Esplanade: Padang Kota Lama, Alun-alunnya Pulau Penang


EMPAT HARI TIGA MALAM BERTUALANG KELUARGA KE PENANG (9)

Hampir semua kota tua di Pulau Jawa memiliki tata kota dengan alun-alun sebagai pusatnya. Ada filosofi terkait dengan sekawan keblat gangsal pancer. Empat arah kiblat, lima pusat. Meskipun tidak sama persis dengan konsep alun-alun, hampir semua kota di dunia memiliki suatu lapangan luas di tengahnya. Setidaknya lapangan itu menjadi salah satu sarana pubik untuk berkumpul dan berinteraksi antar warga satu dengan lainnya. Bagaimana dengan Pulau Penang?

Town Hall Penang

Town Hall, Bangunan pusat pemerintahan Penang dengan Padang Kota Lama di depannya

Pulau Penang tentu pada awal mulanya merupakan sebuah pulau yang tak berpenghuni. Pulau kosong yang sama sekali belum ada penduduknya. Ketika pertama kali mendarat di Pulau Penang, para pendahulu dan cikal bakal pulau tersebut memilih satu titik pendaratan di sebuah dataran pantai yang cukup landai. Pantai tersebut berada di sisi timur laut pulau. Titik tersebut menjadi awal mula sekaligus asal-muasal tebentuknya komunitas masyarakat Pulau Penang. Titik tersebut kini terabadikan menjadi sebuah Padang Kota Lama atau Esplanade.

Pulau Penang awal tentu tidak bisa lepas dari budaya dan tradisi kemaritiman. Para nelayan, bahkan perompak kapal dan bajak laut juga menjadi bagian dari kisah sejarah Pulau Penang. Bahkan ketika Pemerintah Kolonial Inggris mulai memasuki pulau strategis di sisi utara Selat Malaka ini, mereka membangun sebuah benteng pertahanan di sebuah bagian pantai yang menjorok ke tengah laut. Benteng inilah yang kini masih berdiri kokoh sebagai Benteng Cornwallis.

Majlis Bandar Raya Penang

Majlis Bandar Raya Penang

Berkembang dari hanya sebuah desa nelayan kecil, titik pertahanan tentara Inggris, lama kelamaan penduduk Pulau Penang bertambah banyak. Dinamika demografi kependudukan kemudian mendorong dibentuknya suatu pemerintahan tersendiri di tingkat lokal. Maka sebagai kantor dari pemimpin pemerintahan tersebut terbangunlah sebuah kantor pusat pemerintahan yang saat ini meninggalkan banguan Town Hall. Di sisi kiri bangunan tersebut juga masih berdiri dengan gagah Bangunan Majlis Bandar Raya Pulau Penang. Kedua bangunan berarsitektur dengan gaya eropa klasik abad pertengahan. Pada kedua sisi depan kedua bangunan inilah kini masih terbentang sebuah lapangan luas selayaknya alun-alun kota sebagaimana kami singgung di awal tulisan ini.

Monumen Perang Dunia II di Penang

Monumen untuk mengenang peristiwa Perang Dunia II di Penang

Esplanade. Alun-alun atau lapangan kota. Warga lokal dalam tardisi melayu menyebutnya sebagai padang kota. Padang Kota Lama Penang seolah menjadi gerbang muka kawasan Georgetowon sebagai pusat pemerintahan Negara Bagian Penang dari sisi tepi lautan. Padang ini berhadapan langsung dengan garis pantai dengan diapit bangunan Town Hall di sisi barat dan Benteng Cornwallis di sisi timur. Pada jalan sisi pantai terdapat sebuah jalur yang menjadi salah satu titik kumpul warga di kala siang, senja, hingga malam. Itulah Jalan Tun Syed Sheh Barakhbah. Tepat di ujung yang merupakan titik sudut dari kawasan Padang Kota Lama terdapat sebuah monumen yang mengabadikan peristiwa terkait Perang Dunia II di Pulau Penang. Dari monumen tersebut semua lika-liku sejarah Penang dapat ditelusur kembali.

Jika di sisi barat Padang Kota Lama berderet bangunan pusat pemerintahan sebagai simbol formalistik Penang. Penang merupakan sebuah kedaulatan wilayah pemerintahan negara bagian dari Kerajaan Malaysia. Sisi timur Esplanade menghamparkan sebuah taman permainan anak-anak. Taman tersebut menjadi jembatan antar generasi warga Penang. Taman yang juga menjadi sarana hiburan, rekreasi, berkumpul, bahkan regenerasi kreativitas, spirit, tradisi, dan segala nilai yang menjadi landasan perkembangan budaya serta perabadan Pulau Penang.

Taman bermain anak sebagai bagian dari Esplanade

Di masa silam, menurut beberapa pamflet informasi sejarah yang ada di seputaran Monumen Perang Dunia II, Esplanade mencapai puncak kemeriahan pada saat peringatan Tahun Baru Imlek. Sebagaimana kita ketahui bersama, warga Pulau Penang (khususnya di kawasan Georgetown) didominasi keturunan etnik Tionghoa. Pada hari-hari menjelang Imlek, di lapangan utama ini digelar berbagai pasar malam dan perayaan. Para muda-mudi, termasuk para gadis yang di masa itu lebih sering berada dan beraktivitas di dalam rumah, turut keluar untuk merayakan kemeriahan. Dalam kemeriahan itu, selain menjadi sarana hiburan masyarakat umum, perayaan dan kemeriahan yang ada sekaligus menjadi sarana kepada para muda-mudi untuk saling bertegur sapa, berkenalan, bahkan menemukan pasangan hidupnya.

Informasi seputar sejarah keberadaan Padang Kota Lama Pulau Penang

Esplanade, Padang Kota Lama Penang kini terintegrasi sebagai bagian dari kawasan kota lama Georgetown. Kota yang mendapatkan nama dari kedatangan Raja George III dari Kerajaan Inggris di sekitar abad XVII. Kota yang di tengah dinamika derasnya arus jaman masih setia mempertahankan dan melestarikan berbagai bangunan peninggalan masa kolonial. Tidak salah jika beberapa tahun silam Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui UNESCO telah menetapkan Georgetown sebagai salah satu the World Heritage. Gelar ini kini benar-benar menjadi salah satu daya tarik dan magnet luar biasa yang mendatangkan ratusan ribu wisatawan domestik dan asing yang ingin turut bernostalgia dengan sejarah lama Pulau Penang.

Padang Kota Lama, meskipun tidak benar-benar berada di tengah kota namun lapangan terbuka ini menjadi simbol pusat kota dan pemerintahan Georgetown. Kawasan ini dapat dijangkau dengan sangat mudah dari berbagai lokasi. Untuk transportasi umum, banyak jalur bus RapidPenang yang melewati kawasan ini. CAT Georgetown 1 merupakan layanan bus tak berbayar yang paling favorit mengantarkan wisatawan ke kawasan ini. Selain itu beberapa jalur bus yang menuju Terminal Ferry Jetty juga melintasi Esplanade, bus 102,402E, 502 dan yang lainnya. Hal ini menjadikan tempat ini sebagai salah satu tujuan favorit untuk mengenal awal-mula sejarah Penang.

Ngisor Blimbing, 14 Januari 2019

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Wisata dan tag , , , , , . Tandai permalink.

3 Balasan ke Esplanade: Padang Kota Lama, Alun-alunnya Pulau Penang

  1. mysukmana berkata:

    bangunan2 seperti ini memang kudu di rawat..bagus lagi kalau pinggir2nya taman di kasih tempat duduk..

    Suka

  2. Kombor berkata:

    Kalau di tempat kita bangunan lama tidak sedikit yang terkesan kumuh karena berada di tengah kepadatan ya.

    Suka

Tinggalkan Balasan ke sang nanang Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s