Wisata Wira Wiri Kapal Ferry Pulau Penang


EMPAT HARI TIGA MALAM BERTUALANG KELUARGA KE PENANG (4)

Sebagai warga negara kepulauan, harusnya kita tidak pernah asing lagi dengan kapal ferry. Pada kenyataannya, kami sendiri baru beberapa kali memiliki pengalaman menyeberang dengan kapal ferry. Dari Merak ke Bakauheni, dari Ketapang ke Gilimanuk, dan satu lagi dari Sorong ke Pulau Salawati di Papua Barat. Karena baru sedikit pengalaman naik kapal ferry, tentu berkendara di laut dangan kapal berukuran sedang dan dalam durasi perjalanan yan tidak terlalu lama tentu selalu mengundang sensasi tersendiri. Bahkan, naik ferry merupakan sebuah rekreasi atau wisata tersendiri. Luar biasanya lagi berkapal ferry di luar negeri. Inilah salah satu sensasi menarik yang dapat kita nikmati dari Pulau Penang, Malaysia.

Pulau Penang sebagaimana namanya merupakan sebuah pulau yang terpisah dengan daratan utama Semenanjung Malaya. Negara Bagian Penang terdiri atas dua kawasan utama, Pulau Penang di sisi barat dengan Georgetown sebagai kota utamanya dan wilayah Seberang Perai di Malaya mainland dengan Butterwoth sebagai kotanya. Lalu bagaimana Gerogetown dengan Butterwoth tersambung? Salah satu jawabannya adalah RapidPenang Ferry. Sebuah antar moda yang menyambungkan kedua wilayah Utama Penang dengan jalur perhubungan antar pulau melalui Selat Pulau Penang.Penyebarangan kapal ferry di Pulau Penang merupakan daya tarik wisata tersendiri. Selain menikmati semilir angin laut yang menerjang laju kapal, menyaksikan burung camar yang terbang nan ceria, kita juga disuguhkan landscape daratan Pulau Penang dan Seberang Perai dari sisi laut. Di kanan-kiri kapal ferry yang melaju, satu-dua kapal nelayan, kapal tongkang pengangkut pasir atau batubara, hingga kapal tanker pengangkut minyak hilir-mudik meramaikan selat. Yang aling unik dan ikonik adalah keberadaan dua jembatan raksasa yang terbentang di sisi selatan, yaitu Jembatan Lama Pulau Pinang dan lebih jauh lagi ke selatan ada Jembatan Sultan Abdul Halim Muadzam Syah. Jembatan yang tersebut terakhir merupakan jembatan baru sekaligus menjadi ikon jembatan terpanjang di Asia Tenggara.

Penyeberangan kapal ferry di Penang sebenarnya menjadii tulang punggung transportasi dari Georgetown ke Butterworth. Secara jarak, lintasan lurus, terdekat, dan langsung dari ke dua titik tersebut yang mengandalkan kapal ferry ini (tentu dibandingkan harus menggunakan jembatan yang pastinya harus memutar jalur yang cukup jauh). Dengan demikian sarana kapal ferry ini di samping mendukung tulang punggung transportasi, sekaligus juga menjadi ikon dan destinasi wisata tersendiri.

Di titik Pulau Penang, Pangkalan Raja Tun Uda merupakan pelabuhan penghubung di tepi timur. Enaknya lagi pangkalan ini sudah terintegrasi dengan Terminal Bus Weld Quay, atau yang lebih tenar sebagai Jetty. Terminal ini menjadi titik penting jalur hubung ke hamper semua sudut kota Georgetown maupun Pulau Penang secara keseluruhan.

Lalu bagaimana cara menyebarang dari Penang ke Butterwoth? Sungguh mudah dan murah meriah. Dari terminal bus, kita tinggal menyusur jalur penumpang pejalan kaki menuju pintu gerbang pelabuhan. Jalur ini mudah ditemukan dengan ciri tepian kanan-kirinya yang dijejali para penjual minuman, makanan kecil atau snack. Kita tinggal terus mengikuti jalur menaiki lorong lintasan miring yang menaik hingga tiba di ruang tunggu penumpang. Lho kok tidak terlebih dulu melewati loket tiket ya? Tenang saja masbro dan mbaksis, untuk menaiki kapal ferry dari Penang ke Butterwoth sama sekali tidak dikenakan tarif alias gratis. Istilah orang Penang, kapal ferry merupakan ferry percuma.

Jadi untuk sejenak kita tinggal santai duduk di ruang tunggu penumpang hingga kapal ferry yang akan kita tumpangi merapat manis di dermaga. Frekuensi hilir mudik lintas Penang – Butterworth rata-rata hanya dua hingga tiga puluh menit saja. Hal ini dikarenakan jarak Selat Pulau Penang yang tidak lebar sebagaimana Selat Sunda antara Merak dan Bakauheni. Selat Penang di sisi ini memiliki bentang laut hanya sekitar 3 km dan dapat ditempuh dengan ferry hanya dalam 20 menit.

Saat sebuah kapal ferry bertambat, para penumpang akan turun paling duluan. Selepas barulah kendaraan roda dua maupun roda empat yang turut menumpang kapal akan segera mendarat. Tibalah giliran penumpang baru untuk langsung memasuki ruang utama kapal ferry. Kursi penumpang biasanya berjajar di sisi tengah maupun sisi pinggiran pagar di tepian dek Utama. Penumpang dapat memilih untuk duduk di tempat duduk yang belum terisi, ataupun boleh juga berkeliling kapal sepanjang perjalanan. Adapun untuk sepeda motor ataupun mobil biasanya ditempatkan pada dek bawah.

Hebatnya pemerintah lokal Penang untuk moda kapal ferry yang menjadi tulang punggung penghubung Pulau Penang ke daratan Utama Malaysia, pengguna dikenakan tarif sekali jalan dari Butterwoth ke Penang dengan harga yang sangat murah. Untuk penumang dewasa hanya dikenakan RM 1,2 dan anak-anak hanya RM 0,6. Adapun untuk tarif kendaraan yang turut menumpang dikenakan tarif RM 1,4 untuk sepeda, RM 2,0 untuk sepeda motor, dan RM 7,7 untuk kendaraan roda  empat. Layanan kapal ferry berlangsung hamper sehari-semalam. Untuk di Pangkalan Tun Raja Uda melayani dari jam 05.40 pagi hingga terakhir pukul 00.40 dini hari. Adapun untuk jalur dari Butterwoth ke Penang dilayani dari jam 05.20 pagi hingga terakhir di jam 00,10 dini hari.

Titik labuh kapal ferry di sisi Butterworth merupakan kesatuan kawasan yang memadukan moda transportasi laut, bus, dan kereta api. Kawasan ini dikenal sebagai Penang Sentral. Dari Penang Sentral inilah semua titik kota besar di Semenanjung Malaya terhubung. Dari sini kita bias menggunakan bus ataupun kereta untuk mencapai KL, Melaka, Johor Bahru,hingga ke Singapura di sisi selatan. Dari Butterworth juga kita bias mencapai Padang Besar, hingga Bangkok di negeri Thailand. Sungguh sebuah tata rencana perhubungan terpadu yang sangat strategis.

Untuk arah kapal yang sebaliknya, yaitu dari Butterwoth menuju Penang tentu tinggal berlawanan arus saja. Bedanya sebelum masuk ke ruang tunggu kita harus mampir ke loket tiket untuk mendapatkan tiket resmi yang sungguh murah meriah. Singgah di Penang tanpa menikmati layanan kapal ferry yang satu ini sungguh terlalu. Murah meriah dan mencerahkan wis. Monggo.

Kulon Balairung, 7 Januari 2018

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Wisata dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s