Festival Tlatah Bocah XII Segera Digelar


Dengan mengusung tema “Holobis Kuntul Baris“, Festival Tlatah Bocah XII Tahun 2018 siap digelar. Tlatah berarti wilayah, daerah, wadah, maupun wahana. Tlatah bocah merupakan pagelaran dalam rangka memberikan ruang apresiasi bagi pengembangan minat dan bakat anak-anak, khususnya dalam bidang seni dan budaya. Tlatah bocah, dari semua untuk anak-anak kita.

Diinisiasi oleh Komunitas Rumah Pelangi yang melakukan pendampingan terhadap anak-anak lereng Merapi di pengungsian berkenaan dengan peristiwa erupsi Merapi pada tahun 2006, Festival Tlatah Bocah tahun ini merupakan perhelatan untuk ke dua belas kalinya dengan tema holobis kuntul baris. Holobis kuntul baris merupakan sebuah tekat, semangat, spirit, dan keinginan untuk bersatu, menyatu, dan berpadu. Holobis kuntul baris secara sederhana semakna kata dengan gotong royong. 

Holobis kuntul baris, atau gotong-royong sengaja diangkat menjadi tema festival kali bukan sebuah ketidaksengajaan. Era modern, era teknologi canggih, era internat, era dunia maya, era media sosial disepakati sebagai era kemajuan jaman. Namun justru bersamaan dengan “kemajuan jaman” tersebut kita justru semakin merasakan betapa manusia semakin bergeser menjadi makhluk yang asocial, bahkan individualis. Gotong royong sebagai spirit warisan nenek moyang kini semakin terlupakan, bahkan ditinggalkan banyak orang. Sebagai sebuah nilai kearifan local yang meneguhkan keutuhan lahir dan batin kita sebagai manusia, sudah selayaknya jika semangat gotong royong harus kita gali kembali untuk kembali kita amalkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Sedikit berbeda dengan penyelenggaran Festival Tlatah Bocah pada tahun-tahun sebelumnya, festival kali ini digelar dalam dua tahap dan dilakukan di dua tempat. Tahap pertama festival akan diselenggarakan di SMK Pangudi Luhur Muntilan, dari 15 – 20 Oktober 2018. Adapun untuk tahap selanjutnya, festival diselenggarakan di Desa Sumber, Kecamatan Dukun muali 24-28 Oktober 2018. Tidak tanggung-tanggung, pada gelaran festival tahun ini lebih dari 30 sanggar seni dan kelompok seni anak-anak dari berbagai daerah akan turut menyemarakkannya.

Berikut dapat kita simak Bersama salah satu informasi dari panitia Tlatah Bocah berkenaan dengan beberapa tempat khusus dan menarik di seputaran Desa Sumber yang akan menjadi  tuan rumah puncak festival kali ini.

1. GUBUG SELO MERAPI
https://maps.google.com/?cid=5083923845939108543

Gereja Katholik ciamik dengan arsitektur bangunan bergaya Romo Mangunwijoyo, menggunakan unsur lokal batuan Merapi ditonjolkan, terbuka tidak ada jendela, sering digunakan berbagai acara lintas iman.

Jalan di depan gereja merupakan jalan utama menuju Babadan, salah satu Pos Pengamatan Gunung Merapi.

Gubug Selo Merapi terletak di dusun Grogol, desa Mangunsoka dimana juga merupakan dusun komunitas Ameng Ameng yang mempunyai Perpustakaan Cakruk Buku. Komunitas ini akan ikut pentas di Festival Tlatah Bocah untuk pertama kalinya.

Salah satu pengurusnya adalah mas Santo, seorang aktivis lingkungan yang juga fasilitator live in dan outbond.

2. JEMBATAN JOKOWI MERAPI
https://maps.google.com/?cid=5678439736660535591

Jembatan ini merupakan jembatan gantung melengkung sangat indah yang terbuat dari baja. Pada pertengahan September tahun lalu dikunjungi Presiden Jokowi.

Dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum sebagai pengganti jembatan cor (swadaya masyarakat Grogol – Mangunsoka & Tutupngisor – Sumber) yang rusak diterjang banjir lahar hujan tahun 2011.

Lingkungan jembatan di atas sungai Senowo ini berpemandangan luar biasa. Sabo dam 3 tingkat seperti layaknya air terjun dilatarbelakangi gunung Merapi menjadi tempat spesial tak terlupakan. Jembatan ini menjadi tempat nongkrong & selfie kaum milenial karena begitu romantis.

3. PADEPOKAN SENI TJPTA BOEDAJA
https://maps.google.com/?cid=7402620335160276930

Berdiri pada tahun 1937. Terletak di dusun Tutupngisor, desa Sumber. Saat ini dipimpin oleh bapak Sitras Anjilin. Komunitas ini mempunyai kesenian wayang orang, kethoprak, jathilan, soreng, teater kontemporer, dll yang dimainkan dari anak usia TK – orang tua.

Anggota komunitas menyebar di kabupaten Magelang dimana banyak dari mereka mengajar kesenian di sekolah maupun dusun-dusun.

Tjipta Boedaja terlibat dalam Festival Tlatah Bocah semenjak awal (2007) sampai sekarang belum pernah absen. Anak-anak memainkan cerita Mahabharata / Ramayana dalam bentuk Wayang Orang, karena pemainnya anak-anak disebut Wayang Bocah.

4. SANGGAR BANGUN BUDAYA
https://maps.google.com/?cid=605722951719730714

Tahun ini menjadi tuan rumah yang keduakalinya. Pertama pada bulan Juli 2010, 3 bulan sebelum erupsi.

Sanggar ini berdiri tahun 1997 dengan kesenian campur & kubro. Pada tahun 2007 diadakan regenerasi yang kemudian mampu menghimpun anak muda dari beberapa dusun terlibat dan menarik perhaitian banyak seniman luar daerah untuk berkolaborasi.

Sanggar Bangun Budaya juga merupakan salah satu komunitas yang juga terlibat di Festival Tlatah Bocah sejak pertama kali diadakan (2007).

Dipimpin oleh mas Untung Pribadi dimana kesehariannya penuh dengan kesenian, baik mengajar PAUD, SD, SMP, SMA dan juga komunitas-komunitas seni di kabupaten Magelang. Sedangkan Direktur festival adalah Steve Tegar Ristayudha seorang anak (sangat) muda pendiam namun menjadi panutan generasinya.

Sumber informasi:

  1. FB Tlatah Bocah
  2. FB Puji Stoic

Ngisor Blimbing, 6 Oktober 218

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Budaya dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s