Tukang Cukur Bawah Pohon Taman Kota Palembang


Taman kota di tengah kota bagaikan oase di padang tandus. Kota dengan segala dinamika industri dan transportasinya senantiasa mengemisikan panas dan polusi. Kota sebagai rimba beton seringkali menyisakan lahan terbuka hijau yang minimalis. Dengan tingkat kepadatan penduduk yang tinggi di satu sisi, sementara di sisi yang lain sangat sedikitnya pepohonan penghijau lingkungan menjadikan suasana kota senantiasa kemrangsang, alias panas menyengat. Secara umum demikianlah suasana kota-kota besar kita saat ini.

Selain kondisi lingkungan hidup yang semakin tidak memberikan daya dukung yang layak kepada warga, kesibukan masyarakat dengan berbagai aktivitas juga menjadikan alam pikiran dan hati jauh dari rasa tentram. Manusia kota senantiasa berpacu dengan waktu. Semenjak pagi, siang, senja, sore, hingga malam hari, manusia kota seolah tidak berhenti beraktivitas. Mereka senantiasa sibuk dengan berbagai hal. Tak heran jika hati dan pikiran juga seringkali mudah tertekan, stress, sehingga jauh dari ketentraman jiwa. Suasana sejuk, dingin, semilir, nyaman, santai seolah menjadi kemewahan tersendiri yang senantiasa ingin dicari.

Hutan memang tidak lagi tersisa di kota. Namun manusia kota senantiasa rindu dengan alam dan rindu dengan hutan. Manusia kota kemudian menghadirkan miniatur hutan di tengah kota. Miniatur hutan inilah yang kita kenal sebagai taman kota. Taman kota inilah yang menjadi salah satu ruang terbuka hijau untuk menyejukkan lanskap kota. Tidak hanya sejuk dalam artian fisik, namun taman kota juga diharapkan mampu memberikan kesejukan dalam artian psikis. Sejuk hati, sejuk jiwa, sejuk pikiran, sejuk lahir hingga batin manusia.

Taman kota dengan jajaran pepohonan dan bebungaannya seringkali menjadi tempat untuk ngadem bagi warga kota. Lama-kelamaan tentu yang turut ngadem di taman kota tidak hanya satu dua orang. Taman kota menjadi titik kumpul warga kota. Dari suasana taman yang sepi dan sunyi, taman kota kemudian menjelma menjadi suatu pusat keramaian tersendiri. Akhirnya tidak hanya orang yang ingin ngadem saja yang datang. Ada pula pedagang, tukang asongan, tukang mainan, bahkan tukang cukur.

Tukang cukur di area taman kota tentu bukanlah tukang salon. Dengan bermodal sebuah kursi, sebuah cermin, dan peralatan cukur yang masih tradisional dan manual, mereka memanfaatkan kerindangan pohon untuk mangkal menanti pelanggan setianya. Tukang cukur di bawah pohon taman kota memang sebuah pemandangan yang sudah teramat langka. Namun di Palembang, di salah satu taman kota yang masih dekat dengan kawasan Jembatan Ampera, kita dapat dengan mudah menemukan tukang cukur bawah pohon taman sebagaimana yang saya kisahkan ini.

Tukang cukur bawah pohon taman di sudut Taman Kota Palembang justru menghadirkan sejumput suasana yang sungguh alami. Suasana yang sangat nature. Suasana jujur tanpa kamuflase apapun. Bagaimanapun laju kota membawa modernitas bagi warganya, akan senantiasa tersisa hal-hal klasik yang menyimpan kenangan dan nostalgia abadi. Bagaimanapun tukang cukur bawah pohon adalah bagian dari sejarah perkembangan jasa pemantasan diri yang senantiasa lekat dengan kebutuhan masyarakat. Dan kehadiran tukang cukur bawah pohon Taman Kota Palembang benar-benar simbol wong cilik yang masih senantiasa berusaha untuk bertahan dan mempertahankan hidupnya. Demi anak, demi istri, demi keluarga, demi sepiring nasi, demi kepul dapur, demi hidup, dan demi kehidupan.

Kulon Balairung, 27 Februari 2019

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Alam dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s