Tiba-tiba Makan Ketan


Aku pingin mangan ketan putih. Dicampur parutan klapa, hmm enak!” demikian si Noni seketika bangun tidur pagi kemarin.

Bangun tidur  belum juga genap mata terbuka, lha kok si Noni langsung nodong ingin makan nasi ketan. Bukan, tentu saja ia tidak lagi tidur. Jelas-jelas ia sudah bangun tidur, sehingga apa yang dikatakannya tiba-tiba tersebut bukan sebuah igauan terlebih sisa mimpi di penghujung tidur. Ia benar-benar sadar. Jadilah yang mendengar langsung menjadi bingung antara percaya dan tidak percaya.

Nasi ketan, merupakan nasi yang secara khusus dibuat dari beras ketan. Masyarakat Jawa pada umumnya mengenal pembagian jenis padi, ataupun kemudian beras, menjadi dua kelompok. Beras andel dan beras ketan. Beras andel merupakan jenis atau varietas beras yang biasa ditanak menjadi nasi untuk kebutuhan makanan pokok. Pada kelompok ini ada beragam jenis beras, seperti Sedani (Cisadane), Rojolele, IR-64, Menthek Wangi, dan lain sebagainya. Adapun beras ketan merupakan jenis beras yang diperuntukkan untuk membuat beraneka ragam panganan atau kue tradisional. Dari beras ketan terlahir panganan, seperti lemper, semar mendhem, wajik, jadah, krasikan, dan masih banyak lagi yang lainnya. Ada jenis ketan Salome, ketan Jawa, ketan kluthuk, ketan ireng, dan lainnya.

Adapun nasi ketan sebenarnya adalah beras ketan yang ditanak, kemudian dikukus. Nasi ini biasanya dicampur dengan parutan kelapa. Campuran nasi ketan dengan parutan kelapa ini sudah langsung nikmat disantap. Orang Minang mengenalnya sebagai pulut. Biasa dimakan mendampingi buah durian.

Meskipun sudah langsung enak disantap, nasi ketan dapat dioleh lebih lanjut menjadi lemper atau jadah. Dengan ditumbuk setengah halus, adonan nasi ketan dapat dibentuk sebagai kepalan yang kemudian di bagian tengahnya diisi dengan serundeng kelapa, suwiran daging abon ataupun ayam. Balutan kepalan nasi ketan dengan isinya ini kemudian dibungkus dengan daun pisang membentuk sebuah silinder atau tabung. Tahapan selanjutnya tabung berisi nasi ketan lengkap dengan serundeng atau isi yang lain tadi dikukus hingga matang dan daun pisang pembungkusnya layu. Panganan inilah yang dikenal sebagai lemper.

Nasi ketan juga dapat ditumbuk lebih halus dengan proses penumbukan yang lebih lama. Adonan nasi ketan ditumbuk hingga ulet dan lengket. Setelah benar-benar lembut dan halus, adonan nasi ketan tersebut diletrek atau dihamparkan pada tampah atau baki. Adonan tersebut terus dipadatkan dengan ketebalan tertentu. Setelah dingin ketan akan mengeras dan siap diiris dengan bentuk balok batu bata. Makanan ini dikenal sebagai jadah. Jadah inilah yang menjadi sajian kuliner khas wisata Kaliurang di lereng selatan Gunung Merapi. Jadah biasa disantap bersamaan dengan bacem tahu atau tempe.

Nasi ketan juga bisadiolah lebih lanjut dengan mencampurkan ragi tape. Bisa diberikan pewarna dengan daun pandan ataupun daun suji, ataupun dibiarkan tetap berwarna putih apa adanya. Setelah diperam selama tiga atau empat hari, ragi akan berkembang dan menghasilkan senyawa hidrokarbon tertentu. Nasi ketan hasil fermentasi inilah yang kita kenal sebagai tape ketan.

Dari sisi filosofi kepercayaan masyarakat Jawa, ketan sendiri memiliki makna yang sunggug mendalam. Ketan memiliki jarwa dhosok, ngraketke iketan. Ketan, merekatkan ikatan. Ketan menjadi sibol kedekatan rasa persaudaraan. Sebuah ikatan yang lengket dan kuat. Satu sama lain, secara prinsip, sesame manusia adalah sesame saudara. Bukankah setiap anak manusia memiliki dan berasal dari satu leluhur yang sama? Dialah Nabi Adam, sang manusia pertama. Tidak heran bahwasanya ketan sebagai simbolisasi kerekatan dan kedekatan persaudaraan manusia senantiasa hadir dalam berbagai upacara penting ataupun selamatan. Sebut saja pada tradisi ruwahan, grebeg, kendurian, dan lainnya.

Lalu bagaimana mungkin tiba-tiba sepagi buta kemarin si Noni langsung minta nasi ketan. Ada juga yang meplesetkan ketan sebagai ketemu setan. Apa mungkin di dalam tidurnya si Noni ngimpi ketemu dengan setan dan sebagai bocah kecil yang masih lugu nan lucu langsung ingin menyantap setan mentah-mentah. Bukankah seorang anak kecil yang membaca doa sebelum makan saat berhadapan dengan setan paling ditakuti oleh golongan makhluk penggoda manusia ini? Wallahu alam…

Ngisor Blimbing, 11 Februari 2019

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Budaya dan tag , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Tiba-tiba Makan Ketan

  1. kusumah wijaya berkata:

    ketan pakai duren lebih enak

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s