Ulang Tahun Tak Sudah-sudah Si Bocah Bertuah


Ndilalah serialnya memang masih cerita tentang Genduk Noni Nadya. Lima tahun lebih beberapa hari, anak wadon di keluarga kecil kami itu terlahir. Tanggal sedikit bergeser maju dari perkiraan dari dr. Inneke. Dikarenakan tali pusar kondisi membelit leher si janin yang dalam posisi sungsang, Genduk semestinya lahir melalui operasi. Oleh karena itu ancer-ancer tanggal yang kami pilih sebenarnya 11 Desember 2013. Harapnya kelahirannya bias ada angka cantic 111213 (sebelas. duabelas, tigabelas).

Rencana tinggal rencana, karena segala cerita kembali kepada kuasa Tuhan. Dini hari menjelang Subuh, sekira seminggu sebelum rencana operasi dieksekusi kandungan istri telah pecah ketuban. Tatkala sampai di rumah sakit segala tindakan persiapan untuk operasi sudah dilakukan. Hanya tinggal menunggu dokter yang masih dalam perjalanan. Namun sepanjang waktu pasca pecah ketuban ibu si jabang bayi merasa terus mules dan tak mampu menahan. 

Dengan kuasa Tuhan, akhirnya bayi itupun terlahir normal. Bagian pantat keluar ke dunia terlebih dahulu. Terjadilah sebuah persalinan bayi sungsang. Berbeda dengan bayi seumumnya yang terlahir dengan bagian kepala terlebih dahulu daripada bagian tubuh yang lain, bayi sungsang terlahir dengan bagian pantat yang keluar pertama kali. Semenjak itulah sebagaimana kepercayaan primitive tetangg kanan-kiri kami, si Noni Nadya dianggap sebagai bocah bertuah. Si Bocah sungsang bertuah.

Pernah ada suatu kejadian salah seorang bocah anak tetangga yang makan dan tersedak sehingga ada bagian makanan yang nyangkut di kerongkongan di bawa ke rumah kami. Si Noni diserobot tangannya. Tangan itu dimasukkan dan direndamkan sejenak pada segelas air putih. Air putih selanjutnya diminumkan ke kerongkongan bocah yang tersedak tadi. Ndilalahnya kok ya sedaknya hengkang.

Tidak terhenti pada kejadian bocah tersedak, tuah si bocah sungsang jadi keterlanjuran soal rejeki. Sedikit berbeda dengan teman-teman sebayanya di lingkungan kami dalam berulang tahun, si Noni mendapatkan kiriman dan hadiah kado secara mbayu mili, selalu hadir berganti-ganti, dalam jangka waktu setengah bulannya. Hampir setiap hari selalu ada saja bocah lain, tetangga, saudara, saudara dekat, saudara jauh yang mengiriminya kado. Bahkan pernah suatu ketika beberapa abang-abang pedagang kaki lima yang ider melewati rumah kami juga memberinya kado. Lha kok le pinuk! Itulah yang tadi diistilahkan “tuah bocah sungsang“.

Ada juga sebuah larik-larik kalimat muncul di layer WA. Sebuah nomer yang tidak dikenal di memori hp dan ingatan otak saya. Rangkaian kalimat yang panjang tharik-tharik berselang beberapa kalimah bertulis dan berbahasa Arab itu secara garis besar mengucapkan selamat sekaligus doa atas ulang tahun si Noni. Jujur saya sendiri tidak mengenali siapa pengirimnya. Sayapun segera tanggap menimpali ucapan dan ungkapan doa untuk anak saya tersebut. “Jazakumullah, terima kasih atas doanya. Semoga senantiasa berkah dan sukses selalu untuk bisnis serta segala urusan dunia akhiratnya,” demikian jawab saya. Sejurus kemudian baru ada sebuah petunjuk tentang jati diri pengirim WA. Di akhir WA tertulis sebuah link www.habibaqiqah.com. Sebuah usaha jasa penyedia kambing akikah yang dulu membantu prosesi akikahannya si Noni. Kok masih nyambung ya? Begitulah lagi-lagi “tuah” si Noni.

Bahkan beberapa hari silam tatkala si Noni sedang ngaji di kala sore seperti biasanya, tiga orang bocah datang dengan masing-masing bersepeda. Saya sendiri yang kebetulan menemui ketiga bocah tersebut sama sekali tidak mengenali mereka. Tidak salah lagi. Ketiga bocah tersebut datang untuk memberikan sebuah bingkisan untuk ulang tahun si Noni. Saya sedikit ndomblong bin nggumun. Hari itu seingat saya telah lebih dari seminggu hari ulang tahun si Noni berlalu.

Yo wislah. Namanya rejeki lha mosok mau ditolak. Semoga di usianya yang semakin bertambah si Noni anak kami semakin menjadi anak sholihah, sregep ngaji, dan pinter sekolahnya. Doa kami selalu di nadimu Nadya.

Kulon Balairung, 18 Desember 2018

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Kenyung dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s