Taman Garengpong, Taman Bunga Eksotik di Kaki Merapi


Imajinasi manusia mengenai keindahan surga biasanya tidak jauh dari keindahan sebuah taman bunga. Taman asri nan tertata rapi. Di segenap tempat dan sudut sudutnya dihiasi dengan aneka rupa warna warni bunga yang elok disertai bau harum yang semerbak merona. Meskipun tentu tidak sebanding dengan surga yang tidak akan pernah dapat dibayangkan dengan akal pikiran dan panca indra manusia, namun sebuah taman bunga seolah dihadirkan di lingkungan kita untuk menghadirkan suasana dan nuansa surgawi. Dan diantara taman bunga yang tengah menjadi buah bibir di Kaki Gunung Merapi adalah Taman Garengpong.

 

Taman Garengpong menempati beberapa petak tanah persaawahan di sudut Dusun Bringin Kulon, Desa Bringin, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang. Aksesnya sangat mudah dan hanya 3 km dari jalur Utama Jalan Jogja Magelang. Tepat di pertigaan lampu lalu lintas Gulon naik ke arah Jurangjero. Di sisi kanan memasuki gapura Dusun Bringin Kulon langsung masuk. Susuri terus jalanan dalam dusun, pengunjung akan terpandu hingga lokasi Taman Garengpong.

penamaan Taman Garengpong sendiri tergolong cukup unik sebenaranya. Garengpong mungkin kini sudah menjadi bagian dari perbendaharaan kata yang sudah banyak dilupakan ornag, terlebih bagi kalangan anak muda jaman now. Garengpong sejatinya merupakan nama salah satu jenis serangga yang hingga kini mudah dijumpai di wilayah pedesaan. Garengpong biasa hadir dan hingga di pepohonan tepian desa. Ia seolah senantiasa menemani para petani yang tekun bekerja di waktu siang hingga senja hari.

Memaknai garengpong sebagai bagian yang tidak terpisahka dari lingkungan alam desa dan petani inilah yang menginspirasi beberapa warga Bringin Kulon untuk menamai taman bunga yang mereka gagas dan bangun. Taman Garengpong, sebuah taman bunga yang digagas untuk ramah dan menjadi huma bagi seseranggaan.

Lalu ada apakah di Taman Garengpong. Berbeda dengan Taman Ramadanu yang memfokuskan untuk menghadirkan aneka ragam bunga Celosia, Taman Garengpong justru menampilkan berbagai ragam bunga, terutama bunga biji bijian. Ada hamparan bunga matahari, bunga keningkir, dan angsoka. Bunga yang segar dan mekar dengan semerbak bau khasnya menghadirkan beragam serangga, kumbang, tawon, dan sudah pasti si mascot garengpong.

Keindahan dan keasrian Taman Garengpong semakin terasa unik dan eksotik dengan perpaduan penataan karya instalasi ruang berupa pondok lebah, rumah panggung, panggung kupu kupu, dan panggung bunga matahari. Lebih unik lagi di beberapa sudut juga berdiri instalasi rumah jerami berbentuk kerucut yang membawa pengunjung kepada nuansa pemukiman suku Indian di pedalaman Amerika. Ada pula di teras sawah sisi bawah, hadir sebuah miniatur rumah unik yang mirip dengan rumah SpongeBob di dasar laut. Tentu saja setiap pengunjung dapat masuk dan menikmati sensasi di dalam masing masing rumah tersebut.

Melengkapi area Taman Garengpong, hadir pula  beberapa wahana permainan air yang digelar di bendungan Kali Jlegong. Sisi bawah Taman Garengpong memang merupakan daerah aliran sungai yang dipagari dengan deretan pohon mahoni dan kelapa yang menjadi pemandangan tersendiri. Anak anak hingga pengunjung bisa menikmati wahana sepeda air dan naik kapal angsa ataupun berbasah ria kekecehan di dasar sungai yang tidak seberapa dalamnya.

Bagi pengunjung yang malas untuk berbasahan namun tetap ingin menikmati bantaran Kali Jlegong tidak perlu risau ada pilihan ranjang jarring dan selendang yang membentang di antara sela sela pohon mahoni. pengunjung  dapat tiduran santai, menikmati semilir angin, sambal mendengar dengan khitmad kicauan burung dan bunyi berbagai serangga. Sungguh sebuah pengalaman yang kini semakin dijumpai.

Sebagai sebuah wahana wisata baru yang digagas oleh warga dusun dengan segala suguhan keramahannya, Taman Garengpong juga memberikan harga tiket masuk yang sudah pasti sungguh ramah bagi semua kalangan. Di masa liburan Lebaran lalu, harga tiket hanya dibandrol Rp 5.000 untuk setiap pengunjung. Tersedia pula area pelataran parkir yang luas untuk pengunjung, tarif sekali parkir hanya Rp 2.000 untuk kendaraan roda dua dan  Rp 5.000 untuk kendaraan roda empat. Murah meriah bukan untuk sebuah spot top selfie yang terus ngehits…..

Ngisor Blimbing, 3o Juli 2018 

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Alam dan tag , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s