Masjid Negeri, Masjid Bundar di Pulau Penang


EMPAT HARI TIGA MALAM BERTUALANG KELUARGA KE PENANG (12)

Setelah Pagoda Budha Reclining, Dhamikarama Burmese Budhist Temple, Kek Lok Si Temple, tidaklah lengkap di Penang tanpa mengunjungi Masjid Negeri. Masjid ini merupakan masjid agungnya Pulau Penang. Masjid terbesar sekaligus termegah di pulau yang terletak di sisi barat laut Negeri Malaysia ini.

Masjid Negeri Pulau Penang, Masjid terbesar dan terindah di pinggiran Georgetown

Keberadaan Pulau Penang yang berseberangan langsung dengan wilayah Aceh di Indonesia, sedikit banyak tentu memiliki keterkaitan sejarah dalam perkembangan Islam. Pengaruh kerajaaan Islam di Aceh yang menguasai jalur pelayaran dan perdagangan di Selat Malaka tentu juga berpengaruh terhadap Penang. Meskipun di masa Inggris memerintah di Pulau Penang pengaruh itu memudar, namun fakta sejarah mencatat eksistensi ummat muslim di Pulau Penang hingga saat ini.

Negara Penang memang merupakan negeri bagian di Malaysia dengan jumlah ummat muslim yang paling sedikit. Namun demikian, interaksi sosial kemasyarakatan dalam keseharian kehidupan berlangsung dengan baik. Rasa toleransi dan menghargai di antara pemeluk agama atau keyakinan yang berbeda tumbuh, terpupuk, dan berkembang dengan sungguh indah. Budha, Kong Hu Chu, Tao, Kristen, Hindu, dan tentu saja Islam berdampingan dengan rukun dan damai. Hal ini antara lain tercermin dari keberadaan masing-masing tempat ibadah yang mewarnai keindahan tata kota secara keseluruhan.

Masjid Negeri Pulau Penang

Di samping merupakan masjid terbesar dengan daya tampung yang terbesar, ada hal lain yang menjadikan Masjid Negeri Penang terasa istimewa. Dari sisi arsitektur bangunan, Masjid Agung ini didesain sebagai sebuah bangunan bundar raksasa. Dengan perhitungan dan rancangan khusus, masjid memiliki ruang utama dengan diameter sekitar 30 meter. Keberadaan kubah utama dan atap disangga dengan kekuatan dinding sisi lingkaran menjadikan ruang utama untuk sholat sama sekali tidak memiliki tiang ataupun pilar penyangga. Hal ini menjadikan ruang utama terkesan luas dan menghadirkan suatu pesona tata arsitektur dan desain interior yang sungguh khas nan indah meskipun dengan polesan ornamen kaligrafi maupun hiasan dinding yang relatif sederhana.

Dari sisi luar, masjid bundar dengan kubah utama berwarna emas dilengkapi dengan menara tinggi langsing yang dipuncaki dengan kubah emas yang berukuran lebih kecil. Kubah utama berwarna kuning emas bersangga bentuk mahkota kembang sepatu yang merupakan kembang identitas Negara Malaysia. Menurut beberapa informasi, sisi luar bangunan Masjid Negeri Pulau Penang mirip dengan Cathedral of Brasilia di Brasil City yang didesain oleh Oscar Niemeyer, seorang arsitektur asli Negeri Samba. Usut punya usut, Efren Brindez Paz, sang arsitek Masjid Negeri Penang merupakan seorang Katholik asal Filipina yang memang menggali inspirasi bentu bangunan Masjid Penang dari katedral yang ada di Brasil City tersebut. Fakta ini merupakan bukti dan cermin yang nyata tentang keharmonisan dan kerukunan antar ummat beraga di Georgetown dan Penang secara umum.

Keberadaan Masjid Negeri Pulau Penang yang dibidani oleh seorang arsitek non muslim memiliki kemiripan dengan Masjid Istiqlal di Jakarta, Indonesia, yang dirancang oleh Frederick Silaban, seorang yang berama Nasrani. Mungkin hal ini hanya sekedar kebetulan semata, atau jangan-jangan memang terinspirasi dari pembangunan Istiqlal.

Salah satu agenda yang kami gadang-gadang saat berkunjung ke Penang adalah mengikuti sholat Jumat di Masjid Negari Penang. Tepat di hari ke tiga adalah hari Jumat. Dengan secermat mungkin kami berencana mengunjungi beberapa destinasi wisata yang searah pada jalur Masjid Negari. Ada Penang Hill dan Kek Lok Si Temple. Berkenaan keberadaan Penang Hill dan Kek Lok Si Temple di Bukit Bendera dan Air Itam, rencana sedikit meleset sehingga kami gagal melaksanakan Jumatan di Masjid Negari. Namun tanpa mengurangi rasa ghiroh untuk tetap mampir di Masjid Agung Penang, setelah Penang Hill dan Kek Lok Si Temple kami benar-benar mendarat di Masjid Negari Penang bertepatan dengan waktu sholat Ashar.

Ketika pertama kali tiba, kami memasuki sisi timur masjid dari tepian Jalan Masjid Negeri. Sesaat memasuki kompleks masjid, kami langsung berada di pelataran yang dipagari dengan taman dengan berbagai tanaman hias dan bunga-bunga. Keberadaan taman yang mengelilingi komplek masjid menghadirkan suasana asri dan damai dengan semilir angin berhawa sejuk yang mensuplai oksigen secara sangat memadai. Di beberapa sudut, taman dilengkapi dengan fasilitas permainan anak-anak, seperti ayunan, jungkat-jungkit, dan plosotan.

Seketika mendapati taman permainan anak, Nadya dan Radya langsung berlari menghampur saling berebutan ayunan dan jungkat-jungkit. Kami kemudian duduk beristirahat sejenak di bangku yang tersedia di bawah salah satu pohon yang rindang dan adem. Tak lama berselang, kumandang adzan Ashar bergema. Kamipun segera menuju tempat wudlu untuk bersuci dan selanjutnya turut memasuki ruang utama untuk mengikuti sholat jamaah.

Di samping memiliki peran utama sebagai tempat ibadah ummat muslim, kompleks Masjid Negeri juga merupakan taman pendidikan kanak-kanak dan sekolah dasar. Pada lingkar luar bundaran sebagai bangunan utama masjid terdapat deretan kotak ruang-ruang yang dipergunakan sebagai ruang kelas belajar. Pada bangunan utama tersebut sekolah dengan model madrasah yang memadukan pendidikan umum dengan pendidikan ilmu agama Islam berlangsung untuk tingkatan sekolah dasar. Khusus untuk pendidikan kanak-kanak, di sisi barat terdapat bangunan yang merupakan ruang kelas untuk anak-anak pra sekolah dasar. Di Malaysia istilahnya Tadika, taman pendidikan kanak-kanak. Masih ingat dengan Tadika “Mesra” nya Upin dan Ipin?

Masjid Negeri Pulau Penang yang telah berdiri semenjak tahun 1980an ini merupakan salah satu daya tarik wisata religi yang dapat dikunjungi di Georgetown. Untuk mencapai lokasi masjid ini, beberapa jalur rapidPenang melalui masjid ini, seperti jalur 200, 202, 203, dan 204. Jika kebetulan kita menuju Penang Hill di Bukit Bendera ataupun Kek Lok Si Temple di Air Itam, Masjid Negeri Pulau Penang akan kita dapati di sisi kiri jalan sebelum memasuki kawasan Air Itam.

Ngisor Blimbing, 22 Januari 2019

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Wisata dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s