Jembatan Jokowi dan Air Terjun Susun Empat di Kaki Merapi


Jembatan, secara fisik, merupakan penghubung dua titik lokasi yang saling berseberangan. Dua titik tersebut bisa berseberangan karena terpisahkan oleh sebuah aliran sungai. Pun ada yang berseberangan terpisah oleh lautan, jurang, gunung, bahkan perbatasan negara. Jembatan menjadi sarana akses terpendek, sehingga juga yang tercepat, di antara dua titik lokasi dimaksud. Untuk menunjang aktivitas sehari-hari, peran dan fungsi jembatan menjadi sangat vital.

Salah satu jembatan yang memiliki peran sangat penting sebagai jalur penghubung dua wilayah yang terpisah oleh Kali Telingsing di Kaki Merapi adalah Jembatan Jokowi. Jembatan ini secara resmi bernama Jembatan Gantung Mangunsuko, sebagai mana tercantum pada prasasti yang dibuat oleh Kementerian PUPR. Penamaan jembatan pada Tahun Anggaran 2016, yang mengambil nama dari Presiden RI ke-7 ini, dikarenakan Jokowi pernah mengunjungi jembatan yang dibangun pasca erupsi besar Merapi di tahun 2010 silam.

Jika kita melintasi jembatan gantung yang satu ini, sekilas memang tidak ada hal yang berbeda dengan jembatan gantung di tempat lain. Sebuah jembatan yang ditopang dua bentangan tali baja yang membentang dari tiang panjang pada masing-masing tepian sungai yang saling berseberangan. Dari kedua tali baja terbentang tersebut, terikat tali baja lain secara vertikal yang menyangga dasaran jembatan yang menjadi jalur lintas orang maupun kendaraan yang melewatinya. Sudah pasti semakin lebar sungai yang dilintasi, akan semakin panjang pula tali baja yang terbentang. Demikian halnya dengan pengaruh angin ataupun gaya beban yang melintas akan semakin berpengaruh terhadap gaya goyang ataupun lendutan yang terjadi.

Dari sisi penampakan batang tali baja maupun besi-besi pendukunya, jembatan yang memiliki panjang lebih dari 50 meter ini masih memperlihatkan warna aslinya. Apalagi jika tidak berwarna besi baja abu-abu yang sangat khas itu. Meskipun demikian, dari panjang bentangan, dari dasaran sungai yang melintasi di bawahnya, hingga latar belakang bentang alam Gunung Merapi yang tinggi menjulang nan perkasa, jembatan ingin secara spontan mengingatkan kepada Jembatan Pelangi yang ada di sisi utara Gunung Slamet (masuk wilayah Kabupaten Tegal) yang pernah kami kunjungi hampir setahun silam.

Berbeda dengan aliran sungai di bawah Jembatan Pelangi Gunung Slamet yang menghamparkan sungai dengan jenis bebatuan beku andesit yang sudah berproses puluhan bahkan ratusan tahun, di Kali Telingsing ini menghampar dataran tumpukan banthak dan krakal yang merupakan sisa proses aliran lahar dingin yang berumur relative masih muda. Di samping itu, tepat di sisi aliran atas sungai justru tersaji sebuah bentang pemandangan yang sangat unik nan mempesona. Sungguh indah dan mengundang decak kagum. Sebuah dam bertingkat empat yang mengalirkan air jernih nan segar hingga menyusun sebuah air terjun susun yang sungguh luar biasa.

 

Sama seperti Jembatan Pelangi Gunung Slamet, Jembatan Gantung Jokowi ini juga senantiasa menarik perhatian bagi para pelintasnya. Tidak hanya bagi warga sekitar yang melintas sehari-hari, ketenaran Jembatan Gantung Jokowi juga mengundang pengunjung dari sekitaran wailayah Magelang, bahkan luar daerah khusus untuk datang dan berkunjung. Bentang jembatan, sisi tepi dan tebing sungai, terlebih bawah jembatan yang berlatar air terjun susun empat, menjadi tempat yang sangat asyik dan favorit untuk berfoto ria, berselfie untuk mengabadikan kunjungan ke tempat ini.

Menyadari potensi baru yang dimilikinya, Pemerintah dan warga Desa Mangunsuko berupaya membenahi titik akses jembatan di sisi timur. Sebuah pelataran parkir bagi pengunjung yang ingin berfoto ria telah dioperasikan. Di pinggir parkiran tersebut juga telah berdiri beberapa warung untuk melepas dahaga maupun rasa lapar bagi pengunjung. Demikian halnya dengan akses jalan setapak di lereng tebing sungai yang menuju dasar sungai di bawah bentang jembatan juga diperbaiki untuk memudahkan pengunjung. Tentu untuk menikmati itu semua, pengunjung dikenakan tarif retribusi sewajarnya sebagai dana kas desa setempat.

Ayo kapan lagi mbolang ke lereng Gunung Merapi. Banyak tempat, banyak spot baru yang akan semakin memanjakan para netizen untuk mendapatkan lokasi berselfie ria yang luar biasa. Salah satunya, ya di Jembatan Gantung Jokowi Desa Mangunsuko ini. Monggo…

Ngisor Blimbing, 21 November 2018

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Alam dan tag , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Jembatan Jokowi dan Air Terjun Susun Empat di Kaki Merapi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s