Bukit Breksi Penambang Rejeki


Seingat saya, pertama kali melintasi kawasan ini sekitar pertengahan tahun 2015 silam. Baru tiga tahun lewat memang. Saat itu baru turun dari Candi Gunung Ijo. Kala itu memang sengaja ingin menjelajah ke candi-candi kecil di seputaran tenggara perbukitan Boko. Selepas Candi Banyunibo dan Candi Gunung Ijo, rencana rutenya ya ke Candi Barong.

Breksi3

Di percabangan jalan utama beraspal, saya memutuskan untuk nyempal ke arah kanan. Sebuah jalanan berbatu kapur cadas yang sama sekali belum tersentuh aspal. Jalan tersebut konon merupakan jalur tembus ke Candi Barong yang paling dekat. Meskipun jalanan terjal yang tak mudah untuk dilewati, namun dari segi waktu tentu akan lebih singkat dan memangkas banyak waktu. Namun demikian, tentu perjalanan sangat menantang dan menanggung banyak risiko.

Tepat awal jalur yang saya tempuh nampak deretan perbukitan yang sungguh gersang. Pada berbagai sisi dan sudut bukit tersebut tergambar guratan-guratan bebatuan yang menyisakan beberapa kolam kering selayaknya kubangan kerbau. Ditilik dari wujudnya, kawasan tersebut menggambarkan dengan jelas sisa-sisa aktivitas penambangan batu alam. Suatu kegiatan eksploitasi terhadap sumber daya alam yang tidak dibarengi dengan langkah konservasi untuk tetap melestarikan lingkungan hidup. Bukit dengan wajah murung itulah yang dikenal sebagai Bukit Breksi.

Breksi1

Nama Bukit Breksi sudah pasti berkenaan dengan letaknya di Dusun Breksi, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Dusun Breksi di saat saya melewati untuk pertama kalinya tersebut pada awalnya merupakan dusun terpencil dengan masyarakat yang secara umum masih terhimpit tekanan ekonomi. Bukit batu yang tegak berdiri dengan perca-perca sisa bebatuan di bawahnya mengesankan rusaknya ekosistem akibat aktivitas penambangan sebelumnya. Kerasnya bebatuan hitam seakan memberikan gambaran kerasnya hidup yang harus dijalani masyarakat setempat.

Potensi Bukit Breksi sebagai bekas lokasi pertambangan batu alam justru kini telah mengubah segalanya. Sekian lama melintasi kawasan tersebut untuk pertama kalinya, mulai terdengar kabar mengenai sebuah destinasi wisata baru berlatar tebing bukit bekas sebuah pertambangan batu alam. Dengan kerja keras dan kreativitas beberapa warga setempat tergagaslah Wisata Bukit Breksi. Sebuah tujuan wisata baru yang menawarkan panorama dinding-dinding tebing dimana pada puncaknya memiliki titik yang sangat sesuai untuk menikmati bentang alam dataran rendah Kota Yogyakarta, sekaligus panorama senja kala sang mentari kembali ke peraduan di saat petang menjelang.

Breksi2

Struktur tebing batu yang semula terkesan keras, kejam, dan muram, dipoles dengan beberapa relief buatan yang sungguh elok. Ada relief yang menggambarkan kisah perjalanan Bhima muda yang terlibat peperangan sengit dengan seekor naga raja alam bawah tanah. Kelak saat Bhima berhasil mengalahkan raja naga tersebut, ia diperjodohkan dengan Dewi Nagagini. Terlahirlah kemudian ksatria perkasa Ontoseno yang memiliki kesaktian sanggup menembus alam bawah tanah. Sang ular Naga Ontoseno inipun kini terabadikan sebagai seekor ular raksasa yang melingkari anak bukit di sisi timur struktur bukit utama Breksi.

 Antara bukit utama dan anak bukit di sisinya terbentang sebuah “keprasan” atau potongan vertikal yang membentuk sebuah lorong pemisah yang menjadi gerbang akses utama untuk menapaki deretan anak tangga yang dapat membawa pengunjung untuk naik ke atas Bukit Breksi. Di atas induk Bukit Breksi, terbentang sebuah dataran miring yang mengundang semilir angin yang lumayan kencang namun senantiasa menyejukkan. Dari atas bukit inilah tampak bentang alam sekitar yang terhampar menggambarkan panorama alam yang sungguh mempesona. Daya tarik inilah yang telah mengundang banyak orang untuk datang.

Breksi4

Breksi5

Adapun lubang-lubang bekas galian bebatuan di sekeliling sisi kaki bukit kini disulap menjadi beberapa kolam yang berukuran cukup luas dengan kedalaman sedang. Pada kolam-kolam inilah beberapa jenis ikan ditebar untuk semakin memanjakan mata dan rasa setiap wisatawan yang datang.

Bukit Breksi terus menata diri, terus berbenah, dan melengkapi diri sebagaimana lazimnya sebuah tempat tujuan wisata berkelas nasional bahkan internasional. Pelataran parkir yang luas, sarana umum seperti mushola dan toilet kini telah tersedia. Pada lereng tebing sisi timur juga telah tertata dengan rapi beberapa deretan pusat kuliner dan oleh-oleh yang turut memberdayakan ekonomi warga dusun setempat.

Pagi, siang, petang hingga malam, Bukit Breksi tidak pernah lagi sepi. Ribuan wisatawan dengan ribuan kendaraan senantiasa memadatinya. Breksi kini telah menjadi ikon wisata baru di Yogyakarta yang menjadi menu wajib untuk dikunjungi bagi siapapun yang mengunjungi Kota Budaya.

Breksi7

Breksi6

Bukit Breksi dapat dicapai melalui jalur lintas Prambanan-Piyungan ke arah timur menuju kawasan perbukitan Gunung Ijo. Akses jalanan desa yang masih sempit menjadikan kendaraan rombongan pengunjung harus ekstra sabar dan saling berbagi saat saling berpapasan. Namun demikian di saat tidak terlalu ramai, Bukit Breksi dapat dicapai dari pusat Kota Yogya antara 30 menit hingga 1 jam perjalanan kendaraan roda empat. Jika ditempuh dengan sepeda motor tentu akan lebih singkat. Momentum akhir pekan dan liburan merupakan puncak kunjungan wisatawan yang membludak. Kunjungan kali yang ke dua ke Bukit Breksi kali ini berkenaan dengan acara gelar Sahabat Keluarga Yogyakarta yang merupakan gawenya Direktorat Pendidikan Keluarga, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Khusus kunjungan rombongan dari Sahabat Keluarga Yogyakarta tidak sekedar berdarma wisata bin ngumbah mata. Sesi dolan kali ini merupakan kelas materi How To Make a Movie yang dipandu oleh M. Iqbal. Sosok yang satu ini merupakan kreator sineas muda yang tersohor dengan Film Pendek berjudul Cinta Subuh, sebuah film dakwah yang menggugah remaja dan pemuda muslim untuk bersegera dan beristikomah dalam mengerjakan sholat Subuh di setiap pagi tiba. Adapun tugas kami dalam rangka proses pembelajaran membuat video pendek dengan memanfaatkan latar kawasan Tebing Briksi yang sedang ngehits ini.

Taman Tebing Breksi, kini telah menjadi harapan kebebasan dari himpitan kesulitan ekonomi yang selama ini membelenggu warga setempat. Melalui pemberdayaan dan pengembangan Bukit Breksi sebagai destinasi wisata, masyarakat meyakini secara pelan namun pasti kesejahteraan mereka akan terangkat dan terus meningkat. Bukit Breksi adalah harapan baru terbitnya episode hidup yang lebih baik. Bukit Breksi tidak lagi menjadi lokasi penambangan batu alam yang hanya dapat dinikmati sekelompok warga saja, Bukit Breksi telah menjadi bukit penambang rejeki bagi keseluruhan warga Dusun Breksi bahkan kalangan masyarakat terkait yang lebih luas.

Ngisor Blimbing, 23 Desember 2018

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Wisata dan tag , , , , , . Tandai permalink.

8 Balasan ke Bukit Breksi Penambang Rejeki

  1. layangseta berkata:

    Paling pintar deh cari duit dengan tempat wisata

    Suka

  2. Admin berkata:

    Keindahan tebing breksi memang masyaallah. Cari spot yg kamera banget di sana juga mudah 😍
    Liat pemandangan di sana, saya tiba2 keingetan pemandangan di film xena/hercules gitu loh. Alami banget gitu 😃

    Suka

  3. Sulis berkata:

    He eh. Dulunya nggak nyangka yaa…tambang batu bisa diolah menjadi obyek wisata. Sekarang tenar lagi ..

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s