Menara Eifel Kreasi Bambu Anak Kampung


Ada Menara Eifel di kaki Gunung Merapi! Hah, sungguhkah. Ngelindur kali ya yang ngomong demikian. Anak sekolah dasarpun tentu paham bahwa Eifel merupakan sebuah menara besi di Paris, Negeri Perancis. Eifel sudah menjadi landmark bagi Kota Paris. Eifel adalah simbol dari modernitas dan kemajuan Paris yang mengungguli kota-kota lain di Eropa pada masanya. Bahkan hingga saat ini, Paris dengan Eifelnya masih tetap menjadi ikon mercusuar kemajuan peradaban dunia.

Sebagai sebuah kota terkemuka di Eropa, Paris dengan Eifelnya bagi para turis atau traveler merupakan destinasi petualangan yang diimpikan. Belum dikatakan sebagai traveler kelas dunia jika belum pernah mengunjungi ikon destinasi wisata dunia, sebagaimana Eifel. Bagi sebagian kalangan masyarakat kita yang pada umumnya berpiknik di negeri sendiri saja belum komplit, belum pernah ke luar negeri sama sekali, Eifel di Paris mungkin hanya sebuah khayalan yang entah seumur hidup dapat teraih atau tidak. Tentu faktor utama jelas karena berat di ongkos alias biaya transportasi dan akomodasi yang ngaudubilah mahalnya.

Namun bagi sebagian orang yang memang memendam cita-cita untuk keliling dunia itu, mengunjungi Eifel tidak harus jauh-jauh, repot-repot, dan pastinya bermahal-mahal ke negeri Napoleon. Rasa ke Paris, rasa naik ke puncak Eifel, mungkin tidak harus benar-benar dirasakan di negeri aslinya. Ada cara lain untuk menikmati rasa Eifel dan rasa Perancis. Kita kini sudah memiliki ikon Menara Eifel lokal yang lebih khas dan pastinya asli karya anak bangsa sendiri.

Bukan sebuah guyonan apalagi tipuan. Kini di sisi barat Gunung Merapi memang telah berdiri sebuah Menara Eifel. Bukan sulapan bukan imitasi, asli sebuah wujud dan bentuk Menara Eifel yang tinggi menjulang. Tidak sekedar melihat dan mengagumi dari kejauahan, pengunjung bahkan bias meraba, memegang, menyentuh, bahkan menaiki tangga demi tangga hingga di titik puncaknya. Uniknya lagi,jika Menara Eifel yang asli Perancis terbuat dari besi baja yang kuat dan tahan karat, Menari Eifel yang kita miliki ini terbuat dari batangan bambu betung. Elok nggak coba!

Adalah kreativitas anak-anak muda di Dusun Papringan, Kecamatan Sawang, Kabupaten Magelang yang merasa iri dengan munculnya ikon-ikon wisata top selfie yang marak akhir-akhir ini akibatnya adanya demam medsos. Medsos telah mendorong semua orang ingin senantiasa eksis. Ingin senantiasa memamerkan daerah-daerah jelajahan wisatanya. Ingin selalu meng-update halaman medsosnya dengan foto-foto yang keren, bergaya, di tempat-tempat yang unik dan menarik.

Jika wisata taman bunga begitu menjamur di banyak tempat. Wisata pinusan, bunga matahari, arum jeram, river tubing, cave tubing juga telah tersebar dimana-mana, maka dengan potensi desa yang memiliki banyak pohon bambu betung anak-anak muda di Papringan ingin memanfaatkan bambu untuk membangun sebuah ikon tujua wisata baru yang lebih unik nan menarik. Entah wangsit darimana, terwujudlah Menara Eifel yang dibangun dari batang-batang bambu betung.

Karya cipta Menara Eifel bambu betung dari Papringan Sawangan merupakan sebuah karya kreativitas yang sungguh luar biasa dan sangat kreatif. Konsep nontoni, namati, nironi, dan nambahke sebagai sebuah metode pengembangan teknologi benar-benar diterapkan. Bagaimana dari sekedar bambu betung yang biasanya terbatas digunakan untuk reng dan usuk yang menyangga atap rumah, cagak pogo di dapur, ataupun untuk jembatan sederhana, kini dari bambu betung bias tersulap sebuah karya instalasi yang menyangi kemegahan dan keindahan Menara Eifel di Perancis, nun jauh di negeri yang belum pernah mereka kunjungi.

Dengan ketinggian lebih dari 20 meter, Menara Eifel bambu betung yang berdiri di atas tanah persawahan tersebut akan benar-benar memanjakan rasa sensasi para pengunjung yang menaikinya. Kesejukan udara alam pedesaaan yang masih asri benar-benar melapangkan dada. Bentang luasa tanah persawahan yang ijo royo-royo menjadi penyejuk pandangan mata yang sungguh menyegarkan. Belum lagi puncak Merapi yang menjulang tinggi di sisi timur, benar-benar menghadirkan suasana alam perawan yang mempesona. Betapa Maha Tinggi Tuhan yang telah menciptakan dan menghamparkan alam sedemikian Indahnya.

Menara Eifel bambu betung ala kaki Gunung Merapi tentu tidak hanya sekedar eksotik dan sensasional, namun pastinya tidak menguras kantong wisatawan yang ingin mengunjunginya. Tidak butuh passport, tidak butuh tiket pesawat, tidak butuh akomodasi hotel mahal, Eifel yang satu ini hadir dengan sikap dan harga yang semanak murah-meriah bin ramah tamah. Untuk menikmati Eifel unik ini setiap pengunjung hanya dikenakan harga tiket masuk Rp 5.000,- saja. Adapun parkir kendaraan bermotor juga dipatok dengan tarif yang sangat terjangkau.

Wisata Menara Eifel unik dari bambu betung ini berlokasi di Dusun Papringan, yang berada di sisi jalur Utama Blabak-Ketep Pass Km. 10. Ketep Pass merupakan wisata gardu pandang pengamatan Gunung Merapi yang sudah banyak dikenal wisatawan. Dari sisi bawah, tepat setelah SMP 1 Sawangan, pengunjung langsung belok kanan memasuki jalanan kampung yang menuju lokasi.

Monggo nikmati sensasi rasa Eifel. Nikmati eksotika rasa Perancis. Tidak perlu jauh bin mahal, cukup dengan harga dan rasa lokal.

Bulaksumur, 25 Oktober 2018

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Wisata dan tag , , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Menara Eifel Kreasi Bambu Anak Kampung

  1. Evi berkata:

    Unik banget Menara Eiffel dari bambu. Bagus tentunya untuk lokasi foto-foto dan wisata keluarga. Insyaallah selanjutnya anak-anak muda ini akan membuat Borobudur juga dari bambu ya Mas

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s