Panah Masa Silam Panah Masa Depan


Apakah ada hubungan antara masa silam, masa depan, dan perlengkapan panah? Tentu saja dengan akal pikiran yang dianugerahkan Tuhan kepada manusia, setiap benda, setiap hal, setiap apapun yang ada di dunia dapat disambungkan keterkaitan dan keterhubungannya satu sama lain. Terlebih jika kita berbicara dalam frekuensi atau ranah pemikiran filsafat.

Setiap sesuatu, sebagaimana setiap hal yang diciptakan Tuhan, pada hakekatnya merupakan ayat-ayatNya. Kita tentu ingat dan paham bahwasanya ayat-ayat Tuhan terbagi menjadi kalam dan alam. Kalam merupakan ayat-ayat Tuhan yang tertulis di dalam kitab-kitab suci, wabil khusus tentu saja Al Qur’an. Adapun alam merupakan ayat-ayat Tuhan yang tercipta, ayat-ayat Tuhan yang tergelar di semesta alam raya.

Kembali kepada masa silam, masa depan, dan perlengkapan panah, sejatinya juga merupakan ayat-ayat Tuhan. Manusia sangat memiliki kebebasan dan daya kreasi untuk menafsirkan guna selanjutnya memaknai serta menghikmahinya. Dari hikmah inilah akan muncul suatu nilai, perumpamaan, ataupun suatu kearifan yang dapat dijadikan sebagai pegangan hidup kita. Lalu tafsir, makna, dan hikmah seperti apakah yang dapat menghubungkan ketiga entitas tadi?

Adalah Mbah Geol dalam beberapa kesempatan dialog singkat di panggung Sinau Bareng Cak Nun dan Kiai Kanjeng mengungkap pemaknaan masa silam, masa depan, dan perlengkapan panah. Ketika seseorang memegang busur panah, untuk dapat melesatkan anah panah di genggamannya agar melesat cepat, jauh, dan tepat mengenai sasaran, tentu dibutuhkan syarat-syarat dinamika maupun kinetika tertentu. Posisi awal anak panah pada tali busur panah seperti apa, seberapa gaya dorong yang diperlukan, konsentrasi seperti apakah yang dibutuhkan si pemanah, dan lain sebagainya.

Andaikan anah panah setelah dipasang pada tali busur, kemudian tali busur itu hanya sedikit ditarik ke belakang, maka daya dorong yang dihasilkan tentu akan kecil. Dengan daya dorong yang kecil sudah pasti anak panah yang dilepaskan hanya akan melesat dalam jangkauan yang sangat terbatas. Sebaliknya jika tali busur ditarik ke belakang dengan sekuat tenaga, maka daya dorong yang ditimbulkannya akan jauh lebih besar dan ketika anak panah dilepaskan maka ia akan melesat lebih jauh karena disertai dengan tenaga kinetik yang jauh lebih besar.

Tarikan tali busur ke belakang dapat diandaikan sebagai masa silam. Adapun titik sasaran yang dituju oleh anak panah dapat disejajarkan sebagai masa depan. Masa silam, masa kini, dan masa depan adalah satu rangkaian posisi dalam rentang dimensi waktu yang saling terkait satu sama lain. Masa silam berganti dengan masa kini. Masa kinipun akhirnya akan berganti dengan masa depan. Masa silam, masa kini, dan masa depan hadir dalam dinamika kerangka waktu yang satu sama lain akan sangat menentukan. Tidak ada masa kini tanpa masa silam. Tidak ada masa depan tanpa terlebih dahulu menapaki masa kini. Masa silam adalah pijakan masa kini. Adapun masa kini menjadi pijakan bagi masa depan kita.

Tarikan tali busur ke arah belakang yang lemah mengindikasikan pengetahuan, pemahaman, dan penguasaan seseorang tentang masa silam yang sangat terbatas. Keterbatasan ini dapat dimaknai sebagai keterbatasan ataupun kedangkalan pengetahuan, pemahaman, dan penguasaan seseorang yang terbatas pula akan masa silam. Keterbatasan itu kemudian berdampak kepada lemahnya kekuatan pijakan seseorang ketika akan melangkah menuju masa depan. Akibatnya jangkauan wawasan, cita-cita, visi, dan misi orang tersebut juga menjadi sangat terbatas untuk menggapai masa depan.

Sebaliknya tarikan tali busur ke aarah belakang yang kuat, memposisikan tali busur lebih mundur ke belakang batang busur. Hal ini mengindikasikan pengetahuan, pemahaman, dan penguasaan seseorang terhadap masa silamnya yang sangat baik, sangat kuat, atau sangat mendalam. Kedalaman pengetahuan, pemahaman, dan penguasaan seseorang terhadap masa silam akan membentuk suatu landasan pola pikir yang kuat, kokoh, tangguh nan mendalam. Dampaknya adalah wawasan, cakrawala, cita-cita, visi, misi dan jangkauan pemikiran yang bersangkutan akan jauh menembus batasan ruang waktu di masa depan. Hal ini akan menjadi energi daya dorong yang sungguh luar biasa bagi seseorang untuk menggapai masa depan yang lebih gemilang. Dengan demikian anah panah cita-cita dan keinginan yang dilesatkan ke masa depan akan mencapai sasaran-sasaran visioner yang bahkan melampaui jaman.

Fenomena hari di tengah masyarakat kita adalah fenomena instan penuh kesementaraan. Generasi jaman now adalah generasi yang sudah sedemikian ternina-bobokkan dengan kemajuan dan kecanggihan teknologi modern (khususnya internet dengan layanan media sosialnya). Generasi masa kini kurang telaten dan mungkin enggan untuk menggali kekayaan nilai kearifan yang telah dibibit, disemai, ditumbuhkembangkan, dilestarikan, dan tentu sudah diterapkan oleh para leluhur dengan pencapaian-pencapaian prestasi kesejarahannya.

Generasi mas kini seringkali lebih menganggap sesuatu yang berasal dari masa silam sebagai sesuatu yang kuno, ndeso, ketinggalan jaman, dan sepatutnya untuk ditinggalkan, bahkan dibuang jauh-jauh. Dipikirnya keberadaan masa kini dapat dilepaskan sedemikian mudah terhadap masa silam. Jangankan berpikir visioner lima, sepuluh, dua puluh lima tahun ke masa depan, untuk berpikir tentang hari ini, tentang masa kini, banyak yang enggan. Masa silam sudah tenggelam. Masa depan tidak perlu dipikir mendalam. Semua akan berjalan sebagaimana mestinya. Pikiran-pikiran super instan dan dangkal semacam inilah yang tengah merasuki generasi anak-anak jaman now.

Lalu bagaimanakah sikap kita selaku bagian dari masyarakat, bahkan bangsa dan negara? Mau tidak mau, suka ataupun tidak suka, generasi sekarang harus disadarkan kembali perihal pentingnya untuk menggali, mempelajari, memahami, dan menghikmahi tinggalan masa silam. Masa silam merupakan pondasi atau dasar pijakan bagi gerak, langkah, maupun tujuan kita di masa kini, terlebih untuk masa depan yang masih panjang terbentang. Sangat relevan pesan emas dari Bung Karno, “jasmerah” jangan pernah melupakan sejarah. Sejarah adalah maha guru abadi bagi manusia yang sadar untuk berpikir tentang masa kini dan masa depan yang lebih baik, lebih maju, lebih sentosa, dan lebih jaya lagi.

Ngisor Blimbing, 1 Desember 2018

Sumber gambar dari sini, dan sini.

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Budaya dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s