Apakah Kena Pukul di Goa Pindul?


Sudah hampir satu dasa warsa desa Gelaran menjadi tenar. Desa kecil di sisi utara Kota Wonosari, Gunung Kidul tersebut di kala itu diketahui memiliki potensi goa yang masih terpendam namun belum dikembangkan dengan semestinya. Ketika sentuhan terhadap goa itu dimulai, mulailah ketenaran goa tersebut mulai tersohor. Goa dengan aliran sungai di dalamnya inilah yang kini terkenal sebagai Goa Pindul.

Nama Goa Pindul sendiri tentu menyimpan kisah legenda yang hingga kini masihsecara turun-temurun diwariskan antar generasi di desa tersebut melalui kisah dongeng. Konon pada jaman dahulu kala, tersebutlah seorang pangeran bangsawan dari suatu kerajaan ternama. Ia memiliki putra sebagai hasil hubungan gelap dengan seorang gadis di suatu dusun. Untuk menyelamatkan nama baik dari sang bangsawan, bayi mungil tanpa dosa yang baru terlahir itu dibuang dengan cara dihanyutkan pada aliran air yang masuk ke dalam sebuah goa.

Sesaat bayi tersebut akan dihanyutkan, tiba-tiba ia sedikit meronta. Mungkin karena kaget atau timbulnya rasa ketakutannya, atau bisa jadi juga ia sengaja ingin memberontak dari perlakuan tidak manusiawi yang akan ditimpakan kepada dirinya. Gerakan yang mengejutkan tersebut mengakibatkan salah satu sisi pipinya tersenggol sisi dinding gua. Akibat kejadian tersebut pipi si bayi seketika itu menjadi lebab atau benjol. Benjol atau mbenjol dalam bahasa setempat juga disebut njendhul. Pipi si bayi jadi njendhul. Pipine njendhul, jadilah pindhul atau kemudian lebih sering diungkapkan sebagai pindul. Nama inilah yang terabadikan sebagai Goa Pindul.

Di samping nama goa yang kemudian dikenal sebagai Goa pindul, peristiwa penghanyutan bayi tidak berdosa itu juga bersangkut paut dengan nama desa tempat dimana Goa Pindul berada. Dikarenakan bayi merah yang belum lama lahir tersebut ketika akan dihanyutkan dibungkus dengan tikar pandan, maka tersebutlah desa di dekat Goa Pindul itu diberi tetenger atau nama Desa Gelaran. Gelaran dalam bahasa Jawa berarti alas ataupun tikar.

Dalam perkembangan selanjutnya Goa Pindul menjadi salah satu destinasi wisata petualangan yang semakin banyak dikunjungi wisatawan. Tidak hanya dari Gunung Kidul maupun Jogja, pengunjung Gua Pindul bahkan kini didominasi pengunjung dari luar daerah, bahkan turis luar negeri.

Petualangan utama yang ditawarkan pada wisata Goa Pindul adalah penjelajahan atau susur goa. Dikarenakan Goa Pindul merupakan saluran atau sungai bawah tanah, maka susur goa dilakukan dengan cara menaiki ban bekas dimana pengunjung menaiki di atasnya. Cara penjelajahan goa dengan cara inilah yang kini terkenal sebagai cave tubing.

Goa Pindul, secara geometri terdiri atas beberapa zona atau area. Ada area terang, area remang, dan area gelap gulita dengan berbagai kedalaman air, mulai 1 meter hingga 12 meter. Zona terang meliuti area di pintu masuk dan keluar, serta ruang dalam goa sisi tengah dimana terdapat lubang vertical yang menembus bukit. Adapun area gelap gulita terletak tepat di tengah goa yang sama sekali tidak memiliki sumber cahaya yang masuk. Dengan panjang goa mencapai 350 meter, susur goa dari sisi pintu masuk hingga pintu keluar memerlukan waktu antara 40-60 menit.

Pada saat susur goa berlangsung, setiap rombongan kecil pengunjung didampingi oleh seoarang pemandu. Di samping memastikan keamanan dan keselamatan setiap pengunjung, pemandu tersebut juga akan menceritakan berbagai hal yang berkaitan dengan Goa Pindul. Kisah legenda, cerita mistis, hingga pengetahuan tentang bebatuan, stalaktit, hingga staklamit akan diceritakan secara gamblang dan jelas. Jadilah di samping wisata petualangan yang memacu adrenalin, wisata susur Goa Pindul juga menyajikan nilai edukasi yang semakin memerkaya pengetahuan pengunjung.

Di samping petualangan susur Goa Pindul sebagai paket wisata utama, beberapa paket wisata lain dengan lokasi di sekitar Goa Pindul juga ditawarkan. Ada paket jelajah Goa Baru, Goa Gelatik, hingga paket river tubing di Kali Oya.

Bulan lalu kebetulan kami bersama keluarga mengunjungi Goa Pindul. Khusus untuk saya sendiri, kunjungan ke Goa Pindul kali ini meruakan kunjungan ke dua kalinya. Pertama kali mengunjungi Goa Pindul, empat tahun silam harga paket cave tubing Goa Pindul Rp 35.000,- per orang. Adapun aket river tubing di Kali Oya masih dibandrol Rp 30.000,- per pengunjung. Waktu itu kami datang berombongan sebagai bagian dari peserta suatu seminar yang diselenggarakan oleh LIPI dengan fasilitasi dari Dewa Bejo. Dewa Bejo merupakan pengelola jasa wisata resmi yang ditunjuk oleh Pemerintah Desa Bejiharjo.

Pada kunjungan yang ke dua kali ini, sebagai rombongan kecil atau keluarga, kami memilih mengunjungi Goa Baru dan Goa Pindul. Kami menggunakan jasa wisata dari kelompok ****** Untuk kedua goa sebagai satu paket kunjungan, saya, istri, dan anak sulung yang berusia 10 tahun dikenakan tariff masing-masing Rp 105.000,- per orang. Adapun anak bungsu kami yang masih kecil (berusia 4,5 tahun) dikenakan tarif Rp 80.000,-. Awalnya meskiun sedikit agak kaget dengan kenaikan harga yang cukup signifikan hanya dalam jangka waktu empat tahun, namun saya mencoba memahaminya. Namun ketika beberapa hari kemudian saya sempat mencari informasi harga paket wisata Goa Pindul dan sekitarnya di internet, ternyata ada beberapa versi harga paket wisata yang ditawarkan.

Khusus untuk paket cave tubing Goa Pindul, hitunglah kami dikenakan tarif Rp 50.000, – per orang. Namun yang kami jumpai informasinya di internet, untuk alamat website http://wisatagoapindul.co.id/2018/01/harga-tiket-goa-pindul-2018-terbaru/ dinyatakan harganya Rp 40.000,- (kenaikan Rp 5.000,- sangat wajar dibandingkan empat tahun lalu). Namun di website https://desawisatabejiharjo.net harga dibandrol Rp 50.000,-.

Pertanyaan kemudian yang muncul, kenapa ada versi harga paket wisata yang berbeda? Yang mana yang yang resmi dan legal? Apakah ada hal yang tidak wajar sedang terjadi? Seperti apakah keberadaan dan peran Bumdes Maju Mandiri yang sudah berjalan lebih dari satu tahun? Apakah kami sedang kena pukul di Goa Pindul? Jika ada banyak masalah atau konflik terkait pengelolaan Goa Pindul untuk kesejahteraan masyarakat setempat, hal utama yang diharapkan oleh setiap pengunjung adalah agar hal tersebut tidak menimbulkan kerugian bagi pengunjung. Kami tentu saja hanya bisa bertanya melalui tulisan ini.

Tepi Merapi, 11 Oktober 2018

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Alam dan tag , , . Tandai permalink.

4 Balasan ke Apakah Kena Pukul di Goa Pindul?

  1. Muh.Ahsan berkata:

    Kawit wingi kok klinong-klinong terus iki tema postingè.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s