berkendara di atas pucuk-pucuk pinus Maribaya? Anda hanya perlu merogoh kocek Rp. 35.000,- per orang dan untuk setiap foto hasil jepretan sang cameramen dikenakan tarif Rp. 10.000,- setiap soft file fotonya.

Top selfie yang lain? Ada juga sebuah balon udara yang menggantung di atas sebuah landasan di sisi bawah dari wahana sepeda layang. Wahana ini sangat cocok untuk mengabadikan momen kebersamaan keluarga kita.  Dengan berbagai pose bersama, kita akan mendapatkan sensasi seolah tengah terbang menjelajahi angkasa dengan balon udara raksasa sebagaimana yang dulu dilakukan para peneliti dan ilmuwan Eroapa dan Amerika di awal abad 19. Sayangnya, balon udara yang ada tidak benar-benar lepas landas dan melayang di udara. Dengan landasan hidrolis, balon udara dan perangkat keranjang yang menampung penumpang hanya sedikit dinaikkan agar mendapat sudut pengambilan gambar yang eksotik. Sebagaimana halnya wahana sepeda layang, paket spot balon udara ini dibandrol tiket Rp. 35.000,- per orang dan untuk setiap foto hasil jepretan sang cameramen dikenakan tarif Rp. 10.000,- setiap soft file fotonya.

Wahana spot topselfie yang lain diantaranya pesawat baling-baling dan ayunan udara. Semua wahana topselfie bertiket sama sebagaimana sepeda layang dan balon udara. Selain itu di kawasan ini ada pula arena permainan anak yang dapat memanjakan putra-putri kita, seperti ayunan, plosotan, mandi bola, wahana pasir dan lainnya. Untuk kebutuhan logistik, tersedia pula beberapa resto dan kafe dengan sajian pengganjal perut.

Dengan keasrian dan kesegaran hawa pegunungan yang masih bersih alami, Lodge Woodland Maribaya merupakan wahana untuk bersantai ria sambil berelfie ria yang sungguh menarik. Namun catatan kami yang menjadikan pengunjung kurang nyaman, diantaranya: kurang simpatik dalam penyambutan pengunjung yang datang lebih pagi, tidak adanya informasi harga tiket tertulis yang dipampang di setiap wahana topselfie sehingga banyak pengunjung yang berasa tertodong bahkan kethuthuk dan merasa sedikit-sedikit bayar lagi dan bayar lagi! Kami mungkin termasuk pengunjung yang tidak ingin mengulang untuk singgah di Lodge Woodland Maribaya yang selalu “maribayar” ini.

Ngisor Blimbing, 29 April 2019

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Wisata dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s