Mengenangkan Kopdar Blogger Mendesakan Jakarta


Blogger? Mungkin saat ini istilah tersebut jauh lebih tenggelam dibandingkan facebooker, bahkan vlogger. Namun demikian, predikat blogger tetap mengukirkan sejarah tersendiri bagi saya pribadi. Pada kurun waktu sedasa warsa silam, betapa jagad perbloggeran di tanah air demikian semarak. Blog bahkan telah menjadi sarana persaudaraan dan pemersatu anak bangsa dari berbagai penjuru tanah air.

Semarak atmosfer perbloggeran di masa itu memang diwarnai dengan tumbuh dan bermunculannya berbagai komunitas blogger dengan berbagai latar belakang. Ada komunitas blogger yang berbasis asal-usul wilayah atau kota. Ada komunitas blogger berbasis profesi. Ada komunitas blogger yang terbentuk karena ingin memperjuangkan sesuatu. Macam-macam motivasinya, tetapi secara umum nampak kegairahan untuk turut meramaikan jagad internet dengan hal-hal yang bermanfaat.

Salah satu komunitas blogger yang cukup melegenda hingga hari ini adalah Komunitas Blogger Republik BHI. BHI sendiri merupakan kepanjangan dari Bundaran Hotel Indonesia. Satu kawasan titik pusat jantungnya kota Jakarta, dimana blogger-blogger BHI biasa nongkrong di Jumat malem Sabtu. Salah satu catatan penting dari Komunitas Blogger BHI terpublikasi dalam salah satu tulisan seorang wartawan Harian Kompas, tertanggal 1 Maret 2009 sebagaimana dapat kita runut melalui link berikut.

Headlines dari tulisan tersebut adalah MENDESAKAN JAKARTA. Blogger-blogger muda yang  pada umumnya merupakan putra daerah tersebut entah dengan kesengajaan, kerelaan, ataupun keterpaksaan nyemplung mengadu nasib di rimba belantara ibukota. Meskipun sekian waktu menjadi warga Jakarta, namun jiwa dan batin mereka sama sekali tidak pernah bias terlepas dari desa dimana kampung halaman berada. Dari kerinduan inilah, mereka saling berkumpul untuk tetap menghadirkan suasana desa dengan berkumpul dan berkelakar dengan sesama wong ndeso yang kesasar di Njakarta.

Entah kata orang. Entah tanggapan dan pandangan orang kota tentang kaum urban yang betah duduk nongkrong di pinggiran BHI. Di kala itu, kawan-kawan blogger ini sungguh sangat militant. Ditemani dengan kopi seduhan dari seorang simbok langganan, mereka seolah tidak pernah peduli dengan kebisingan kota, dengan kesemrawutan mobil yang lalu lalang, dengan kerasnya perjuangan hidup di ibukota dan lainnya.

Kini sebagian diantara blogger yang wong cilik tersebut sudah hidup lebih mapan. Ada pula beberapa diantaranya yang telah sukses, bahkan mendekat ke lingkar kekuasaan. Pro-kontra perbedaan pilihan dan pandangan politik sedikit banyak mungkin juga telah mempengaruhi para mantan blogger yang dulunya tergolong memiliki idealisme yang ngedap-edapi. Bagaimanapun dunia memang dinamis. Demikian halnya dengan orang-orang di dalamnya. Namun satu harapan yang tetap sama tidak berubah dari dulu kala, semoga persahabatan, persaudaraan, silaturahmi yang dulu telah terjalin erat tetap abadi dan tidak pernah terkotori oleh kepentingan-kepentingan politik yang hanya sesaat dan setiap lima tahun sekali ini.

Salam Blogger Indonesia.

Ngisor Blimbing, 4 Maret 2019

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Blogger dan tag , , . Tandai permalink.

4 Balasan ke Mengenangkan Kopdar Blogger Mendesakan Jakarta

  1. Muh.Ahsan berkata:

    Jaman semono Kang Ciwir lagi rerasan neng Ndalem Peniten

    Suka

  2. MT berkata:

    ah, iya aku pun sempat beberapakali nongkrong di BHI, menikmati kopi simbok. mungkinkah suasana seperti itu terjadi lagi setelah republik ini kelar memilih presiden barunya?

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s