Guyub Rukun HUT Ke 10 Paguyuban Wong Magelang Jabodetabek


Guyub bermakna rukun dalam kebersamaan dan bersama dalam kerukunan. Spirit inilah yang menjadi jiwa dan ruh sebuah paguyuban. Sebagai makhluk sosial yang memiliki kecenderungan untuk senantiasa berkumpul dengan sesamanya, paguyuban hadir sebagai salah satu wadah berkumpul tersebut. Ada berbagai kesamaan yang menjadi latar berkumpul manusia dalam sebuah paguyuban. Ada yang dipersamakan oleh profesi, pekerjaan, bahkan dengan sesama kampung halaman dan tanah rantau. Demikian halnya dengan Paguyuban Wong Magelang di wilayah Jabodetabek.

Terbentuk pada 4 Oktober 2008, Paguyuban Wong Magelang Jabodetabek atau dikenal pula sebagai PW MGL pada saat ini menginjak usia 10 tahun. Salah satu organisasi putra daerah yang mewadahi para perantau asal Kabupaten dan Kota Magelang ini, PW MGL salama ini fokus dalam menjalin komunikasi dan silaturahmi antar warga perantauan. Dari silaturahmi tersebut telah banyak tercetus dan terlaksana berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan, mulai dari silaturahim rutin, bakti sosial, santunan yatim-piatu serta kaum duafa, bantuan kemanusiaan, hingga mudik lebaran secara gratis.

Sepuluh tahun bagi perjalanan sebuah paguyuban tentu telah membawa berwarna-warni kisah dan cerita. Dinamika, pasang-surut, asam-garam, serta lika-liku bagi segenap pengurus dan anggota tentu semakin mendewasakan organisasi. Rintangan dan halangan yang menghadang telah dilalui bersama dengan senantiasa mengedepankan kebersamaan dan kerukuan tadi. Pencapaian perjalanan guyup rukun yang telah terukir tentu senantiasa wajib untuk disyukuri dan terus ditingkatkan di masa-masa mendatang. Tidaklah berlebihan jika kemudian pengurus inti dan panitia menggagas perayaan 10th Anniversary PW MGL yang digelar Ahad, 21 Oktober 2018 bertempat di GOR Rawa Lele, Kalideres, Jakarta Barat.

Perayaan HUT Ke 10 PW MGL kali ini nampaknya sengaja dikemas secara lebih istimewa. Di samping kopdaran pertemuan antar sesama warga perantauan asal Magelang se-Jabodetabek, perayaan kali ini menghadirkan hiburan seni campur sari dan kobra siswo. Kedua kemasan hiburan ini sengaja dipentaskan untuk menghadirkan suasana kampung halaman yang masih kental menjunjung tinggi seni dan tradisi leluhur, terutama seni campur sari dan kobra siswo. Dengan pentas kedua seni tersebut, hadirin dan  warga perantauan yang datang diharapkan merasakan atmosfir kampung halaman Magelang sekaligus untuk melepas rindu dan kangen kepada kampung halaman maupun sanak kerabat di sana.

Slamet Riwoyo selaku ketua paguyuban dalam kata sambutannya mengharapkan PW MGL semakin eksis dalam mewadahi persaudaraan sesama warga perantauan asal Magelang. Perbedaan pilihan dan aspirasi politik dalam kontestansi pemilihan yang akan datang hendaknya tidak menggoyahkan keguyuban, kerukunan maupun silaturahmi yang selama ini telah terjalin. Pilihan boleh dan silakan beda tetapi hati tetap menyatu dalam persaudaraan. Berkenaan dengan kejadian bencana, khususnya gempa bumi di Sulawaesi Tengah, ia mengajak hadirin untuk turut menggalang dana bantuan. Seberapa besar bantuan tidak terlalu penting, karena yang terpenting adalah rasa peduli dan empati untuk saling tolong-menolong, bantu-membantu, secara tulus dan ikhlas.

Sementara itu salah satu perwakilan PW Jateng yang merupakan induk organisasi Paguyuban Warga se-Jawa Tengah menyampaikan harapan bahwasanya di samping sebagai organisasi sosial kemasyarakatan yang mengedepankan rasa keguyuban, PW MGL ke depannya diharapkan juga dapat memunculkan potensi atau peluang kegiatan ekonomi. Melalui suatu kegiatan usaha ekonomi, organisasi dapat menggali sumber pendanaan untuk menunjang program kerja organisasi. Kebutuhan pendanaan kegiatan bagi sebuah organisasi modern tidak bisa hanya mengandalkan dana sukarela atau saweran dari para pengurus dan anggotanya semata. Inilah pentingnya mulai dipikirkan pembentukan koperasi atau unit usaha kecil.

Dalam rangka siraman rohani untuk menyejukkan jiwa seluruh anggota paguyuban yang hadir, Ustadz Suraji menyampaikan tausiyahnya. Paguyuban dibentuk dalam rangka mewadahi tali silaturahmi atau persaudaraan. Silaturahmi menjadi sangat penting sebagai kunci pintu rejeki, umur panjang, dan pertolongan Allah melalui cara dan pintu-pintu yang tidak terduga. Keberadaan PW MGL harus senantiasa disyukuri. Tentu ke depan jalinan silaturahmi yang sudah terwujud harus terus ditingkatkan.

Puncak perayaan HUT Ke 10 PW MGL menghadirkan pentas seni campur sari dan kobra siswo. Hadirin yang diantaranya tidak sedikit yang membawa keluarganya secara lengkap nampak antusias menyimak dan menikmati pentas yang berlangsung. Kerinduan kepada kampung halaman dan sanak kerabat yang jauh seolah terobati dengan perjumpaan bersama saudara seperantauan dan tentunya adanya campur sari serta kobra siswo. Tidak hanya hadirin dewasa, anak-anakpun sangat antusias menyaksikan kesenian adiluhung dari tanah leluhur yang sangat jarang dijumpainya di ibukota.

Sepuluh tahun kebersamaan perjalanan PW MGL, telah banyak menyatukan atau menyambungkan tali persaudaraan diantara sekian ribu warga Magelang di perantauan ibukota. Kesamaan asal-usul, kesamaan tanah perantauan, dan sedikit-banyak juga kesamaan nasib dalam pergulatan adu nasib di ibukota, telah menautkan tali paseduluran yang kelak akan kekal abadi. Selamat HUT Ke 10 Paguyuban Wong Magelang. Semoga senantiasa semakin eksis untuk mewadahi persaudaraan tanpa batas diantaras sesama warga Magelang.

Ngisor Blimbing, 21 Oktober 2018

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Magelangan dan tag , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Guyub Rukun HUT Ke 10 Paguyuban Wong Magelang Jabodetabek

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s