Sholat Ashar Tiga Rakaat


Sholat Ashar tiga rakaat? Sholat ajaibkah? Atau sholat model baru? Atau sholat jaman now? Emang ada? Gerakannya sama. Takbirnya sama, rukuknya sama, iktidalnya sama, sujudnya sama, tahiyatnya sama. Tetapi ada satu yang tak selazimnya alias tidak sama. Jumlahnya rakaatnya! Ini bicara sholat Ashar yang hanya tiga rakaat.

Ah semoga saja orang yang bersholat tersebut memang sedang lupa semata. Tokh memang Tuhan sekalipun tidak akan menuntut suatu pertanggungjawaban kepada dua orang muslim-muslimah dewasa terhadap suatu amal perbuatan. Dua orang tersebut adalah orang yang lupa dan orang gila. Sayapun menjadi tidak berlebih-lebihan dengan membuat tulisan mengenai hal yang seharusnya dapat kita mafhumi bersama ini.

Al insan minal khoto’i wanikhsan. Manusia memang tempatnya salah dan lupa. Menyadari bahwasanya manusia tempatnya lupa, manusia tempat kekhilafan, sedapat mungkin manusia semestinya mengingat Tuhannya. Dengan ingat Tuhan, dengan ingat Allah, manusia senantiasa akan terbimbing dalam setiap detak jantungnya, dalam setiap hembusan nafasnya, dalam setiap butiran pikirannya, setiap kata dan ucapannya, dan dalam setiap gerak-gerik dan perbuatannya.

Eling, itulah ingat kepada Allah. Ingatlah pepatah dari para tetua bahwasanya “Sak begja begjane wong kang mulya, isih luwih begja wong kang eling lawan waspada”. Seberuntung-untunya orang yang mulia, masih jauh lebih beruntung orang yang senantiasa ingat kepada Tuhan dan selalu dalam kewaspadaan.

Tuhan adalah cahaya, allahunnuur. Allah adalah cahaya Maha Cahaya. Cahaya Tuhan senantiasa memancar memberikan petunjuk kepada setiap hamba-Nya. Cahaya itu menjadi daya hidup bagi sel-sel tumbuhan untuk bertumbuh. Cahaya menjadi daya hidup untuk sel-sel akar menggapai sari pati makanan bumi. Cahaya itu pula yang menjadi daya untuk mengalirkan sari pati bumi itu menuju ke sel-sel hijau daun untuk kemudian melangsungkan proses fotosintesa. Demikian terus-menerus ke hewan, ke manusia, dan kepada segenap makhluk hidup di alam semesta raya.

Cahaya itu menjadi penerang, petunjuk, hidayah, ilham, pertolongan langsung dari Tuhan itulah yang akan membimbing jiwa dan batin manusia untuk tidak mudah khilaf dan lupa. Eling, ingat, apa jadinya jika manusia sudah kehilangan pepeling dan ingatannya? Jadilah ia manusia yang hilang ingatan. Ya, ialah manusia yang digolongkan sebagai wong edan, orang gila alias orang yang tidak waras jiwa dan batinnya. Bukankah semakin terang kenapa dua gologan orang tadi yang tidak akan dituntut atas sebuah amal perbuatan?

Orang lupa, hilang ingatan, bisa jadi menjadi sebuah keberlarutan yang akan bermuara kepada kegilaan. Orang lupa yang menyengajakan diri lupa, apalagi hingga lupa daratan, mungkin ia tengah memulai perjalanan pasti menuju kepada titik kegilaan. Lupa diri, lupa daratan, lupa lautan, lupa Tuhan, lupa segala-galanya. Kegilaan adalah puncak akumulasi lupa diri, lupa daratan, lupa lautan, lupa Tuhan. Gila harta, gila tahta, gila wanita. Apa lagi?

Gila jabatan, gila kekuasaan, gila dunia dan segala isinya. Bukankah manusia semacam ini yang kini memenuhi sebagian besar permukaan bumi? Jika demikian halnya yang terjadi, apakah kita rela untuk turut larut dalam kelupaan-kelupaan tadi dan menjadi bagian dari manusia gila dunia tadi? Astaghfirullahal’adzim! Semoga kita terlindung dari hal-hal sedemikian.

Eling lawan waspada. Ingat dan senantiasalah untuk berjaga-jaga, bersiap-siaga. Lalu dengan apa manusia senantiasa beringat dan berjaga-jaga itu? Dengan senantiasa mengingat Tuhan,mengingat Gusti Allah Kang Murbeng Dumadi. Ingatlah pesan suci-Nya, ‘ala bidzikrillah tatmainul qulub! Dzikirlah senantiasa kepada Allah. Dengan berdzikir kepada Allah hati menjadi tenang, jiwa menjadi tentram, batin menjaid teduh. Dan salah satu bentuk dari dzikir adalah sholat. Tegakkanlah sholat dengan senantiasa mengingat-Nya, maka melalui bimbingan dan petunjuknya manusia muslim akan terhindar dari kelupaan dalam menghitung rakaat sholatnya hingga akan semakin sedikit kisah sholat Ashar tiga rakaat sebagaimana yang penulis temui. Insya Allah.

Ngisor Blimbing, 14 Agustus 2018

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Bubrah dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s