Imajinasi Ruh Utama Tulisan Esai


#Creative Content Creator Workshop Bersama Gol A Gong

Mendadak keluarga Joe. Pak Joe adalah sosok ndeso bin gaul yang tidak ingin dikatakan jadul apalagi ketinggalan jaman. Nama sebenarnya adalah Paijo. Asli kelahiran dan orang ndeso. Namun ya karena arus globalisasi yang kebablasan, demi gaul dan gengsi ia lebih percaya diri disebut sebagai Joe. Joe lebih terkesan intelek, bau ngeropah, gaul, dan trendi. Nama ini pulalah yang disandangnya di jagad dunia maya. Sebuah jagad yang telah menjadi fardlu ‘ain bagi seseorang yang ingin eksis di jaman milenial. Meskipun dengan menyandang nama Joe tanpa pernah njenang abang, Joe alias Paijo tetap tidak mampu menghilangkang sifat ke-ndeso-an. Pada dasarnya, bagaimanapun Joe bin Paijo ya memang sosok lugu bin ndeso itu tadi.

Joe bin Paijo nan ndeso ternyata memang berjodoh dengan Diajeng Sri Durung Bali. Mereka menikah sekira sepuluh tahun silam dan telah dikaruniai dua orang putri. Jeng Sri ini sosoknya tentu tak mau kalah soal sok gaul. Ia jelas tidak ingin ketinggalan dengan spirit Pak Joe, meski sesungguhnya ia asli orang kuper alias kurang pergaulan. Kombinasi Pak Joe dan Jeng Sri tentu saja senantiasa menimbulkan mispersepsi, miskonsepsi, miskomunikasi, bahkan miskontrasepsi. Untuk yang terakhir inilah yang menyebabkan mereka kebobolan di masa muda usia perkawinan mereka.

Mewarnai hari-hari penuh warna-warni di Keluarga Joe, hadirnya dua putri mereka, Mawar dan Melati. Mawar bernama lengkap Mawar Tak Berduri. Adapun Melati memiliki nama asli Melati Selalu Di Hati. Berkenaan dengan asal-usul penamaan kedua putrinya dari nama-nama kembang di taman ini, Mister Joe dan Miss Sri sebenarnya hanya berasalan sederhana. Pertama, nama-nama kembang memang hanya cocok untuk anak perempuan. Kalau anak-anaknya lelaki tentu tidak cocok dinamai dengan nama kembang-kembangan. Ke dua, soal historis. Dulu di kala Pemuda Joe dan Pemudi Sri dalam masa pedekate, mereka berdua sering kencan dan bertemu di taman. Taman adalah tempat umum bebas bagi siapapun. Angin semilir, hawa sejuk, warna-warni beragam kembang hadir menjadi warna asmara mereka. Terlebih semua suasana itu dapat dinikmati secara gratis dibandingkan jika harus dolan ke mall yang harus lebih butuh modal.

Kedua kakak beradik Mawar-Melati yang hanya berselisih tidak genap dua tahun ini menjadi sumber dinamika keributan di keluarga Joe. Rebutan mainan, berantem. Ngobrol biasa, jadi ejek-ejekan. Nonton tivi, rebutan remote. Makan bersama, lempar-lemparan centhong. Tidur bersama, keblukan bantal-guling. Intinya mereka bagaikan si Tom and Jerry. Barengan selalu berantem. Jika tak ketemu saling cari dan kangen-kangenan. Ya, bagaimanapun mereka kakak beradik kan?

Perihal selisih umur yang berdekatan, ada fakta yang lumayan lucu. Sebelum ikrar di hadapan penghulu, kedua calon pasangan Joe and Sri tentu sempat menerima wejangan dari petugas penyuluh dan penasehat pernikahan di Kantor Urusan Agama, namun gara-gara keluguan dan miskontrasepsi terjadilah kebobolan yang menghadirkan Mawar dan Melati dalam rentang yang pendek di usia pernikahan mereka yang masih muda.

Di jajaran kabinet kerumah-tanggan, Miss Sri dibantu oleh si Yem. Tidak jelas nama aslinya, namun Yujiyem tertulis di KTP. Yem adalah tangan kanan soal perdapuran dan permeja-makanan. Secara profesional kedua urusan penting itu tuntas dan beres di tangan Yem. Hanya ada beberapa sisi Yem yang nyebelin bin ngribentin. Soal hobinya yang nonton film India. Dari film genre Khubilai Khan, Sakhruh Khan, hingga Candra Khan dilahapnya. Dari sanalah sosoknya menjadi keindia-indianan. Sok tahu, sok gaul bin nggak mau diatur.

Satu lagi sosok abdi di keluarga Joe. Si sopir yang hingga saat tulisan ini ditulis justru namanya terlupakan. Sebelas-dua belas dengan si Yem, ia juga sopir yang sering mispersepsi dan miskomunikasi. Suatu saat diminta menjemput keluarga di Salam, eh ia malah menjemput di Salaman. Disuruh ke Purbalingga malah ke Probolinggo. Nah, kalau sudah begitu berabe kan?

Mister Joe, Miss Sri, Mawar-Melati, hingga Yem dan sopir keluarga pada intinya merupakan kesatuan keluarga yang telah mengukir kisah sejarah di keluarga Joe. Yang namanya keluarga terlihat kompak dan rukun itu keinginan semua orang. Namun bahwa di keluarga juga sering terjadi kesalahpahaman, keributan, berantem, itu semua merupakan warna-warninya kehidupan berumah tangga. Pak Joe sendiri teringat saat Pak Parno, guru fisika SMA-nya, menjelaskan tentang konsep Hukum Kekalan Masalah, ia justru memplesetkannya menjadi Hukum Kekekalan Masalah. Masalah tidak dapat diciptakan dan masalah tidak dapat dimusnahkan. Demikianlah hakikat masalah di rumah tangga. Hari berganti, masalah berganti. Satu masalah pergi, masalah yang lain hadir. Masalah adalah sebuah keniscayaan dalam interaksi keluarga.

Kisah di atas tentu hanyalah imajinasi penulis tatkala secara mendadak dan mengejutkan mengikuti family games dalam rangkaian Workshop Creative Content Creator di bawah panduan penulis Gol A Gong. Setiap kelompok yang terdiri atas enam anggota ditantang untuk memerankan sosok dalam sebuah keluarga. Ada ayah, ibu, anak-anak, pembantu dan seorang sopir keluarga. Dengan diberi waktu sepuluh menit, masing-masing kelompok berdiskusi untuk merumuskan karakter setiap anggota keluarga dan meng-casting peran masing-masing. Kemudian sang kepala keluarga diminta memperkenalkan keluarganya di depan keluarga yang lain.

Family games ala Gol A Gong ini sebenarnya merupakan permainan imajinasi. Imajinasi sebagai ayah, sebagai istri, sebagai anak, sebagai pembantu, dan sopir keluarga. Imajinasi bagi seorang penulis esai menjadi hal yang sangat penting karena imajinasi merupakan ruh dari esai itu sendiri. Esai menurut Gol A Gong merupakan tulisan yang mengungkapkan fakta dengan gaya bahasa sastra. Penerapan gaya bahasa sastra inilah yang mensyaratkan seorang penulis esai harus memiliki daya imajinasi yang tinggi.

Dalam kemasan gaya bahasa sastra yang imajinatif, sebuah esai akan hadir di hadapan pembaca sehingga pembaca dapat membaca, menyelami, hanyut, bahkan tenggelam dalam fakta yang sedang diungkap oleh sang penulis. Dengan cara seperti itu, fakta, informasi, dan pesan yang ingin disampaikan lewat esai akan lebih mengena di hati dan pikiran pembaca. Demikian salah satu kesimpulan yang dapat penulis petik dari kelas penulisan esai sebagai bagian dari kampanye Sahabat Keluarga Yogyakarta yang didukung sepenuhnya oleh Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di Hotel Jayakarta, 18-20 Desember 2018 yang lalu.

Salam literasi. Salam sahabat keluarga.

Ngisor Blimbing, 25 Desember 2018

Foto koleksi pribadi dan koleksi FB Dafhy Lee

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Sastra dan tag , , , , . Tandai permalink.

16 Balasan ke Imajinasi Ruh Utama Tulisan Esai

  1. Carolina Ratri berkata:

    Family games itu memang sesuatu 😆 Terbukti bikin pada susah moveon.

    Suka

  2. Lusi berkata:

    Terima kasih sudah diterima menjadi sopir bapak. Semoga tahun depan bisa diajak keliling Eropa pas liburan tahun baru seperti sopir mas Anang & mbak Ashanty. Dulu sempat kerja disana 3 hari terus keluar karena bingung. Mobilnya bagus banget, serba otomatis. Mendingan sama pak joe aja pakai mobil sejuta umat, nggak bingung.

    Suka

  3. Admin berkata:

    Keluarga Paijo pancen OK
    Ini pada ngumpul di sini 😄

    Suka

  4. Ana ike berkata:

    Selamat sudah jadi bapak dan suami yang baik buat keluarganya ya, Paak 😂😂

    Suka

  5. juliastrisn berkata:

    Oalah mas jo..Jo..hihi..seru bingits ya. Masih susah move on 🙂

    Suka

  6. linasophy berkata:

    Ya ampuuuun pak belum move on toh dari acara main peran kemarin 😂

    Suka

  7. arry wastuti berkata:

    Maturnuwun Pak Joy, sudah nerima saya jadi anak angkat. Hahaha

    Suka

  8. Wiwied Widya berkata:

    Keluarga paijo emang kompak banget. Salut buat kepala keluarganya yang bijak.

    Suka

    • sang nanang berkata:

      Alhamdulillah, semoga kita semua senantiasa dapat menjadi keluarga besar. Saling bersaudara dan dipersaudarakan ya mbak….Matur nuwun berkenan mampir

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s