Semarak Festival Cisadane 2018


Sungai adalah penghubung gunung dan laut. Air keluar dari dalam perut bumi melalui mata air yang banyak terdapat di gunung dan pegunungan. Melalui sungai, air kemudian turun gunung. Melintasi bukit, jurang dan lembah-lembah. Terdakang kumpulan air itupun singgah entah di telaga, entah di danau, ataupun waduk buatan manusia. Air itupun terus mengalir menuju hilir hingga tiba di muara dan akhirnya menyatukan di diri ke dalam samudera luas terbentang.

Air dan sungai ibarat darah dan saluran pembuluhnya. Dua hal yang berbeda namun membentuk satu kesatuan sistem, bahkan ekosistem, yang tidak bisa terpisahkan. Ketika pembuluh darah mengalami masalah, entah terjadi penyumbatan, entah terjadi penyempitan, entah terjadi kebocoran, kondisi tersebut membawa kepada ketidakseimbangan sistem yang berujung menjadi timbulnya penyakit. Demikian halnya jika aliran sungai tersumbat, menyempit,  ataupun ambrol juga menjadikan ketidakseimbangan sistem yang menimbulkan bencana. Ada banjir bandang. Ada tanah longsor. Ada kekeringan, dan lain sebagainya.

Sudah menjadi takdir dan sunatullah-Nya jika manusia tidak akan hidup tanpa air. Air menjadi kebutuhan yang sangat vital bagi keberlangsungan makhluk hidup. Manusia masih dapat bertahan beberapa lama tanpa asupan makanan. Tetapi manusia akan jauh lebih rentan dan cepat untuk menemui ajalnya jika hanya dalam beberapa hari tidak mengkonsumsi air minum. Air menjadi sangat penting dan berarti bagi kehidupan.

Betapa sangat penting dan vitalnya air bagi kehidupan setiap makhluk hidup, maka ketersediaan air untuk kebutuhan hidup dengan kualitas yang baik menjadi sebuah hal yang mutlak. Salah satu faktor yang mendukung ketersediaan air dengan kualitas yang baik adalah kondisi sungai-sungai yang mengalirkan air tersebut. Sungai yang kotor oleh sampah, limbah, dan lumpur tentu akan mengalirkan air yang kotor dan keruh. Sementara air yang kotor dan keruh itu tentu menjadikannya sebagai sumber penyakit bagi manusia. Sebaliknya, sungai yang bersih akan mengalirkan air yang jernih, bening, bersih, dan tentu lebih sehat. Kondisi sungai-sungai kita inilah yang pada dewasa ini menjadi permasalahan lingkungan yang teramat sangat serius dan semakin mengkhawatirkan.

Sungai yang kotor oleh limbah dan sampah tidak terlepas dari dampak negative aktivitas manusia. Mulai dari limbah rumah tangga hingga industri berbahaya, banyak yang membuang kotoran ke badan sungai tanpa proses pengolahan yang memadai. Bahkan plastic, steroform, dan segudang macam sampah yang tidak mudah terurai memenuhi sungai-sungai kita. Kondisi demikian jauh lebih parah terjadi di kota-kota besar yang notabene sangat padat pemukiman dengan ribuan penduduknya. Kebersihan sungai menjadi program pembangunan yang serius bagi beberapa pihak terkait, seperti pemerintah daerah.

Sungai Cisadane merupakan salah satu sungai utama yang mengalir dari hulu di kawasan Bogor menuju muara Laut Jawa di sisi tepian barat ibukota Jakarta. Sungai yang membelah Kota Tangerang ini juga memiliki problematika kebersihan sebagaimana sungai-sungai pada umumnya di Jawa. Dalam sudut pandang masyarakat awam, sungai adalah bagian belakang rumah. Orang cenderung menempatkan ataupun membuang barang-barang yang tidak berguna lagi ke sisi belakang rumah. Sampah dan limbah seumumnya kemudia dibuang ke belakang rumah, melalui sungai-sungai kita tersebut.

Dalam rangka mengubah pola pikir bahwa sungai merupakan bagian belakang rumah dan sebagai tempat membuang sampah atau limbah, Pemerintah Kota Tangerang berupaya melakukan penataan kaawasan bantaran Sungai Cisadane. Bantaran sungai didesain sedemikian rupa menjadi tempat-tempat yang nyaman untuk beraktivitas. Ada taman ataupun ruang terbuka hijau di tepian sungai. Ada kawasan kuliner di bantaran sungai. Bahkan setiap setahun sekali kemudian digelar Festival Cisadane.

Festival Cisadane menyuguhkan lomba pacu perahu naga. Lomba karnaval perahu hias. Lomba balap motorboat. Intinya masyarakat diingatkan kembali bahwa keberadaan sungai tidak menjadi pemisah diantara bantaran yang berseberangan. Aliran sungai justru menjadi pemersatu dan penghubung diantara dua bantaran pada sisi sungai yang saling berseberangan.

Di samping aneka lomba dan aktivitas yang berbasis air di badan sungai, Festival Cisadane juga menjadi ajang pamerang berbagai produk kerajinan dan industri rumah tangga yang sangat potensial menggerakkan roda ekonomi.

Ada pula stand-stand yang menyuguhkan aneka ragam kuliner tradisional yang khas Tangerang ataupun Betawi. Pengunjung dapat menikmati suguhan kerak telor, es selendang mayang, kembang goyang, ketoprak, dawet ayu, laksa, dan lain sebagainya.

Selain itu secara bersamaan juga digelar festival seni yang menampilkan berbagai seni tradisional. Ada gambang kromong, ondel-ondel, barongsai, bahkan pagelaran wayang golek atau wayang kulit. Hal ini sebagai penggambaran bahwasanya Tangerang sebagai kota urban merupakan miniatur Indonesia dengan warganya yang berasal dari berbagai penjuru tanah air.

Dalam gelaran Festival Cisadane, masyarakat dan pemerintah setempat berkumpul untuk bersama-sama lagi meneguhkan arti penting sungai bagi kelestarian lingkungan hidup. Sungai menjadi bagian urat nadi kehidupan yang sangat penting. Sungai yang bersih, sungai yang jernih, sungai yang resik nan apik adalah dambaan setiap warga masyarakat. Hal itu tidak akan pernah dapat terwujud tanpa peran serta yang aktif dan partisipatif dari masyarakat, pemerintah, dan semua pihak yang lain.

Sungai bersih, lestari lingkungan kita. Monggo….

Gambar foto dipinjam dari sini dan sini.

Ngisor Blimbing, 26 Agustus 2018

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Budaya dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s